Trik Nabi Menghindari Maksiat

Trik Nabi Menghindari Maksiat

Abdul Adzim

Nabi besar yang berahlaq mulia tidak hanya pandai memanage perutnya dengan banyak berpuasa. Beliau juga mampu mengatur mripate (kedua matanya) dari pandangan maksiat. Sesekali Nabi mengigatkan kepada umatnya agar senantiasa menjaga mata dengan cara Ghodul Bashar[1]. Dengan kata lain, kita dituntut mampu mengendalikan matadari pandangan-pandangan (maksiat) yang bisa menganggu kejernihan hati dan jiwa serta kecerdasan intelekktual (fikiran). Ghodul Bashar (menjaga pandangan), ini berlaku untuk kaum lelaki dan wanita, bukan hanya bagi kaum lelaki, berdasarkan keterangan bahwa Nabi pernah kedatangan seorang sahabat yang bernama Umi Maktum yang buta. Ketika Umi Maktum hendak memasuki daleme (rumah) Kanjeng Nabi, siti Aisah minta izin kepada baginda Nabi untuk menemuinya. Ternyata pada waktu itu Nabi tidak mengizinkanya, dengan alasan; walaupun Umi Maktum seorang yang buta tetapi Siti Aisah tetap bisa melihatnya.

Berangkat dari kisah diatas, larangan Ghodul Bashar tidak hanya dikhusukan kepada untuk kaum lelaki. Hendaknya kaum wanita juga melakukan Ghodul Bashar, dengan cara merundukan kepala ketika sedang berjalan agar tidak banyak bertatapan dengan kaum pria. Memakai Hijab atau cadar adalah salah satu cara menghindari fitnah dan diminimalisir maksiat mata kaum pria. Ini, bisa dilakukan oleh kaum pemuda dan remaja putri, karena dorongan nafsu yang masih kuat. Namun, fenomena yang berkembang di belahan negara yang berpenduduk muslim, kebanyakan tidak mengunakan cadar, Hijab, atau kerudung jilbab. Kondisi seperti ini membuat kita semakin sulit untuk menghindarinya. Baginda Nabi seolah-olahsudah bisa menangkap sinyal, bahwa umatnya dikemudian hari akan hidup ditenggah-tenggah budaya sekuler dan terbuka. Oleh karena itu, beliau memberikan trik khusus untuk menghindari maksiat mata, berdasarkan keterangan hadisnya yang berbunyi”

يا معشر الشباب من استطاع منكم الباءة فليتزوج . فإنه أغض للبصر وأحصن للفرج . ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء )رواه البخاري رقم 4778 )

Wahai para pemuda..! barang siapa diantara kalian sudah (Mampu) memasuki waktu menikah, maka menikahlah. Sesungguhnya menikah itu mampu menghindari maksiat mata, dan menjaga dari maksiat kemaluan.

Beberapa Trik Nabi yang ditawarkan, merupakan cara untuk meminimalisir maksiat serta demi kemaslahatan pengikutnya;

  • Pertama Ghodul Bashar atau merundukan kepala; cara ini diakui oleh baginda Nabi sangat berat, bukan berarti tidak mampu kita lakukan. Akan tetapi diperlukan perjuanagan serta latihan dengan inten agar mata tidak terbiasa tolah toleh atau atau melotot melihat wanita dijalan.
  • Kedua:cara yang kedua dengan berpuasa (manajemen perut). Puasa juga menjadi solusi terbaik didalam mengurangi dorongan nafsu biologis. Dengan demikian, matapun tidak blagaran (jelalatan) seperti biasanya. Kendati demikian, kemaksiatan mata sangat sulit untuk dikendalikan, kecuali senantiasa mengingat Allah swt.
  • Ketiga;Menikah, cara ketiga ini sangat mujarab serta penting untuk dilakukan agar manusia tidak terus menerus melakukan pelangaran Mata. dengan menikah nafsu bilogis bisa tersalurkan dengan halal, matapun juga terkurangi maksiatnya. Hanya haja tidak semua orang bisa melakukanya dengan baik. Karena kondisi dan situasi lingkungan tidak mendukung sehingga aktifitas maksiat mata masih belum maksimal untuk menghindarinya.

