Jangan Membawa Senjata Ke Makkah

JANGAN MEMBAWA SENJATA DI MAKKAH

Makkah kota istimewa, tidak diperkanankan setiap orang masuk di dalamnya membawa senjata, atau benda-benda tajam, seperti; Pedang, Keris, Pistol, dll. Memasuki kota ini, harus dengan mengenakan busana irham, sebagai bentuk rasa tad’dim terhadap kota suci, sebagaimana Nabi Saw memulyakan kota ini. Tidak etis memasuki kota makkah dengan mengunakan kaos omblong, atau menggunakan busana tidak pantas.

Banyak sekali larangan-larangan ketika memasuki tanah haram, seperti ; memotong pohon-pohonan atau mengambil barang luqathah. Membawa senjata ke Makkah juga termasuk salah satu yang diharamamkan. Hal ini karena ada teks yang sangat jelas dari Rasulullah Saw. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim. Rasulullah Saew bersabda:

 

Diriwayakan dari sahabat Jabir RA, ia berkata’’ akau telah mendengan Nabi sedang bersabda” tidak diperkenankan bagi siapapun untuk membawa sejatka di Makkah”[1]. (HR Muslim).

 

Berangkat dari teks hadits di atas, seorang ulama’ besar di zaman Tabi’in, yaitu Hasan al-Bashri, berpendapat bahwa membawa senjata di Tanah Haram tidak diperbolehkan, baik dengan alasan membunuh atau berperang. Bagi orang yang sedang berhaji dan umrah hendaknya tidak membawa senjata, karena Nabi telah memberikan keterangan jelas seputar larangan membawa senjata. Saat ini senjata (al-Silah) bisa dikiaskan dengan senapan, pistol,  clurit, pedang, golok, belati, dan lain-lain. Wajarlah jika pemerintah memberikan aturan kepada setiap jamaah haji agar tidak membawa sajam (senjata tajam), walaupun untuk keperluan dapur. Sebab, di Makkah sudah banyak alat-alat tersebut.

 


[1] .Al-Nawawi, Syarof, Abu Zakariya, Sarah Shohih Muslim 9/111. Dar  Al-kutub al-Ilmiyah-Beirut

Subhanallah, Seorang Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang

Kamis, 29 Maret 2012 10:51 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani.

Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam dakwah Islamiyah. Dia berdakwah ke negara-negara Afrika dan berhasil mengislamkan jutaan orang.

Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam.

Ibunda Jadullah menuturkan, putranya menghabiskan usianya dengan berdakwah. Dia mengaku telah melakukan beragam cara untuk mengembalikan putranya pada agama Yahudi. Namun, selalu gagal.

”Mengapa seorang Ibrahim yang tidak berpendidikan dapat mengislamkan putraku,” ujar sang ibu terheran-heran. Sedangkan dia yang berpendidikan tinggi tak mampu menarik hati putranya sendiri kepada agama Yahudi.

***

Kisah Jad dan Ibrahim

Lima puluh tahun lalu di Prancis, Jad bertetangga dengan seorang pria Turki berusia 50 tahun. Pria tersebut bernama Ibrahim. Ia memiliki toko makanan yang letaknya di dekat apartemen tempat keluarga Jad tinggal. Saat itu usia Jad baru tujuh tahun.

Jad seringkali membeli kebutuhan rumah tangga di toko Ibrahim. Setiap kali akan meninggalkan toko, Jad selalu mengambil coklat di toko Ibrahim tanpa izin alias mencuri.

Pada suatu hari, Jad lupa tak mengambil coklat seperti biasa. Tiba-tiba, Ibrahim memanggilnya dan berkata bahwa Jad melupakan coklatnya. Tentu saja Jad sangat terkejut, karena ternyata selama ini Ibrahim mengetahui coklatnya dicuri. Jad tak pernah menyadari hal tersebut, dia pun kemudian meminta maaf dan takut Ibrahim akan melaporkan kenakalannya pada orang tua Jad.

“Tak apa. Yang penting kamu berjanji tidak akan mengambil apapun tanpa izin. Lalu, setiap kali kamu keluar dari sini, ambillah cokelat, itu semua milikmu!” ujar Ibrahim. Jad pun sangat gembira.

Waktu berlalu, tahun berubah. Ibrahim yang seorang Muslim  menjadi seorang teman bahkan seperti ayah bagi Jad, si anak Yahudi. Sudah menjadi kebiasaan Jad, dia akan berkonsultasi pada Ibrahim setiap kali menghadapi masalah.

Dan setiap kali Jad selesai bercerita, Ibrahim selalu mengeluarkan sebuah buku dari laci lemari, memberikannya pada Jad dan menyuruhnya membuka buku tersebut secara acak. Saat Jad membukanya, Ibrahim kemudian membaca dua lembar dari buku tersebut kepada Jad dan memberikan saran dan solusi untuk masalah Jad. Hal tersebut terus terjadi.

Hingga berlalu 14 tahun, Jad telah menjadi seorang pemuda tampan berusia 24 tahun. Sementara Ibrahim telah berusia 67 tahun.

