KHUTBAH IDUL ADHA


English: Talha ibn Ubad Allah (طلحة بن عبيد ال...

English: Talha ibn Ubad Allah (طلحة بن عبيد الله) mosque, Benghazi. (Photo credit: Wikipedia)

KHUTBAH IDUL ADHA

MASJID SHOLAHUDDIN MALANG

Selasa 15/10/2013

 

Khutbah pertama:

 اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (×3) اللهُ اَكبَرْ (×3

 اللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلّهِ بُكْرَةً وَأصِيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَ للهِ اْلحَمْدُ

 اللهُ اَكْبَرْ ماتحرك متحرك وارتـج. ولبى محرم وعـج. وقصد الحرم من كل فـج. وأقيمت فى هذا الأيام مناسك الحج. اللهُ اَكْبَرْ (3×)

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ وَاَشْهَدٌ اَنَّ سَيِّدَناَ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ ومن تبع دين محمد. وسلم تسليما كثيرا. فياايها المسلمون الكرام. اوصيكم ونفسى بتقوى الله. واعلموا أن هذا الشهر شهر عظيم وكريم. وأن هذاليوم يوم عيد المؤمين. يوم خليل الله إبراهيم أبو ألانبياء والمرسلين. اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Hadirin Jama’ah Idul Adha Rahimakumullah,

Alhamdulillah pagi ini kita dapat berkumpul menikmati indahnya matahari, sejuknya hawa pagi sembari mengumandangkan takbir mengagungkan Ilahi Rabbi dirangkai dengan dua raka’at Idul Adha sebagai upaya mendekatkan diri kepada Yang Maha Suci. Marilah kita bersama-sama meningkatkan taqwa kita kepada Allah swt dengan sepenuh hati. Kita niatkan hari ini sebagai langkah awal memulai perjalanan diri mengarungi kehidupan seperti yang tercermin dalam keta’atan dan ketabahan Nabi Allah Ibrahim as menjalani cobaan dari Allah Yang Maha Tinggi.

 

 

Muslimin dan Muslimat yang dimuliakan Allah

 

Hari ini ini adalah hari yang penuh berkah, hari yang sangat bersejarah bagi umat beragama di seluruh penjuru dunia, dan bagi umat muslim pada khususnya. Karena hari ini merupakan hari kemenangan seorang Nabi penemu konsep ke-tuhidan dalam berketuhanan. Sebuah penemuan maha penting dijagad raya, tak tertandingi nilainya dibandingkan dengan penemuan para santis dan ilmuan. Karena berkat konsep ke-tauhidan yang ditemukan Nabi Allah Ibrahim, manusia dapat menguasai alam dengan menjadi khalifah alal ardh. Setelah Nabi Allah Ibrahim as menyadari bahwa Allah swt adalah The Absolute One, Dzat yang paling Esa, maka semenjak itu juga umat manusia tidak dibenarkan menyembah matahari, menyembah bintang, menyembah binatang, menyembah batu  dan alam. Ini artinya manusia telah memposisikan dirinya di atas alam. Ajaran ke-Esa-an yang diprakarsai oleh Nabi Allah Ibrahim telah mengangkat derajat manusia atas alam se-isinya.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Sesungguhnya tidak berlebihan jika hari ini kita jadikan sebagai salah satu hari besar kemanusiaan internasional yang harus diperingati oleh manusia se-jagad raya. Oleh karena itu hari ini adalah momen yang tepat untuk mengenang perjuangan Nabi Allah Ibrahim as dan upayanya menemukan Allah swt. Bagaimana beliau bersusah payah melatih alam kebathinannya untuk mengenal Tuhan Allah Yang Paling Berkuasa. Bukankah itu hal yang amat sangat rumit? Apalagi jika kita membandingkan posisi manusia sebagai makhluk yang hidup dalam dunia kebendaan, sedangkan Allah Tuhan Yang Maha Sirr berada ditempat yang tidak dapat dicapai dengan indera? Bagaimana Nabi Allah Ibrahim bisa menemukan-Nya? Tentunya melalui berbagai jalan thariqah yang panjang.  Melalui latihan dan penempaan jiwa yang berat. Untuk itulah mari kita lihat rekaman tersebut dalam surat Al-An’am ayat 75-79

 