Trik Aman Menghindari Maksiat.

Tidak semua orang yang bersuami atau beristri mampu meredam gelora nafsunya dengan baik sesuai dengan tuntunan Agama. Potensi maksiat mata ternyata tidak kenal waktu, tempat dan usia. Menikah, Ghodul Bashar serta berpuasa kadangkala belum mampu meredamnya. Hanya saja, tensi maksiatnya berkurang. Untuk menyelamatkan umatnya, kanjeng Nabi memberikan cara lain, dengan tujuan agar umatnya selamat dunia dan akhirat serta bahagia didalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Cara ini sangat efektif, sebagaimana hadisnyayang berbunyi ”

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan hasrat dan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan….Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi).

Kandungan hadis ini mengisaratkan, bahwa memandang wanita bisa menimbulkan fitnah, lebih-lebih yang dipandang berparas ayu serta berpenampilan mengoda. Kondisi bangsa Indonesia, serta pola hidup dan budaya serta busana sangat mendukung untuk bermaksiat, belum lagi faktor lainya. Nabi menyarankan kepada kaum lelaki atau wanita untuk tidak berpaling dari pasanganya. Manakala seorang istri atau suami melihat lawan jenisnya, kemudian nafsu biologisnya muncul, hendaknya mendatangi istrinya, begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, seseorang akan selamat, dan tidak jatuh pada propaganda nafsunya serta nyayian syetan.

Maraknya perselingkugan fisik, banyak faktor, salah satunya dikarenakan ketidak puasan seseorang dengan pasangannya. Disisi lain, faktor nafsu yang tidak terkendali serta mata yang tidak terjaga (tatapan genit) serta kondisi yang sangat jauh dari nilai-nilai luhur islam. Sedangkan perselingkuhan hati diakibatkan karena tidak mampu menerima kenyataan, sehingga kecenderungan bermain-main dengan pasangan orang lain muncul. Ada kalanya yang menoba-coba. Pada hakekatnya; semua di picu oleh dangkalnya pengetahuan Agama serta lemahnya keimanan dan ketaqwaan seseorang.

Amal Penghapus Dosa.

Kemaksiatan yang dilakuan manusia menjadikan Allah tidak ridho, atau menajadikan manusia semakin jauh dari rahmat-Nya. Apalagi jarang menjalankan perintah-Nya; seperti sholat puasa, sedekah, bahkan mengingat-Nya juga jarang dilakukan, apalagi beramal sholeh. Dengan demikian, manusia nyaris dalam jurang kehancuran karena kemaksiatan, akan tetapi jika manusia senantiasa mengingatnya kemabli, kemudian rajin beribadah; baik mahdoh atau nawafil, maka Allah juga mengingat kita.

Amal sholeh baik yang mahdhoh atau sunnah akan menjadi penghapus dosa, kecuali dosa-dosa besar. Allah berfirman QS.Huud 114.

ÉOÏ%r&urno4qn=¢Á9$#ǒnûtsÛ͑$pk¨]9$#$Zÿs9ã—urz`ÏiBÈ@øŠ©9$#4¨bÎ)ÏM»uZ|¡ptø:$#tû÷ùÏdõ‹ãƒÏN$t«ÍhŠ¡¡9$#4y7Ï9ºsŒ3“tø.όšúï̍Ï.º©%#Ï9ÇÊÊÍÈ

Artinya ” Dan dirikanlah sembahyang itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.

