Meneladani Sunnah Nabawiyah

Ketika ke-Mabruran Haji terhalang

November 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Di dalam sebuah komunitas jama’ah haji Indonesia tersebar sebuah informasi bahwa haji plus itu hanyalah picnic belaka. Informasi ini sangat beralasan, karena memang realitas membuktikan bahwa kebanyakan para jama’ah haji plus itu menghuni tempat bagus (hotel mewah), baik ketika di Makkah, Madinah, serta di Jedah. Bahkan, selama di Arafah juga ditempatkan sangat istimewa, layaknya hotel mewah. Muzdalifah juga hanya sekedar lewat, dengan alasan bahwa mabit itu bukan wajib dan juga bukan rukun, serta untuk menghemat tenaga. Walupun masih banyak yang ikut (mabit) di Muzdalifah, karena alasan sunnah Nabi. Selama di Mina, kebanyakan dari jama’ah haji Plus itu menempati Apartemen yang terletak di Aziziyah (Sissa). Jadi, tidak salah jika opini yang berekembang di masyarakat (jama’ah haji) Indonesia, bahwa ONH Plus itu lebih banyak picnic, dari pada Ibadahnya.

Memang, ONH plus itu berbeda dengan ONH biasa (regular). ONH plus itu lebih mengedepankan pelayanan haji, mulai ibadah, pemukiman (hotel) akomodasi (transportasi), bimbingan haji, serta kesehatan (medis). Jadi, para penyelenggara haji itu berlomba-lomba memberikan pelayanan yang terbaik, sesuai dengan biaya yang dikeluarkanya. Semua pelayanan yang dijanjikan haruslah diberikan, bukan hanya sekedar janji. Wajar kiranya jika para jama’ah haji ngedumel, jika pelayanan sebuah biro jasa itu tidak profesinal, bahkan terkesan profit oriented belaka. Biro itu menganggab jama’ah haji itu bagaikan komoditas. Seringkali alasan yang dibuat oleh para penyelengara yaitu “Sabar, dan jangan macam-macam, karena ini adalah tanah haram’’. Jam’ah haji itu juga takut kualat, karena Makkah dan Madinah adalah tanah suci dan sacral. Sementara itu, para penyelengara seenaknya saja membuat jama’ah kleleran dan tidak memperoleh pelayanan maksimal, sesuai dengan janji-janjinya yang tertulis dalam brosur, atau yang diucapkan secara langsung. Padahal, mereka tahu bahwa jama’ah haji itu adalah duta Allah (wafdu Allah), jika berdo’a pasti dikabulkan.

Terlebapas dari itu semua, yang perlu digaris bawahi ialah opini yang berkembang bahwa jama’ah haji plus itu lebih banyak picnic dari pada ibadahnya. Menurut hebat saya, memang ada benarnya, tetapi tidak semuanya benar. Karena ternyata, tidak sedikit dari jama’ah haji regululer itu waktunya habis dijalan, dan belanja di pasar-pasar sekitar masjidil haram dan nabawi. Ini realitas tak terbantahkan, apalagi pemerintah Arab Saudi sangar gemar membangun tempat-tempat belanja disekitar masjidil haram.

Apalagi, sejak tahun 2008, Arab Saudi membangun dan memperluas masjidil haram. Dampak pembangunan dan perluasan masjidil haram itu menjadikan jama’ah haji regular Indonesia itu harus rela berjalan kaki 8-10 km. Apalagi kendaraan antar jembut menjadi masalah, nyaris jama’ah haji asal Indoneisa asal jarang berangkat ke masjidil haram. Bahkan ada seorang jama’ah mengatakan;’’ nanti, jangan sampai anak dan sanak family saya ikut jama’ah haji regular, saya selama di Makkah, hanya dua kali ke masjdil haram, ketika datang dan thowaf wada (pulang)’. Karena orang ini lansia, sementara tempat maktabnya di Awali (sekitar 8 km) dari masjidil haram.

Jika kita cermati, antara ONH plus dan Jama’ah haji reguler, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pernah saya sampaikan kepada calon jama’ah haji reguler yang beranggapan bahwa OHN plus itu hanya sekedar pikinic. Bahwa ONH plus akan lebih baik jika bisa dan mampu mempergunakan waktu selama di Makkah dengan sebaik-baiknya.