Hari kematian Ibrahim pun tiba. Namun sebelum meninggal, dia telah menyiapkan kotak berisi buku yang selalu dia baca acapkali Jad berkonsultasi. Ibrahim menitipkannya kepada anak-anaknya untuk diberikan kepada Jad sebagai sebuah hadiah.

Mendengar kematian Ibrahim, Jad sangat berduka dan hatinya begitu terguncang. Karena selama ini, Ibrahim satu-satunya teman sejati bagi Jad, yang selalu memberikan solusi atas semua masalah yang dihadapinya.

Selama 17 tahun, Ibrahim selalu mempelakukan Jad dengan baik. Dia tak pernah memanggil Jad dengan “Hei Yahudi” atau “Hei kafir” bahkan Ibrahim pun tak pernah mengajak Jad kepada agama Islam.

***

Hari berlalu, setiap kali tertimpa masalah, dia selalu teringat Ibrahim. Jad pun kemudian mencoba membuka halaman buku pemberian Ibrahim. Namun, buku tersebut berbahasa arab, Jad tak bisa membacanya. Ia pun pergi menemui salah satu temannya yang berkebangsaan Tunisia. Jad meminta temannya tersebut untuk membaca dua lembar dari buku tersebut. Persis seperti apa yang biasa Ibrahim lakukan untuk Jad.

Teman Jad pun kemudian membaca dan menjelaskan arti dua lembar dari buku yang dia baca kepada Jad. Ternyata, apa yang dibaca sangat pas pada masalah yang tengah dihadapi Jad. Temannya pun memberikan solusi untuk masalah Jad.

Rasa keingin tahuannya terhadap buku itu pun tak bisa lagi dibendung. Ia pun menanyakan pada kawannnya, “Buku apakah ini?” tanyanya. Temannya pun menjawab, “Ini adalah Alquran, kitab suci umat Isam,” ujarnya.

Jad tak percaya sekaligus merasa kagum. Jad pun kembali bertanya, “Bagaimana cara menjadi seorang Muslim?”

Temannya menjawab, “Dengan mengucapkan syahadat dan mengikuti syariat.” Kemudian, Jad pun memeluk agama Islam.

Setelah menjadi Muslim, Jad mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani. Nama tersebut diambil sebagai ungkapan penghormatan kepada Al-Qur’an yang begitu istimewa dan mampu menjawab semua permasalahan hidupnya selama ini.

Sejak itu, Jad memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupya untuk menyebarkan ajaran yang ada pada Alquran.

Suatu hari, Jadullah membuka halaman Alquran pemberian Ibrahim dan menemukan sebuah lembaran. Lembaran tersebut bergambar peta dunia, ditandatangani Ibrahim dan bertuliskan ayat An-Nahl 125.

“Ajaklah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik…”  Jad pun kemudian yakin bahwa lembaran tersebut merupakan keinginan Ibrahim untuk dilaksanakan oleh Jad.

Jadullah pun meninggalkan Eropa dan pergi berdakwah ke negara-negara Afrika. Salah satu negara yang dikunjunginya yakni Kenya, di bagian selatan Sudan dimana mayoritas penduduk negara tersebut beragama Kristen.

Jadullah berhasil mengislamkan lebih dari enam juta orang dari suku Zolo. Jumlah ini hanya dari satu suku tersebut, belum lagi suku lain yang berhasil dia Islamkan. Subhanallah. (http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/03/29/m1mo1k-subhanallah-pria-yahudi-ini-mengislamkan-jutaan-orang).

http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/mualaf/12/03/29/m1mo1k-subhanallah-pria-yahudi-ini-mengislamkan-jutaan-orang

Pendidikan Al-Qur’an Terhadap Janin

Kitab KlasikMengenalkan al-Qur’an seharusnya sejak usia dini, bahkan sebelum lahir-pun, ketika masih dalam kandungan mesti dikenalkan dengan al-Qur’an. Caranya sering-sering membacakan al-Qur’an di dekat perut ibu sang sedang hamil. Dimana dalam tradisi Jawa disebut dengan istilah  telonan (ketika usia kandungan memasuki empat bulan  dan tingkepan (ketika usia kandungan memasuki tujuh bulan). Dalam tradisi budaya Jawa, selaras dengan hadis Nabi Muhammad Saw yang artinya:’’ sesungguhnya proses kejadian manusia di dalam kandungan selama 40 hari dalam bentuk sperma, kemudian menjadi Alaqoh juga 40 hari, dan kemudian berubah menjadi Mudghoh (Daging yang sudah berbentuk janin) selama 40 hari’’ (HR.Bukhori)

Read more »

PERPUSTAKAAN MAKKAH

 Keberhasilan ulama-ulama Nusantara, serta ulama Makkah pada umumnya juga tidak terlepas dari lingkungan yang positif untuk belajar. Disamping itu ada kekutan lain yang member motivasi belajar, yaitu keberadaan baitullah yang menjadikan para ulama’ bisa berintertif dengan Allah Saw melalui ritual-ritual thowaf. Apalagi, di Makkah ada sumber mata air yang tidak pernah kering yang sumbernya mengalir dari sudut baitullah, yang konon langsung dari surga. Tentu saja, membuat santri-santri Nusantar semakin betah di tanah suci Makkah.

