Ala Berbusana Islami

Ajino Rogo Soko Busono, ini adalah salah satu ungkapan yang sering kita dengar dikalangan komunitas Jawa. Artinya, tubuh manusia kelihatan berharga jika dibalut dengan busana yang bagus dan mempesona. Dalam hal ini, agama adalah acuan, karena busana itu mesti sesuai dengan tuntunan agama.

Di jaman modernisasi ini, perkembangan busana berkembang sedemikian rupa. Islam tidak lagi menjadi tuntunan lagi, banyak sudah yang berpaling dari agama dalam hal berbusana. Ucapan serta tindakan Nabi yang terkait dengan cara berbusana sudah tidak menarik lagi. Prancis dan pragawati telah berubah menjadi panutan, sehingga tidak sedikit wanita yang malu memakai busana islami, bahkan kadang dianggap ketinggalan jaman.

Ironis memang, begitulah kondisi remaja saat ini, orangtua juga tidak kalah penampilan dengan remaja. Berbusana ketat, pantat terlihat ketat, dada terlihat menonjol, bahkan tidak sedikit tren baru dengan pamer ude. Walaupun berkerudung rapi, tetapi udel, dada sangat menonjol sehingga terasa tidak nyaman dipandang oleh sebgiang orang yang beriman. Pandangan Nikmat bagi sebagian orang, karena dianggap tontonan gratis yang tidak perlu biaya.

Ada juga pemandangan yang kontras,  seorang ibu memakai jilbab rapi, sedangkan putrinya memakai kaos ketat, celana ketat, bahkan ada juga yang memakai celana pendek yang ketat. Pemandangan ini sudah tidak aneh, bahkan ini sebuah gambaran bahwa seolah-olah bahwa busana itu hanya sekedar mode, bukan penutup aurat yang harus di tutupi dengan rapi.

 

Busana Islami.

Janganlah belajar berbusana pada orang yang telanjang, artinya berbusana mesti tertutup auratnya, tidak ketat serta bagian tubuh tidak terlihat menojol, serta tidak mengundang birahi kaum lelaki, sopan serta sesuai dengan tuntunan agama dan tidak bertengtangan dengan adat. Islam tidak melarang wanita berkreasi, tetapi norma-norma islam perlu diperhatikan. Islam tidak melarang wanita memakai jarik ( asalakan uaratnya tidak terlihat). Dipersilahkan bagi wanita memakai baju panjang, warna hitam, putih merah, bahkan biru, akan tetapi aurat mesti ditutupi dengan rapi. Model busana juga tidak harus mengikuti pola lama, tetapi mesti mengikuti tradisi dan budaya asalkan sesmuanya sesui dengan tradisi islam yang diajarkan oleh Nabi.

            Busana Islami mesti indah dan rapi serta aurat tertutup, tidak diperkenankan memakai jilbab rapi, tetapi memakai kaos ketat dan celana ketat, atau sangat tipis sehingga warna kulit terlihat jelas. Para model sering memperagakan beraneka ragam busana, bahkan ada yang terkesan menusuk islam. Dalam sebuah peragaan busana, seseorang menampilkan busana dengan menutup wajah, akan tetapi aurat bagian bawah terbuka, sebagian lagi menampilkan dengan wajah tertup tetapi kaainya sangat tipis. Begitulah orang-orang barat merusak wanita muslimah. Tidak pantas jika seorang muslimah belajar berbusana pada wanita telanjang.

 

Busana Islam Kaum Lelaki.

Aurat adalah bagian tubuh manusia yang mesti tertup dengan rapi sesui dengan tuntunan islam. Islam tidak mewajibkan kaum lelaki memaki Jubah putih yang  panjang (Tsaub) layaknya orang Arab, atau memakai sarung komplit dengan sorban melekat kuat di kepala. Akan tetapi, mesti rapi, aurat tertutup dan sesuai dengan tradisi serta tidak bertengtangan dengan syariat islam.

Kaum lelaki mesti memakai pakain yang islami, artinya auratnya tertutup dan rapi dimanapun berada. Tidak diperkenankan lelaki memakai celana diatas lutut, atau tidak memakau baju sehingga pusarnya terlihat. Dalam konteks kepantasan, islam menganjurkan memakai pakain yang indah, bersih, rapi, sesui dengan tradisi. Misalkan memakai sarung atau celana panjang ketika sholat serta berkoyah sesuai dengan tradisi.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s