Bagi ONH plus, Hotel dekat, segala kebutuhan dicukupi, kesehatan juga menunjang, pembimbing ibadah juga siap 24 jam. Kondisi ini sangat memungkinkan untuk memperbanyak ibadah. Hanya dengan 10 menit sudah bisa ke Masjidil haram, jika jama’ah haji mau dan mampu, pasti waktu itu akan dipergunakan untuk memperbanyak thowaf, membaca al-Qur’an hingga hatam berkali-kali, berdzikir, serta sholat sunnah tanpa harus berfikir mencari makanan, dan miunum, serta berjalan menuju maktab yang jauh hingga 4-8 km. Jadi, ibadah mereka lebih maksimal dari pada ibadahnya jama’ah reguler. Akan tetapi sebaliknya, jika jama’ah haji itu bekal ilmu dan pengetahuan seputar keutamaan al-Haramaina (Makkah dan Madinah), sangat minim, atau niatnya kurang, maka sang jama’ah akan malas, dan betah menghabiskan waktu-nya di hotel dan keliling mall yang tersedia di masjidil haram. Jangan salah jika ada sebutan haji kamabli’’ karena seringnya membeli kambal / karpet’’.

Bagi jama’ah reguler juga demikian, maktab yang sangat jauh menjadikan orang malas berangkat ke masjidil haram. Tidak sedikit yang enggan, bahkan jarang sekali berangkat ke masjidil haram. Kaluapun mereka berangkat, mereka mesti menghabiskan waktu setenggah jam atau bahkan 1 jam untuk sampai ke masjid. Seandainya waktu setenggah jam itu dipergunakan untuk membaca al-Qur’an, tentunya sudah dapat 1 juzz. Atau waktu itu dibuat untuk thowaf sunnah, atau sholat sunnah, tentunya pahalanya juga lebih banyak.

Memang, baik haji reguler atau plus, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Tetapi, bagi yang niatnya karena Allah SWT, baik plus atau reguler, mereka tidak akan mengeluh, karena sejatinya yang dikejar bukalah pelayanan manusia, tetapi bagaimana mengapai ridho-Nya selama di Makkah dan Mandinah. Bukanyan membiarkan para penyelengara melayanai jama’ah haji dengan semena-mena, akan tetapi niatnya hati tidak akan pernah berubah dan goyah dengan megahnya makkah serta ganguan-ganguan yang ada di sekitarnya.

Jika kita cermati lebih seksasama, khususnya pada saat Makkah menjadi kota modern nan megah dengan segala kecanggihan tehnologinya. Ternyata, dari sekian besar jama’ah haji, baik plus atau reguler ke-mabrunan-nya, sering terhalang dengan beragam pernak-pernik, aksesioris, souvenir-sovenir haji. Seperti, membeli gelang, cincin, arloji, karpet, sajadah, parfum, handphone, handycame, serta barang-barang mewah lainya. Ini sudah menjadi sebuah tradisi bagi jama’ah haji Indonesia. Jangan heran, jika sebagian besar jama’ah haji rajn membeli oleh-oleh, padahal ritual haji belum dimulai.

Memang, tidak ada yang melarang, bahkan tidak pernah ditemukan literature yang melarang orang berbelanja selama di Makkah. Yang ada ialah, mensia-saikan waktunya untuk berbelanja, padahal rumah Allah menantinya, dan juga Nabi menunggunya bertahun-tahun untuk dikujungi setiap saat. Seandainya Nabi s.a.w bisa bangkit kembali pasti beliau s.a.w akan memberikan nasehat dan mengatakan “ Wahai umatku, khususnya warga Negara Indonesia, janganlah kalian sibuk sibuk berbelanja, atau betah di hotel, tetapi kunjugilah aku walaupun hanya dengan untaikan kata-kata mutirat dan sholawat Nabi. Semoga, modernya kota Makkah dan Madinah tidak menjadikan umat islam lenggah, dan lupa akan tujuan atau niatnya. Wallahu a’lam.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Nafsu dan Puasa

Agustus 24, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Bulan suci  Ramadhan yang  mulia erat sekali  dengan pendidikan.  Jika dikaji lebih lanjut tentang  nafsu, ternyata ia diciptakan dengan karakteristik yang unik yaitu sombong. Kesombongan ini akan terus berkembang dengan subur, jika dipupuk dengan beraneka ragam makanan-makanan yang bergizi tinggi dan minuman yang  mineralnya tinggi serta lingkungan yang mendukung. Oleh karena itu, perlu diadakan kontrol baik yang bersifat sosial atau dari diri sendiri.

Masyarakat merupakan kontrol sosiety yang dominan dalam sebuah komunitas masyarakat. Begitu pula dengan berpuasa. Seseorang yang sedang berpuasa, ia cenderung mampu mengkontrol dirinya sendiri dengan baik,  sehingga dia akan  banyak bertafakkur akan dirinya sendiri dan kembali kepada Allah SWT.