Imam Al Hafid Ibnu Katsir menerangkan didalam tafsirnya’ suatu saat datang seorang laki-laki kepada Baginda Nabi, ia menyampaikan perihal dirinya yang tegila-gila dengan seorang wanita, ia telah melakukan pelangaran-pelangaran, yang tidak dilakukanya adalah berzina[2]. Laporan ini menjadi Asbabun Nujulnya surat Huud ayat 114. Bahkan dzikir, istigfar juga menjadi penghapus, karena semuanya dikategorikan amal baik. Nabi mencontohkan dengan ’’لاإله إلا اللهadalah sebaik-baik dzikir. Dalam suatu keterangan telah ditegaskan; suatu ketika ada seorang laki-laki yang datang kepada baginda Nabi, ketika sedang mengoda wanita tersebut tiba-tiba ingat kepada-Nya, seketika itu ia meningalkan wanita itu. Karena merasa getun dan menyesal, maka orang itu menanyakan kepada Nabi. akhirnya Allah menjawabnya.

Berbeda dengan seseorang yang melakukan kemaksiatan atau pacaran dengan disengaja, atau direncanakan. Konteks cerita diatas dilatar belakangi dengan kitidak sengajaan atau ada unsur perencanaan. Sedangkan fenomena yang berkembang sekarang, terkesan direncankan dan disengaja, sedangkan prakteknya diulang-ulang. Yang diharapkan ayat diatas tidaklah demikian, karena kebanykan dari umatnya melakukan akrena terencana dengan rapi, serta disengaja.

Ayat diatas didukung oleh hadis Nabi dengan redaksi yang berbeda-beda, tetapi maksud dan tujuanya adalah sama; yaitu kebaikan yang telah dilakukan akan menghapus kesalahan dan dosa.

عن أبي ذر ان النبي صلى الله عليه وسلم قال له : اتق الله حيثما كنت واتبع السيئة الحسنة تمحها وخالق الناس بخلق حسن(رواه أحمد رقم 21392 )

Di riwayatkan dari Abi Darr, sesungguhnya Nabi SAW berpesan kepadanya:” bertaaqwalah engkau kepada Allahdimana saja berada, dan ikutilah kejelekan itu dengan amal kebaikan, amal baik itu bisa menghapusnya,berbudi pekertilah didepan manusia denga budi pekerti yang indah (HR. Ahmad[3])

Semua bentuk amal sholeh mampu menghapus dosa, baik bersifat wajib, sunnah. Semakin banyak beramal sholeh, semakin banyak pula dosa yang terhapus, semakin sedikit amal baik, potensi dosa semakin tinggi. Begitulah, keagungan Allah swt, serta harapan Nabi terhadap pengikutnya; selamat didunia dan akhirat.

Dosa yang Tidak Terhapus.

Nabi telah memberikan triknya bagaimana menghindari Maksiat, serta cara menghapusnya, kendati demikian tidak semua dosa atau maksiat bisa terhapus dengan kebaikan. Yang dimaksutkan oleh baginda Nabi, serta kandungan tafsir diatas adalah dosa-dosa kecil, yang disebut dengan (al-Soghoir). Sedangkan dosa-dosa besar (al-Kabair), tidak bisa hilang dengan amal kebaikan, akan tetapi bisa terhapus dengan Taubatan Nasukha[4]. Begitulah, semua dosa kecil atau besar tetap akan mendapatkan ampunan dari Allah swt. Hanya saja, dosa-dosa besar seperti Syirik, durhaka kepada keduaorang tua, berzina, membunuh termasuk dosa yang memerlukan taubat sungguh-sungguh,serta merasa kecewa dan tidak mengulangi lagi.

Sedangkan dosa kecil, seperti ngrasani, mengintip, melihat wanita, serta dan lain sebagainya dapat terhapus dengan kebaikan. Bahkan Nabi menjelaskan didalam hadisnya” sesungguhnya Allah membuka pintu maaf dimalam hari bagi orang yang melakukan dosa disinag hari, serta membuka pintu maag disiang hari bagi orang yang melakukan dosa di malam hari” dalam keterangan lain, Allah juga menjelaskan bahwa pengampunan Allah itu lebih besar dari dosa-dosa anak adam. Selama mereka mau bertaubat kepada-Nya, maka Allah akan mengampuni, tidak perduli dosanya memenuhi langit dan bumi. Nabi juga menjelaskan bahwa Allah sangat menyukai orang-orang yang mau bertaubat serta mengakui kesalahan “Setiap anak adam adalah tempat salah dan lupa, sebaik-baik mereka adalah mereka yang kemabli(bertaubat) mengakui kesalahan”. Didalam kitab al-Tawwabin diceritakan tengtang orang-orang yang bertaubat mulai dari malaikat, nabi dan utusan sampai para sahabat dan para ulama’. Ini sebuah gambaran bahwa Allah SWT benar-benar mahasa sempurna, sesuai dengan namanya’’al-Goffar, al-Rahman, al-Rahim,”. Wallau a’lam