وَكَذَلِكَ نُرِي إِبْرَاهِيمَ مَلَكُوتَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ الْمُوقِنِينَ(75)  فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَى كَوْكَبًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ  (76)فَلَمَّا رَأَى الْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَذَا رَبِّي فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَئِنْ لَمْ يَهْدِنِي رَبِّي لَأَكُونَنَّ مِنَ الْقَوْمِ الضَّالِّينَ (77)فَلَمَّا رَأَى الشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَذَا رَبِّي هَذَا أَكْبَرُ فَلَمَّا أَفَلَتْ قَالَ يَا قَوْمِ إِنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ(78)  إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (79)

 

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin. (75)

 

Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku”, tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam “ (76)

 

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku”. Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat.” (77)

 

Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar”. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (78)

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan (79)

 

 

Para Hadirin yang dimuliakan Allah

 

Jika kita lihat dokumen sejarah yang termaktub dalam al-Qur’an di atas, hal ini menunjukkan betapa proses pencarian yang dilakukan Nabi Allah Ibrahim as sangatlah berat. Meskipun pada akhirnya Nabi Ibrahim berhasil menemukan Tuhan Allah Rabbil Alamin, bukan tuhan suku dan bangsa tertentu, tapi Tuhan seru sekalian alam. Tuhan yang senantiasa berada sangat dekat dengan manusia baik ketika terpejam maupun ketika terjaga. Itulah sejarah terbesar yang dipahatkan oleh Nabi Allah Ibrahim di sepanjang relief kehidupan umat manusia yang seharusnya selalu dikenang oleh umat beragama.

Selain sebagai orang yang menemukan konsep Ketuhaan. Beliau juga salah satu hamba tersukses di dunia yang mampu menaklukkan nafsu dunyawi demi memenangkan kecintaannya kepada Allah Sang Maha Suci. Fragmen ketaatan dan keikhlasannya untuk menyembelih Ismail sebagai anak tercinta yang diidam-idamkannya, adalah bukti kepasrahan total kepada Allah swt. Bayangkan saudara-saudara, Ismail adalah anak yang telah lama dinanti dan diidamkan, Ismail adalah anak tercintanya namun demikian semua itu ditundukkan oleh Nabi Ibrahim as demi memenangkan cintanya kepada Allah swt.

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Dua hal di atas yaitu penemuan Ibrahim atas ke-Esaan Allah dan perintah penyembelihan terhadap anak tercinta merupakan satu perlambang bahwa ruang di mana Nabi Allah Ibrahim as. hidup adalah garis batas yang memisahkan antara kehidupan brutal dan kehidupan berpri-kemanusiaan. Penyembelihan terhadap Ismail yang kemudian diganti dengan kambing merupakan tanda bahwa semenjak itu tidak ada lagi proses penyembahan dengan cara pengorbanan manusia (sesajen). Karena manusia adalah makhluk mulia yang tak pantas dikorbankan secara cuma-cuma, meskipun dilakukan dengan suka rela. Allah swt sendiri yang tidak memperbolehkannya, dengan Kuasa-Nya ia ganti Ismail dengan seekor kambing.

Itulah beberapa hal yang harus dikenang dari Nabi Allah Ibrahim as. Sebagai umat manusia yang beriman dan beragama sudah sewajibnya kita mengenang dan menteladani apa yang dilakukan Nabi Allah Ibahim as seperti yang diterangkan dalam al-Baqarah 127:

 

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

 

Dengan kata lain Allah swt menganjurkan manusia untuk mengingat dan meneladai kehidupan Ibrahim terutama ketika Nabi Allah Ibrahim as merawat dan merekontruksi ka’bah sebagai baitullah. Sehingga berbagai ibadah dan ritual peyembahan kepada Allah swt menjadi kewajiban bagi umat muslim sedunia yang mampu menjalankannya. Itulah ibadah Haji.

 

 

Para Jama’ah idhul adha yang berbahagia

 

Haji meupakan salah satu ibadah yang sarat dengan simbol dan perlambang. Oleh karena itu, jikalau ibadah haji dilaksanakan tanpa mengerti makna yang tersimpan didalamnya sangatlah percuma, karena yang demikian itu hanya menyisakan kelelahan belaka. Kelelahan yang kerontang tanpa kesadaran.

 

Kaum muslimin dan muslimat, meskipun saat ini kita berada di sini, jauh dari tanah Haram, tidak berarti kita tidak bisa meneladani Nabi Ibrahim. Karena keteladanan itu tidaklah bersifat fisik. Namun sejatinya keteladanan itu berada dalam semangat yang tidak mengenal batas ruang dan waktu. Keteladanan atas ibadah haji dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari ketika kita berinteraksi dengan tetangga, teman, saudara dan umat manusia pada umumnya.