Di dalamuah kisah, ternyata sejak awal  penciptaan nafsu. Allah SWT bertanya pada nafsu tentang siapa penciptanya, namun nafsu tetap angkuh dan tidak mengakui  siapa penciptanya, walaupun ia tahu, siapa penciptanya. Hal ini sampai berkali-kali, sampai akhirnya Allah SWT menguji dengan tidak  memberikan  makan nafsu (berpuasa),  sampai pada akhirnya nafsu kelaparan. Ketika sedang lapar, lemah dan tidak berdaya, pada waktu itulah nafsu mengakui Allah SWT sebagai pencitanya.

Oleh karena itu, kesombongan nafsu  perlu mendapat pelajaran  dan pendidikan dengan berpuasa sehingga  akal   bisa berfikir dengan  baik dan seimbang, serta  jernih tidak sombong dan egois.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Hubungan Perut dan Mulut

Agustus 21, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar



Sesungguhnya perut tempat makanan dan minuman, dan lisan merupakan terjemahannya. Apabila perut di isi dengan barang halal murni, secara otomatis lisan tidak akan menerjemahkan kecuali sesuatu yang baik dan bersih. Namun apabila perut dipenuhi dengan sesuatu yang haram, maka lisan akan menerjemahkannya dengan amal perbuatan negativ, tidak akan keluar dari lisan kecuali kejelekan yang murni.Tapi kalau dipenuhi dengan shubhat kadangkala menerjemahkan yang baik, tetapi yang jelek lebih dominan.

قال  القائل “( كل جسد نبت على الحرام لاتطهره إلا النار )

Artinya “ Setiap jasad yang tumbuh dari barang haram, tidak akan dibersihkan kecuali dengan api neraka.Nabi pernah bersabda “berapa banyak orang yang berpuasa yang didapatkan hanyalah lapar dan dahaga”.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Ibadah dan Penggaruhnya

Juli 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Apa bedanya
Putranya Ulama’ (kyai, ustad) VS
Putrinya Pejabat dan Pengusaha

Putra-putrinya ulama’ banyak yang menjadi inteletual, pengusaha, bahkan pejabat tinggi Negara dengan membawa nilai-nilai moral yang tinggi, sementara putranya pejabat atau pengusaha langka sekali menjadi Seulama’ atau ustad. Bahkan bisa dibilang antic, jika putranya pejabat menjadi ulama’.
Kenapa?
Karena Pengaruh Ibadah dalam Perkembangan Inteletkual Janin.
Kenpa putra-putrinta ulama’rata-rata pinter (cerdas) dan rajin beribadah? ternyata mereka (para orangtua) internsif komunikasi dengan tuhanya tidak pernah berhenti. Lima waktu sholat wajib, duha, rawatib, witir dua rekaat wudu’, belum lagi sunnah laiaya.
Puasa, baca Qur’an dan lain sebagaianya, tertunya ini pengaruhnya besar terhadap perkembangan intelektual dan spritual anak dalam kandungan. Apalagi sang orang tua menjaga istirinya dengan sebaik-baiknya, jangan sampai kemasukan makanan dan minumum haram. Sejak sebelum hamil, dan masa hamail diperkenalkan dengan dunia agama, sudah barang tentu bayi itu menjadi terpengaruh dengan nilai-nilai tersebut, dan akhirnya, bayai itu lahir menjadi generasi unggulan ditenggah-tenggah umat yang sekrang sedang carut marut.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Nantikan buku baru” Sejenak Mengunjungi Kota Nabi” dan Makkah sejarah dan kejaoban’

Juli 7, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kedua buku ini berseri, ditulis oleh seorang sarjana lulusan Universitas Umm al-Qura Makkah. Buku ini cerita seputar kota suci makkah dan Madinah serta karakteristik kepribadaian Nabi sebagai penghuni kedua kota suci tersebut. Buku ini lebih menarik, karena penulisnya malang melintang di dunia akademis dan berpengalaman, serta tahu seluk beluk dua kota suci umat islam.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

INFORMASI HAJI & UMRAH

Juni 14, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sahid Tour dan BSM MoU: ‘Dengan 1000 Dolar AS dapat Kuota Haji’

Hajinews-Biro Perjalanan haji dan umrah Sahid Tour dan Bank Syariah Mandiri (BSM) menandatangani MoU tentang pembiayaan haji khusus atau haji plus. MoU ini bertajuk ‘Dengan 1000 Dolar AS dapatkan Kuota Haji’.

‘.’Bank Syariah Mandiri cukup lama menyelenggarakan ‘talangan’ untuk haji regular dan dalam dalam dua tahun seiring perubahan sistem pendaftaran haji khusus, kami juga membuka program dana talangan untuk haji khusus atau ONH Plus ,’ kata Sugiharto, Direktur Dana dan Jaringan Bank Mndiri Syariah(BSM) usai MoU dengan Sahid Tour di Hotel Sahid,Jakarta, kemarin.

