Makna Taubat

Salah satu keistimewaan umat Nabi yaitu dibukanya luas-luas intu taubat, walaupan dosa seorang hanmaba sangat besar, sebesar langit dan bumi dan isinya, tetapi pegampuan Allah lebih luas. Allah akan tetap mengampuni dosa-dosa manusia, walaupun mereka sering menyakiti Allah, tetapi Allah tidak pernah menutup pintu taubat-Nya, sampai pendosa mau kembali bertobat kepada-Nya. Islam sangat menganjurkan kepada umat manusia yang pendosa segera bertaubat serta menunda-nundanya, karena manusia tidak tahu kapan ajal menjemputnya. Nabi pernah mengingatkan kepada pengikutnya, agar supaya tidak menunda niat baik, atau kebaikan yang telah dierncanakan baik masalah wajib atau sunnah atau kebajikan lainya seperti dalam keterngan hadis yang berbunyi” Ketika engkau masuk waktu pagi, jangalah negkau menunda samapi sore, manakala sudah memasuki waktu sore janglah engau menunggu waktu pagi”. Artinya; setiap kebaikan yang sudah direncanakan hendaknya segera di laksanakan, tidak diperkenankan menunda-nunda. Pada umumnya, setiap kebaikan yang ditunda-tunda biasanya hanya menjadi sebuah rencana, tidak bisa dilaksanan dengan baik, karena akan muncul kesibukan laian, bahkan keburu meninggal dunia.

Didalam masalah taubat, hendaknya tidak perlu ditunda lagi, karena kita tidak tahu apa yang kita kerjakan besok, dimana akan mati, serta dimana dikuburkan?taubat tidak mesti menunggu usia tua, atau menunggu kaya, tetapi taubat mesti dimulai sejak usia muda, sebab manusia kadang tidak sampai tua sudah kembali kepada-Nya.

Karakteristik umat Muhammad adalah dilipatgandakan semua amal kebaikan, dan diampuni semua dosa yang pernah dilakukan selama mau bertaubat dan ajal beum tiba. Dibawah ini, beberapa ketengan Nabi seputar rahmat Allah terhadap umat Muhammad yang mau bertaubat kepada-Nya:

عَنْ أَبِي مُوسَى عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا (رواه مسلم )

Dari Abi Musa, diterangkan dari Nabi SAW,beliau bersabda” sesungguhnya Allah ajja wajalla membuka luas pintu taubat-Nya dimalam hari bagi mereka yang bemaksiat disiang hari, dan Allah juga membuka pintu taubatnya disiang hari bagi mereka yang bermaksiat di malam hari sampai matahari terbit dari ufuk ( H.R. Muslim).

Sangat jelas, bahwa pintu pengampuan Allah terbuka dua puluh empat jem(24), bagi mereka yang mau bertaubat dan mengakui kesalahan serta berjanji tidak mengulangi lagi. Gambaran pintu ampunan-Nya, Nabi mengibartakan bagaikan  sebuah pintu yang sangat panjang, andaikata dilaluai memerlukan wakt sekitar empat puluh tahun lamanya. Ini merupakan rahmat bagi umat Muhammad agar senantiasa mengharap ampuan serta bertaubat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan. Dalam suatu riwayat, Nabi juga menjelaskan dalam hadisnya yang berbunyi”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ أَخْطَأْتُمْ حَتَّى تَبْلُغَ خَطَايَاكُمْ السَّمَاءَ ثُمَّ تُبْتُمْ لَتَابَ عَلَيْكُمْ  (رواه ابن ماجه )

Artinya” Diriwayakan dari Abu Hurairah ra, dari Nabi SAW bersabda” seandainya kalian berdosa sehingga mencapai langit, kemudian bertaubat, maka Allah pasti menerimanya”.

Nabi juga menegaskan bahwa manusia adalah tepat salah dan lupa, tetapi sebaik-baik mereka yang bersalah atau berdosa mereka gentle mengakuinya. Dlam sebuah riwayat diceritakan. Seorang hamba yang telah melakukan dosa, lantas ia mengatakan;’’ ya tuhan-ku aku telah melakukan dosa, aku mohon ampunanmu, maka Allah mengatakan kepadanya” hambaku tahu bahwa dia mempuyai tuhan yang bisa mengampuninya, maka Allah mengampuninya. Ini dilakukan berkali-kali, sampai ahirnya Allah mengatakan”lakukanlah sekehendakmu”. Artinya’’ betapa besar pengampuan Allah, sehingga istigfar yang dibaca setiap hari sebagai bentuk penyesalan mampu membuka pintu ampunan Allah.

Bukan hanya ampunan, akan tetapi derajat orang yang bertaubat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan penuh penyesalan yang sangat dalam, serta tidak ada keinginan mengulangi lagi. Penyesalan itu dibuktikan dengan memperbanyak amal baik serta beraneka ragam bentuk ibadah kepada-Nya, maka derajatnya diangkat tinggi oleh Allah swt.  Pernah suatu ketika, ada seorang wanita yang melakukan tindakkan asusila. Ia datang kepada Kanjeng Nabi memohon agar supaya di hukum, tetapi Nabi tidak serta merta menghukumnya, akan tetapi disuruh kembali agar supaya memperbaiki dirinya serta mengasuh anaknya kelak kalau lahir. begitu sempurna syariat Islam, semua yang terkait dengan dosa  ada pintu taubatnya, Allah juga membuka pintu taubat 24 jam, bahkan sampai kaiamat tiba.

 

 

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan, pesan sahabat. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s