 

Saudara-saudaraku seiman dan setaqwa

 

Bila kita tengok bahwa haji dimulai dengan niat yang dibarengi dengan menanggalkan pakaian sehari-hari untuk digantikan dengan dua helai kain putih yang disebut dengan busana ihram. Maka ketahuilah dibalik keseragaman ini tersimpan beragam makna. Pertama bahawa pakaian yang selama ini kita pakai sehari-hari sangat menunjukkan derajat dan status sosil manusia. Oleh karena itu, ketika seorang muslim telah berniat untuk haji dan berniat menghadap-Nya maka segeralah tanggalkan pakaian itu dan gantilah dengan busana Ihram yang serba putih, karena manusia di hadapan Ilahi Rabbi sejatinya tidak berbeda.

Kedua, Pakaian itu tidak hanya apa yang kita pakai namun juga identitas yang menyelimuti diri manusia hendaknya segera diluluhkan ketika menghadap-Nya. Allah tidak akan pernah membedakan antara peabat dan rakyat, antar penguasa dan hamba, antara pedagang dan nelayan. Semua itu dimata Allah swt adalah sama. Seperti putihnya seragam yang membalut raga.

المسلمون إخوة لافضل لأحد على أحد إلابالتقوى (رواه الطبرانى)

Artinya, orang-orang Islam itu satu sama lain bersaudara, tiada yang lebih utama seorangpun dari seorang yang lain, melainkan karena taqwanya (HR. Tabhrani)

Ketiga, Pakaian itu adalah sifat manusia. Ketika seorang muslim telah berniat menghadap Allah Sang Maha Kuasa, hendaklah ia mencopot segala identitasnya. Baik identitas sebagai tikus, buaya, serigala ataupun identitas sebagai kupu-kupu, merpati ataupu kasuwari. Artinya, segala macam sifat yang melekat baik negative maupun positif sebaiknya dihilangkan. Jangan pernah merasa sebagai apa-apa jikalau engkau menghadap-Nya.

Keempat, pakaian itu mengingatkan manusia akan ketakberdayaannya. Nanti ketika menghadap Ilahi Rabbi manusia tidak membawa apa-apa kecuali kain putih yang menemaninya. Sebagai pertanda bahwa sebaiknya manusia hidup dengan sederhana, karena semua akan ditinggalkannya.

 

 

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

 

Selanjutnya Thowaf mengelilingi ka’bah tujuh kali putaran adalah perlambang kedekatan manusia dengan Sang Khaliq. Begitu harunya jiwa manusia ketika lebur mendekatkan diri pada Baitullah, seolah ke-dirian manusia hilang ditelan kebesaran-Nya. Thowaf dapat diartikan hilangnya diri terhanyut dalam pusaran Energi keilahiyan yang tak terkira. Thowaf adalah simbol hablum minallah yang hakiki, bahkan lebih dari itu. Tidak ada lagi habl penghubung antara manusia dan Sang Khaliq. Karena keduanya telah menyatu.

Kemudian sa’i berlari kecil dari shofa ke marwah. Ini merupakan rangkaian setelah Thowaf yang dapat diartikan sesuai perspketif sejarah. Ketika Siti Hajar Ibunda Nabi Ismail ditinggal oleh Nabi Allah Ibrahim as. Maka ia pun harus bertarung mempertahankan hidup ini dengan mencari air dari bukit Shofa ke Marwa. Kehidupan sarat dengan perjuangan. Usaha menjadi suatu kewajiban bagi manusia. Tiada air yang turun dari langit, namun air itu harus dicari sumbernya. Begitulah kehidupan di dunia ini. Hidup itu suci dan harus dijaga seperti makna hafiah kata Shofa  yaitu kemurnian dan kesucian sedangkan. Namun hidup itu juga cita-cita yang jumawa dan penuh idealism seperti makna kata marwa yaitu kemurahan, memaafkan dan menghargai.

Jika thowaf menggambarkan hubungan dan kemanunggalan manusia dengan Sang Khaliq, maka sa’i menunjukkan bahwa kehidupan haruslah dijalani sesuai dengan hukum kemanusiaan. Berinteraksi, berhubungan dan berkomunikasi dengan sesame. Maka kehidupan ini haruslah menyeimbangkan antara keilahiyahan dan keinsaniyahan.