[1] . Yang dimaksud Ghodul Basar yaitu : menundukan kepaka dengan tujuan matanya tidak melihatwanita dijalananserta menghindarkan diri dari labete fitnah seorang wanita. Ini diungkapkan dialam kitabShohih bukhori.

[2] . Ibnu Kasir 2/606

[3] . Al Saibani, Imam Ahmad bin Hambal,Musnad Imam Ahmad 5/153- Muassasah Qurtubah-Al Qohirah.

47 thoughts on “Trik Nabi Menghindari Maksiat

  1. Subhanallah, sungguh tersiksa kalau hidup dibawa bayangan maksiat.. ditambah lagi dengan mudahnya pornografi, pornoaksi menghampiri kita…

    Hanya pada allah swt tempat berlindung,

    لا حول ولا قوّۃ الا باللہ

  2. jazakillah ustadz atas blognya yg sgt bermanfaat. terima ksh telah memotivasi sy untk mnghapus dosa2 kecil dgn kebaikan2 yang insya Allah sy akan mnjlnknnya sprti berpuasa, melaksanakan wajib dn nawafilnya, brkumpul dg org2 shaleh, tetap di jalan dakwah dn bnyk beristighfar. smg Allah menerima niat taubat sy!! amiin

  3. terima kasih atas keterangan nya, saya tidak mau terjerumus kejurang kemaksiatan saya takut Alloh,semoga saya bisa mengendalikan emosi saya,karena saya jauh dgn istri.harapan saya semoga Alloh menolong …..saya ingin selamat dunia akhirat.

  4. Pingback: Cara menghilangkan Kebiasaan buruk Ala Nabi Muhammad Saw « Inspirasi Kita

  5. Pingback: Cara Nabi Menghindari Maksiat « Diones Aliaski Blog

  6. subhanallah takut sekali begitu banyak dosa yg kita lakukan semoga Allah SWT mengampuni kita dan memastikan kita ledakan golongan org2 yang Saleh saleha

  7. ya Alloh ampuni aku krn aku telah bermaksiat. Bersihkanlah hatiku ya Alloh dr keinginan maksiat. Lindungi aku dr godaan jin, setan, siluman dan org2 dzolim. Amiin…

  8. Pingback: Trik Nabi Menghindari Maksiat « Selamat Datang!!!

  9. Saya baru bertemu bapak saya umur 15 waktu itu saya pgn sekali mengenal bapak dan hidup bersamanya,selama 2 thun saya merasa nyaman2 aza 2 thn beriktnya saya merasakan keganjilan2,suatu ketika aku mau menemuin ibu ku n nenek di kpg aku dilarang plg dgn alasan yg g jelas,tapi aku tetap plg n dan menemuinya,lalu aku mendengar ucapan2 yg sangat sakit di hati saya tapi tdak saya hiroukan ya angpan saya mungkin bapak saya lg hilaf,sampai sekarg pun dia masih begitu sampai sampai2 akupun g kuat lg sangat sakit hati,dan skg saya sudah tdk komunikasi lg dan keadanpun makin memburuk,petanyanya bagimana dgn perasaan aku yg sakit hati sama perbuatan bapak saya?
    Apakah saya termasuk anak yg durhaka?

    • Tetap berbuat baik kepada mereka, walaupun hanya melalui do’a. Sebab, yang demikian itu menunjukkan kalau anda adalah anak yang sholih dan berbakti kepada orangtua.