Read more »

Perpusatakaan Masjidilharam

Kelahiran Nabi SawSeringkali orang binggung ketika membedakan Masjidilharam dengan Makkah. Secara umum, memang sulit membedakan, karena antara Masjidilhram bedanya sangat tipis, bahkan menyatu. Padahal, Makkah (tanah haram) itu bersifat umum yang artinya semua wilayah tanah haram yang telah ditentukan batas-batasnya oleh pemerintah. Sedangkan Masjidilharam adalah masjid itu sendiri yang dipergunakan untuk melaksanakan sholat lima waktu da ditengah-tenggahnya adalah Baitullah.

Read more »

Gubernur Makkah Siapkan Rencana Pembangunan Kota Makkah 6 March 2012 | Kategori: Berita

Oleh: Hannan Putra

MAKKAH – Gubernur Makkah, Pangeran Khalid Al-Faisal, dan Menteri Khusus Urusan Haji dan Umrah, Al-Hajjar, mendiskusikan pembahasan 25 tahun rencana kerja Kementerian Haji dan Umrah dalam peningkatan pelayanan kepada jutaan jamaah haji dan umrah yang akan datang ke negara itu setiap tahun.

Dalam pertemuan tersebut, Pangeran Khalid sangat serius memerhatikan rencana 25 tahun untuk pengembangan area kota Makkah, khususnya wilayah Masjidil Haram. Mengingat pertambahan jamaah haji yang sangat pesat dari tahun ke tahun.

“Perkembangan dan Pembangunan Provinsi Makkah akan kita mulai dari Ka’bah. Semua proyek dan jasa di wilayah ini akan dimulai dari Makkah,” kata Pangeran Khalid.

Ia menegaskan, Pemerintah Arab Saudi harus memposisikan diri sebagai pelayan kepada para tamu Allah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Dan posisi ‘pelayan’ tersebut adalah suatu kehormatan besar. “Adalah tugas kita untuk meningkatkan layanan terbaik kepada para jamaah haji dan umrah,” imbuhnya.

Hal ini juga sejalan dengan visi Raja Abdullah yang ingin menjadikan Tanah Suci Makkah sebagai kota modern dan canggih.http://www.jurnalhaji.com/2012/03/06/gubernur-makkah-siapkan-rencana-pembangunan-kota-makkah/

http://wisatahaji.com/

Urutan Proses Haji Praktis

Setiap jamaah haji baik khusus maupun reguler (biasa), pasti akan memilih cara yang simple nan praktis, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw. Tetapi, tidak semua jamaah haji, bisa melakukannya. Setiap KBIH dan Biro Perjalanan Haji memiliki cara tersendiri di dalam melaksanakan praktek haji. Nabi-pun pernah menyampaikan sebuah pesan singkat agar supaya proses ritual haji itu seperti dirinya, sebagaimana hadis beliau Saw yang artinya:’’ ambillah dariku manasik haji kalian’’.

Read more »

Urutan Proses Haji Praktis

Setiap jamaah haji baik khusus maupun reguler (biasa), pasti akan memilih cara yang simple nan praktis, sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad Saw. Tetapi, tidak semua jamaah haji, bisa melakukannya. Setiap KBIH dan Biro Perjalanan Haji memiliki cara tersendiri di dalam melaksanakan praktek haji. Nabi-pun pernah menyampaikan sebuah pesan singkat agar supaya proses ritual haji itu seperti dirinya, sebagaimana hadis beliau Saw yang artinya:’’ ambillah dariku manasik haji kalian’’.

Read more »

HAJI: Morotarium Haji Tidak Perlu

Santer berita di media seputar moratorium haji, karena antrean haji reguler sudah memasuki tahun 2021. Tidak tanggung-tanggung, ada sekitar 1,6 juta calon jamaah haji menunggu antri. Sudah saatnya dilakukan morotarium haji, seiring dengan suksesnya morotarium PNS. Partai Keadilan Sejahtera mendukung langkah ini. Apalagi, yang mengusulkan KPK, sebuah lembaga kuat di negeri ini yang tugasnya memberatas dan membasmi korupsi.

Read more »

KPK Dorong Morotarium Pendaftaran Haji

JAKARTA — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong moratorium (penghentian sementara-red) pendaftaran haji. Ketua KPK, Busyro Muqoddas menilai, tanpa adanya moratorium maka ada potensi penyelewengan pemanfaatan dana setoran awal BPIH (biaya penyelenggaraan ibadah haji) yang tidak sesuai peruntukan serta melebihi kebutuhan yang ditentukan.
‘’Kalau manajemen masih seperti ini dikhawatirkan nanti berpotensi korupsi. Kami masih pada tahapan kekhawatiran saja,’’ katanya.
Sebagai contoh, sebut dia, hasil analisis terhadap BPIH 2007-2008 ditemukan adanya alokasi anggaran dana hasil inventasi setoran awal BPIH untuk pembiayaan indirect cost melebihi perolehan atau realisasi hasil investasi dari tahun-tahun sebelumnya dengan total Rp 834.685.965.984.

Read more »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.