 

 

Ma’asyiral Muslimin yang berbahagia

 

Selain itu simbolisme dalam ibadah haji juga melekat pada Ka’bah Baitullah. Di sana ada hijir Ismail yang berarti ‘pangkuan Ismail’. Di sanalah seorang Ismail putera Ibrahim yang membangun Ka’bah pernah berada dalam pangkuan sang Ibu Hajar, seorang wanita hitam yang miskin juga seorang budak. Dengan ini Allah swt membuktikan bahwa seorang hamba pun dapat dimuliakanya dengan memposisikan kuburnya disamping ka’bah baitullah. Itu semua karena ketaqwaannya. Ketaqwaan Ibu Hajar yang mampu berhijrah menuju kebaikan dan kemuliaan.

Sedangkan padang Arafah sebagai tempat para haji menunaikan wuquf merupakan ruang luas yang terhampar untuk memasak diri seorang muslim hingga ia mengenal siapa jati dirinya sebagai manusia. Arafah adalah ruang berintrospeksi diri, siapa, dari mana sosok diri itu dan hendak kemana nantinya. Oleh karena itu ruang ini dinamakan arafah yang mempunyai satu asal kata yang sama dengan ma’rifat yaitu mengeatuhi dan mengerti hakikat diri. Diharapkan setelah diramu dalam padang arafah ini seorang diri bisa menjadi lebih arif (bijaksana) dalam mengarungi kehidupan dan mempertimbangkan antara kepentingan dunia dan akhirat seperti yang disimbolkan dalam thowaf dan sa’i.

Dari Arafah menuju Muzdalifah guna mempersiapkan diri dan mempersenjatainya melawan syaithan yang akan dihadapi nanti di Mina. Manusia haruslah selalu waspada bahwa syaitan ada dimana-mana. Karena itulah senjata pemusnahnya tidaklah sesuatu yang besar dan menakutkan. Tetapi cukup dengan kerikil yang kecil sebagai simbol atas kesabaran dan keteguhan hati.

 

Ma’asyiral Muslimin

 

Demikianlah uraian dalam khutbah ini semoga ada manfaatnya bagi kita semua. Dan amrilah kita berdoa kepada Allah swt semoga amal ibadah kita diterima. Semoga kita yang disini diberikan kesempatan mengunjungi tanah haram di lain waktu, seperti cita-cita kita semua. Dan semoga mereka yang berada di sana diberi keselamatan semua. Amien

 

 أعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

 

اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا

اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

 

ARAFAH: Tempat Turunnya Wahyu Terahir (3)


English: Arafah Desert

English: Arafah Desert (Photo credit: Wikipedia)

Konon, Arafah menjadi saksi tempat istimewa pertemuan antara Adam dan Hawas setelah sekian lama dipisahkan. Tempat pertemuan itu terjadi disebuat bukit yang dikenal dengan ‘’Bukit Rahmah’’. Di tempat inilah, banyak orang kaum pria dan wanita yang belum menikah, berdoa kepada Allah SWT agar dipertemukan dengan jodohnya, sebagaimana Nabi Adam as dipertemukan dengan Hawa.

Tidaklah berlebihan jika doa itu dipanjatkan kepada Allah SWT pada tanggal 9 Dzulhijjah. Hari itu adalah hari wukuf di Arafah. Pada waktu itu Allah SWT akan mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan di Arafah. Tahun ini (2013), wukufnya tepat pada hari senin tanggal 14-10-2013. Ada sekitar 3 juta lebih jamaah haji dari berbagai belahan dunia berkumpul, berdoa, bermunajat, kepada Allah SWT.

Terkait dengan kehebatan dan kedasyatan hari Arafah (wukuf di Arafah), ada beberapa hadis Nabi SAW:

عن عائشة رضي الله عنها زوج النبي صلى الله عليه وسلم ، أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : « ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا من النار من يوم عرفة ، وإنه ليدنو ، ثم يباهي  الملائكة فيقول : ما أرادوا هؤلاء ؟ »(رواه الحاكم)

Diriwaytkan dari Aisyah ra, istri Rosulullah SAW, bahwasanya Nabi SAW berturur:’’’Tiada satu hari pun yang pada hari itu Allah membebaskan hamba dari neraka melebihi hari ‘Arafah (wukuf di Arafah). Sesungguhnya Allah mendekat kemudian membanggakan mereka kepada malaikat-Nya, seraya berfirman:’’Apa mereka yang ingikan? (HR Al-Hakim, Al-Nasai, Al-Tabrani, Ibn Hibban).