  10. Pingback:   CARA MENGHINDARI MAKSIAT | blog.teguhsantoso.com

    • Setjua, laki-laki dan wannita harus mampu menekan nafsunya dengan berpuasa, agar tidak terlalu membara…

  11. Pingback:   CARA MENGHINDARI MAKSIAT | blog.teguhsantoso.com

    • Memang tidak bisa hilang, tetapi bisa terhapus, ketika sudah bertaubat dengan taubatan nasuha, maka semua dosa kecil dan besar, akan ampuni, walaupun memenuhi langit dan bumi.

  12. Pingback:   CARA MENGHINDARI MAKSIAT | blog.teguhsantoso.com

  13. #

    Ass,wr,wb,saya dan suami telah menikah 11 tahun dikaruniakan 2 anak yg sehat dan cerdas.Pada usia -kuliah suami saya sdh menjalankan rukun Islam ke-5 yakni ke tanah suci(naik haji).Awal2 pernikahan dia terlihat baik,tapi stelah 2 th usis prnikahan kami banyak keganjilan thdp suami saya,yaitu suka diam2 mlihat internet porno,dan tak hentinya memuji2 bekas pacar2-nya yg jelas2 bukan wanita baik2.Bahkan kebiasaan suami saya jika berjalan dg saya dan anak2 selalu memandangi jelas2 tubuh wanita lain,saya sering malu krn pernah wanita tsb marah dan merasa risih krn suami saya melihati payudara wanita tsb.Saya merasa tertipu sekali dg pernikahan ini,saya pikir suami saya Muslim sejati ternyata dg -jujur suami saya cerita bhw dia dulu naik haji krn -niatnya BUKAN untuk niat mulia melainkan patah hati ditinggal mantan pacar yg terjebak tidur dg laki2.Puncaknya jika suami saya emosi tdk segan2 memukul,me nalak saya berkali2.Sbg muslim dan berasal dari latar kel saya idealisme saya tdk bisa terima itu,saya ingin bercerai ,krn selama 11 th mnikah saya berkarir dan tidak
    pernah meminta hak saya sbg istri.Bahkan kedua anak saya,saya yg tanggung.Mertua saya justru menyarankan anaknya(suami saya) agar masa bodoh thdp kami,pdhal mrk dimata umum keluarga soleh/soleha.Bisakah istri mengajukan gugatan cerai? Bagaimanakah caranya?.Suami saya tdk mau menceraikan saya tetapi mentelantarkan saya dan anak2.Bahkan cenderung memanfaatkan saya krn karir saya.Posisi kami di Singapore menikah di
    surabaya.Saya ingin hidup tenang,tanpa kejahatan,kelicikan suami ,dan hidup dlm Norma agama yg baik bersama kedua anak saya.Karena terus terang trauma sangat besar jika saya melihat wajah suami saya.

    *

    By: Bintang on September 16, 2009
    at 2:29 pm

    Reply

    *

    Assalamualaikum. Saya berdo’a semoga semua segera berakhir. Tidak mungkin langit selalu mendung, pasti suatu ketika akan hujan dan juga reda. Tidak mungkin sepangjang tahun kita berpuasa, pasti pada akhirnya Rari Raya. Terkait dengan kehidupan Ibu, saya kira hampir semua manusia yang bernyawa memiliki masalah keluarga. Ada yang besar, medium, dan ada juga yang ringan. Adakalanya ringan, tetapi menghadapinya dengan tegang, sehingga menjadi dasyat. Adakalanya masalhnya berat, tapi jiwanya kuat, sehingga menghadapinya dengan legowo. Saudara bisa kontak lewat Facebook.com (azzimi@yahoo.com). Semoga saya bisa memberikan jalan keluar. Amin
    o