Menurut Sugiharto BSM ingin memberikan pelayanan yang baik pada nasabah dan calon nasabah yang berkeinginan naik haji. Mungkin seorang jemaah ada kendala uangnya masih belum siap untuk membayar batasan 3000 dolar AS untuk memperoleh kuota itu. Karena saat inipun untuk haji plus, aturannya diterapkan sama dengan haji reguler. Jadi //first come first serve//. “Jadi tidak seperti kemarin-kemarin, siapa yang membayar bisa langsung berangkat. Sehingga saat ini calon jemaah haji bisa memprogramkan diri kapan bisa berangkat haji,”cetusnya.

Melalui kerjasama ini nanti calon jemaah haji dapat mencicil dana talangan ini dan sebelum berangkat sudah harus lunas. Jadi seandainya bayar sekarang, naik hajinya tahun depan. Sugiharto menambahkan , BSM telah memiliki total aset sebesar 17,7 triliun rupiah.dengan 314 outlet di 33 provinsi seluruh Indonesia.

Direktur Sahid Tour, Hari Prakoso,menambahkan pihaknya menjalin kesepahaman ini karena pihaknya melihat adanya perubahan dari program Depag terhadap haji khusus. Sejak dua tahun terakhir ini kuota terjadi perubahan system yakni untuk haji khusus juga dibuka terus, seperti halnya haji reguler.

”Kami melihat, kalau calon jamaah haji langsung membayar 3500 dolar AS, mungkin berat sih tidak, pastinya calon jemaah ONH Plus punya uang. Terkadang dana mereka masih dalam bentuk deposito atau mungkin bagi pengusaha, diputar dulu uangnya untuk bisnis. Nah, kondisi ini kita cermati bagaimana sebaiknya mencari titik temu agar calon jamaah dan kita bisa sama-sama terbantu. Alhamdulillah Bank Syariah Mandiri menyambut baik program Sahid Tour,”paparnya.

Dijelaskan dengan system kerjasama ini maka calon jemaah haji khusus, cukup membayar dana awal 1000 dolar AS, sementara yang 2500 dolar AS ‘ditalangi’ atau dicover dari BSM. ”Kalau aturannya minimal 3000 dolar, hanya saja kita juga perlu untuk administrasi kantor. Jadi kita tambah menjadi 3500. Pembayarannya dicicil selama 12 bulan. Sementara untuk pelunasan BPIH nya sampai bulan April 2010. Ini khan dua hal yang berbeda. Antara pelunasan dengan pembayaran cicilan yang 2500 dolar tadi,” terangnya.

Tentang paket haji yang ditawarkan Sahid Tour ,Hari menambahkan pihaknya menawarkan mulai dari harga sekitar 6000 dolar AS hingga 10 ribu dolar AS.Namun ,kata dia, Sahid Tour realistis, bagaimanapun juga pasti ada penyesuaian. Misalnya terkait akomodasi hotel dan tiket pesawat. Untuk tahun ini sudah terdaftar 120 calon jamaah.

Dalam acara MoU tersebut hadir Komisaris Sahid Tour Heryadi B Sukamdani, Hadad Alwi dan Ust Wahfiudin yang mengisi tausiyah dihadapan 300 peserta acara tersebut.(AFR)

[ Anda harus login untuk bergabung dengan berita ini. Silahkan register jika belum terdaftar ] [ ATURAN FORUM INTERAKTIF ]

[ Belum yang bergabung dalam forum berita

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Antasari Kesandung Rani

Mei 10, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Kenapa Rani menjadi sandungan Antasari, mungkin dia pernah melewatina, dan ternayata Rani itu tidak mulus segingga banyak bejolan yang membuat antasri tidak mulus melanglang jalan itu.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Mantan Kyai Muhamadiyah dan NU menggugat al-Qur’an

April 29, 2009 · & Komentar

Memang Kyai, Ustad, tokoh masyarakat tidak selamanya sempurnah. lihat saja Mahrus Ali, ia mengaku-ngaku NU dengan merusah warga NU, masak mengatakan mantan kyai, tapi ahlaqnya tidak mencerminkan prpfil kyai yang meneduhkan jiwa setiap orang. justru bikin resah semua orang.

→ 8 CommentsKategori: Tak Berkategori

Kuota Haji 2014

April 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Sahid Tour&Travel menyediakan kuota haji Plus 2010 hanya dengan USD 1,000* Hub segera Sahid Tour telp 0341-351469, 08123470831 Daftarkan segera Kuota terbatas.. *Syarat & ketentuan berlaku

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori

Kuota Haji 2010

April 25, 2009 · Tinggalkan sebuah Komentar

Dapatkan kuota haji Plus 2010 hanya dengan USD 1,000* Hub segera Sahid Tour telp 0341-351469, 08123470831 Daftarkan segera Kuota terbatas.. *Syarat & ketentuan berlaku.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Tak Berkategori