 Menyambung dengan hadis di atas Rosulullah SAW pernah mengatakan: Orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah (wafdullah). Maka jika mereka memohon kepada-Nya, pastilah dikabulkan-Nya dan jika mereka meminta ampun, pastilah diampuni-Nya (HR. Nasa’i dan Ibnu Majah). Jika mereka berada di Arafah pada taggal 9 Dzulhijjah, doa mereka akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dalam riwayat lain, terkait dengan keutamaan doa saat sedang wukuf di Arafah, Rosulullah SAW bersabda:’’

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: خَيْرُ الدُّعَاءِ دُعَاءُ يَوْمِ عَرَفَةَ وَخَيْرُ مَا قُلْتُ أَنَا وَالنَّبِيُّونَ مِنْ قَبْلِيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ (رواه الترمذى)

Rosulullah SAW menuturkan:’’Sebaik-baik doa adalah doa hari ‘Arafah, serta sebaik­-baik (ucapan) yang Saya dan para nabi sebelumku ucapkan adalah, ‘Tiada yang berhak diibadahi, kecuali Allah semata, tiada serikat bagi-Nya. Untuk-Nyalah segala kekuasaan dan pujian, serta Dia Maha Mampu atas segala sesuatu (HR Al-Tirmidzi).[1]

Di antara tempat-tempat istimewa yang dikabulkan doa. Arafah adalah satu-satunya tempat istimewa pada hari 9 Dzulhijjah. Berdasarkan redaksi hadist yang ada, Nabi berdo’a dengan tahlil, tahmid, meng-agungkan Allah SWT sebagaimana hadist di atas. Semua manusia berdzikir dan menangis memohon ampunan serta rahmat-Nya. Al-Qur’an sangat jelas dalam menerangkan dzikir tersebut, sebagaimana Al-Quran (QS. al-Baqarah(2:196-199).

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَبْتَغُوا فَضْلًا مِنْ رَبِّكُمْ فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ (198) ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (199)

 Artinya: ”Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rizki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafat, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril haram.  dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat. Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”[2]

            Arafah bukan hanya tempat wukuf bagi jama’ah haji ketika musim haji tiba. Akan tetapi, Arafah juga menjadi saksi sejarah bagi turunnya QS al-Maidah (5:3), sebagai tanda penyempurnaan Islam ketika Haji Wada’.

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ

Artinya: “Pada hari ini telah Kusempurnakan agama kalian untuk kalian, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu sebagai agama bagimu.[3]

 Rasulullah SAW dan para sahabat ketika melaksanakan haji wada’ berwukuf di dekat Jabal Rahmah (Bukit Kasih Sayang). Bukit tersebut menurut ahli sejarah diyakini sebagai tempat pertemuan Adam dan Hawa pada saat keduanya dipisahkan bertahun-tahun karena melakukan pelangaran ketika disurga. Di dekat Jabal Rahmah juga terdapat Masjid kecil yang dinamakan dengan Shakat. Di masjid inilah ayat tentang penyempurnaan agama Islam turun.

Pemerintah Saudi Arabia melakukan reboisasi di padang Arafah lebih dari seribu pohon yang tahan hidup di gurun pasir. Manfaatnya pada musim panas semua jama’ah haji tidak perlu kawatir dengan panasnya terik matahari.

Di sepanjang jalan Arafah dan tempat wukuf disediakan pompa air bersih yang siap diminum. Juga alat penyemprot air untuk mengurangi panasnya terik matahari bagi jama’ah haji.

Di Arafah terdapat masjid yang sangat besar dan memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Masjid tersebut diyakini sebagai tempat shalat jama’-qasar-taqdim Rasulullah dan tempat khuthbah haji. Masjid tersebut dikenal dengan sebutan Namirah. Masjid ini pada awalnya tidak terlalu besar. Namun pada masa Khalifah Abbasiyah, masjid tersebut diperluas. Kemudian pada masa pemerintahan Arab Saudi, masjid tersebut mengalami pembangunan besar-besaran sehingga kapasitasnya mampu menampung kurang lebih 350 ribu jama’ah dengan luas 110.000 m², dilengkapi dengan 6 menara setinggi 60 m, 3 kubah dan 10 pintu utama serta 663 unit AC di dalamnya. Dan tidak menutup kemungkinan suatu saat akan di perluas seiring dengan banyaknya jumlah jama’ah haji setiap tahunnya.