    By: qosdie on September 16, 2009
    at 10:37 pm

    Reply

    #

  14. Ass,wr,wb,saya dan suami telah menikah 11 tahun dikaruniakan 2 anak yg sehat dan cerdas.Pada usia -kuliah suami saya sdh menjalankan rukun Islam ke-5 yakni ke tanah suci(naik haji).Awal2 pernikahan dia terlihat baik,tapi stelah 2 th usis prnikahan kami banyak keganjilan thdp suami saya,yaitu suka diam2 mlihat internet porno,dan tak hentinya memuji2 bekas pacar2-nya yg jelas2 bukan wanita baik2.Bahkan kebiasaan suami saya jika berjalan dg saya dan anak2 selalu memandangi jelas2 tubuh wanita lain,saya sering malu krn pernah wanita tsb marah dan merasa risih krn suami saya melihati payudara wanita tsb.Saya merasa tertipu sekali dg pernikahan ini,saya pikir suami saya Muslim sejati ternyata dg -jujur suami saya cerita bhw dia dulu naik haji krn -niatnya BUKAN untuk niat mulia melainkan patah hati ditinggal mantan pacar yg terjebak tidur dg laki2.Puncaknya jika suami saya emosi tdk segan2 memukul,me nalak saya berkali2.Sbg muslim dan berasal dari latar kel saya idealisme saya tdk bisa terima itu,saya ingin bercerai ,krn selama 11 th mnikah saya berkarir dan tidak
    pernah meminta hak saya sbg istri.Bahkan kedua anak saya,saya yg tanggung.Mertua saya justru menyarankan anaknya(suami saya) agar masa bodoh thdp kami,pdhal mrk dimata umum keluarga soleh/soleha.Bisakah istri mengajukan gugatan cerai? Bagaimanakah caranya?.Suami saya tdk mau menceraikan saya tetapi mentelantarkan saya dan anak2.Bahkan cenderung memanfaatkan saya krn karir saya.Posisi kami di Singapore menikah di
    surabaya.Saya ingin hidup tenang,tanpa kejahatan,kelicikan suami ,dan hidup dlm Norma agama yg baik bersama kedua anak saya.Karena terus terang trauma sangat besar jika saya melihat wajah suami saya.

    • Assalamualaikum. Saya berdo’a semoga semua segera berakhir. Tidak mungkin langit selalu mendung, pasti suatu ketika akan hujan dan juga reda. Tidak mungkin sepangjang tahun kita berpuasa, pasti pada akhirnya Rari Raya. Terkait dengan kehidupan Ibu, saya kira hampir semua manusia yang bernyawa memiliki masalah keluarga. Ada yang besar, medium, dan ada juga yang ringan. Adakalanya ringan, tetapi menghadapinya dengan tegang, sehingga menjadi dasyat. Adakalanya masalhnya berat, tapi jiwanya kuat, sehingga menghadapinya dengan legowo. Saudara bisa kontak lewat Facebook.com (azzimi@yahoo.com). Semoga saya bisa memberikan jalan keluar. Amin

  15. Pak Ustad , saya mau tanya bagaimana dengan kondisi kita yang bekerja di kantor / sebagai pedagang dimana setiap saat kita harus berhadapan langsung dengan relasi lawan jenis ,harus bagaimana kita bersikap ?

    sukron

  16. Maksiat datang setiap saat, kanan dan kiri kita penuh dengan maksiat. ketika kita menghindarinya, justru maksiat ada didepan mata bahkan mengejara kita, sungguh beruntung bagi setiap orang yang bisa menjaga hati dan anggota tubuhnya dari maksiat. lebih2 hati terjaga lisan bersitihfar………..semoga semua terjaga, dan bisa menjaga, serta lisan juga selalu basah dengan dzikir dan istigfar….

  17. assalamu’alaikum guys…..

    oya, saya sangat se7 banget dengan Kang Abdul Adzim, bahwa maksiat itu memang harus diminimalisasi bahkan dilenyapkan. mulai dari hal yang kecil, mari kita belajar untuk menjauhi maksiat. karena maksiat dapat menghambat keberhasilan kita lho.. makanya jika ingin sukses, jauhi maksiat, selalu beribadah kepadanya, dan selalu mencari ilmu2-Nya.
    good luck, . . !
    Succes without Maksiat Is the best than Losing in Maksiat….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s