Arafah terletak sebelah tenggara Masjidil Haram (Makkah). Jarak antara Makkah dan Arafah sekitar 22 km. Sedangkan luas Arafah 10.4 km² . Semua wilayah Arafah termasuk tempat wukuf, sebagaimana keterangan Nabi yang artinya” aku telah wukuf di sini (Arafah di dekat jabal Rahmah), dan Arafah selurunya adalah untuk melaksanakan wukuf” (www.wisatahaji.com)

 


[1] . HR Al-Tirmizdi

[2] . QS. al-Baqarah(2:196-199).

[3] . QS. Al-Maidah (5:3)

ASBIHU KOTA MALANG


Baitullah

Baitullah

UMRAH REGULER ASBIHU KOTA MALANG

Pemberangkatan Januari

US $ 2300

( Program 12 hari )

Fasilitas Hotel             :

Makkah                       : Mawaddah / Setaraf                                                     1 kamar 4 orang

Madinah                      : Mubarok Al-Masi                                                            1 kamar 4 orang

Harga Termasuk :

  1. Pesawat : SBY- Jeddah, kelas ekonomi
  2. Perlengkapan umroh : Travel bag, ihram/mukena, buku manasik
  3. Makan 3 kali sehari menu Indonesia
  4. Transportasi kendaraan AC
  5. Ziarah di Mekkah & Medinah
  6. Muthawwif & guide lokal berpengalaman
  7. Zam-zam masing-masing 10 liter

Harga Tidak Termasuk :

  1. Airport tax domestic
  2. Kelebihan bagasi
  3. Telephone dan loundry
  4. Optional tour diluar program
  5. Makan dan minum diluar program

 Persyaratan :

  1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan
  2. Nama yang tertera pada paspor harus terdiri dari 3 kata, contoh : Muhammad Hilmi Zulkarnain
  3. Pas foto berwarna terbaru ukuran 4×6 = 8 lembar, background warna putih dan wajah harus tampak 80% dari ukuran foto
  4. Buku nikah dan kartu keluarga asli bagi suami istri
  5. Akta lahir asli bagi anak-anak
  6. Bagi wanita dibawah 45 tahun yang berangkat tanpa muhrim dikenakan biaya pembuatan dokumen.
  7. Suntik Maningiti harus dilakukan sendiri oleh jamaah di Kantor Kesehatan Pelabuhan ( KKP )
  8. Semua persyaratan harus sudah diterima paling lambat 3 minggu sebelum keberangkatan

 

 

Hubungi:         Abu Hamzah ASBIHU AL-ANSOR KOTA MALANG  08123470831

UMRAH RAMADHAN ASBIHU MALANG


Jadwal Umrah Ramadhan

ASBIHU KOTA MALANGUmrah Ramadhan

 

Umrah Ramadhan bersama ASBIHU kota Malang hanya dengan

Rp 22.000.000. Berangkat pada 10 juli, seat terbatas.


JADWAL PERJALANAN UMRAH

Hari ke-1          : Surabaya-Jakarta – Jeddah – Madinah

Berangkat ke Jeddah dengan kelas ekonomi. Tiba di Jeddah, setelah proses imigrasi Dan pengurusan bagasi dilanjutkan berangkat ke Madinah dengan bis. Tiba di Madinah, check in hotel dan istirahat.

Hari ke-2          : Madinah

Shalat Shubuh dan ziarah ke makam Rasul dan Raudlah. Ziarah ke Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Masjid Sab’ah, Jabal Uhud, Jabal Khandaq dan pasar qurma. Beribadah di Masjid Nabawi.

Hari ke-3          : Madinah – Mekkah

Check out dari hotel di Madinah, berpakaian Ihram berangkat ke Mekkah. Singgah di Bier Ali untuk ambil Miqat. Check in hotel di Mekkah. Thawaf dan Sa’i.

Hari ke-4          : Mekkah

Beribadah di Masjidil Haram. Acara bebas.

Hari ke-5          : Mekkah

Pagi hari ziarah ke Jabbal Nur, Jabbal Tsur, Jabbal Rahmah, Arafah, Mina dan    ja’ronah. Beribadah di Masjidil Haram.

Hari ke-6          : Mekkah

Beribadah di Masjidil Haram. Acara bebas.

Hari ke-7          : Mekkah

Beribadah di Masjidil Haram. Acara bebas.

Hari ke-8          : Mekkah – Jedah – Jakarta

Check out, Thawaf Wada, menuju Jeddah. City tour, kemudian ke Airport kembali ke Jakarta.

Hari ke-9          : Jakarta- SBY

InsyaAllah tiba di Jakarta. Alhamdulillah, semoga mendapat umrah yang makbul. Amin.

Hotel                :

Mekkah             : Oasis / Setaraf

Madinah            : Mubarak / Setaraf

Informasi lebih lanjut hubungi ASBIHU Kota Malang, Abu Hamzah tlp : 08123470831

http://www.wisatahaji.com

mm

ASBIHU UMRAH FULL RAMADHAN


Umrah RamadhanASBIHU menawarkan umrah murah tetapi tidak murahan, murah dan berkualitas. Keuntungan umrah bersama ASBIHU sangat banyak. Tata cara ibadahnya sesuai dengan tradisi NU (Aswaja). Karena para pembimbimbingnya adalah ulama-ulama yang benar-benar menguasai ilmu ilmu fikih haji dan umrah, sehingga umrahnya benar-benar sesuai dengan ajaran Rosulullah SAW.

Continue reading

UMRAH BERSAMA ESQTOUR


ESQTOUR HAJI DAN UMRAHDalam Pameran Haji dan Umrah yang di adakan oleh ASTINDO Fair 2013 JCC (Jakarta Convention Center) dan  Menara 165 pada tanggal 22-24 Maret 2013. Banyak sekali biro perjalanan Haji dan Umrah menawarkan paket murah dan terjangkau, sekaligus menarik. Di tempat yang sama, tepatnya di Surabaya (Royal Plasa) juga di adakah Ekspo Haji dan Umrah, yaitu pada tanggal 26-31 Maret 2013.

Baik di JCC maupun di Royal Plaza Surabaya sangat menarik dan menyenangkan, karena banyak sesuatu yang baru. Seperti, discount, paket Umrah plus Turkey, Al-Aqsa dll. Setiap pengunjung bisa melihat dan bertanya sepuasnya seputar paket yang ditawarkan oleh pihak penyelengara haji dan umrah.

Continue reading

KETIKA IBLIS PERGI KE BAITULLAH


Sedang ThowafOrang seringkali menganggab bahwa orang yang pergi ke Baitullah adalah tamu-tamu Allah SWT. Tidak salah dan tidak berlebihan anggapan di atas, karena memang sebagian besar orang yang pergi ke rumah Allah SWT itu ingin mendapatkan ridho dan ampunan Allah SWT. Karena begitu istimewanya, sampai-sampai Rosulullah SWT menyerupakan jamaah haji dan umrah seperti utusan Allah SWT (wafdullah).

Continue reading

UMRAH BERSAMA ROSULULLAH


Memenuhi Panggilan Allah SWTUmrah ibdah sunnah yang sangat menarik bagi setiap muslim dimana saja berada. Apalagi, jika dilakukan pada bulan-bulan tertentu, seperti; Ramadhan, Rajan, Rabiul Awwal. Yang jelas, bulan apapun, umrah tetap menarik dan pahalanya berlimpah. Dengan catatan, umrahnya semata-mata karena Allah SWT dan tidak ternoda dengan niat-niat dunia, seperti; karena ingin mendapat pujian, karena wisata belaka, atau karena ingin berbelanja.

Di antara 12 bulan yang ada, Umrah di bulan Ramadhan sangat istimewa. Karena bulan Ramadhan adalah bulan paling istimewa, apalagi umrah itu dilakukan pada malam seribu bulan (Lailatul Qodar) yang disinyalir malam yang lebih baik dari seribu bulan.  Hampir semua kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Continue reading

DANA TALANGAN HAJI REMSI DILARANG


Rumah AllahBank swasta, mapun bank miliki pemerintah (BUMN) resmi dilarang memberikan dana talangan haji. Kemenag beralasan yang mendapatkan dana talangan di anggab belum mampu. Walaupun alasan yang dikemukan itu masih bisa dibantah. Realitasnya, Dana talangan haji itu hanya untuk untuk untuk mendapatkan porsi haji. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak bisa melunasi, maka calon jamaah tidak bisa berangkat. Karena memang dianggab benar-benar belum mampu (istitoah).

Continue reading