ANTARA SAYA, DIA dan AllAH YANG MAHA KUASA

Selain Allah semua disebut dengan alam sesesta. Selain Allah yang maha Esa disebut dengan mahluk dan bersifat fana’, diantara mahluk ciptaan yang menghuni bumi, udara, langit dan lautan mendapatkan kasih sayang dari Maha al-Rahman. Allah selalu mengutus utusan pada setiap kaum terdahlu, terdapat 25 Nabi dan rosul telah diutus dengan membawa risalah-Nya kepada semua umat manusia dengan tujuan agar mereka senantiasa mengesakan-Nya, melakasankan perintah dan menjauhi larangan. Untuk melakasakan segala perintah Allah dan menjauhi larangan, Allah mengutus seoran Nabi (Rosulullah), dengan berpijakan pada Al-Qur’an karim. Jadi, semua yang dilakukan Nabi adalah kandungan al-Qur’an, wajar sekali ketika Aisah ditanya tengtang ahlaq Nabi, beliau menjawaw “ Khuluku Al-qur’an” (ahlaqnya yaitu al-Qur’an).

Al-qur’an adalah mu’jizat terbesar dalam sejarah peradapan dunia, karena al-Qur’an telah menceritakan semua kejadian masa lalu, sedang terjadi dan masa depan. Terkait dengan kehidupan manusia, al-qur’an juga memberikan penjelasan gamblang. Seperti individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara, serta segala yang terkait dengan alam semesta. Nabi Muhammad adalah manusia sempurna yang bersifat universal, Nabi bukan hanya untuk umat islam, tetapi semua umat manusia bahkan jin dan semua mahluk hidup lainya. Dengan demikian, Nabi adalah satu-satu utusan yang mempuyai kapasitas luar biasa, beliau di berikan rekomendasi memberikan safaat kepada penhgikutnya. Setiap umatnya akan memndapatkan petololongan beliau selama mereka tidak meninggal dunia dalam keadan syirik. Sedangkan bagi mereka yang meninggal dunia dalam keadaan syirik, murtad, kafir, Nabi tidak bisa memberikan pertolongan atas mereka.

AKU

Setiap orang sering menyebut dirinya dengan AKU, bahkan orang yang memiliki sifat egois serta menagnya sendiri disebut dengan “ Ananin”. Di era globalisasi dan internetisasi ini sifat ini sangat dominan, Islam sebagaimana kurang popular, al-qur’an juga sering ditinggalkan baik bacaan atau isinya, sedanga Nabi sebagai Qudwah Hasanah sudah mulai tergeser. Para artis, seniman, roker, budayawan, menjadi idola kaum remaja, sangat ironis memang. Kebanykan orang kadang lebih memikirkin dirinya sendiri dari pada agamanya, mereka bekerja keras demi mencukupi kebutuhan dirinya kadang lupa akan tuhanya. Tidak sedikit mereka yang cukup finansilanya mengatakan bahwa keberhasilan dirinya adalah karena kerja kerasnya menafikan campur tangan tuhan.

Pola hidup, makan, busana, kerja, serta semua pola yang terkait dengan dirinya tidak lagi mengikuti aturan tuhan dan Nabi, akan tetapi karena keinginan hawa nafsunya, serta ambisius belaka. Hal ini telah terjadi, tidak satupun bisa mengendalikan diri, kalau perlu mereka bisa meraih keutungan sebesar-besarnya walaupun harus menari diatas penderitaan orang lain. Begitulah sifat Ananin (egosis, apatis, karepe dewe), tidak peduli dengan orang lain, apalagi dengan Allah dan Nabi serta wahyu Ilahi. Jika hal sudah menjadi budaya, niscaya petaka akan tiba, Allah pasti menganti generasi seperti dengan generasi yang lebih baik. Adapaun cara tuhan beraneka ragam, mulai perang, bencana alam, gempa bumi, bajir, kelaparan. Yang jelas, tuhan ingin menganti kaum yang merajalela dengan generasi lebih baik.

DIA

Ternyata dia juga tidak jauh berbeda, dunia saat ini tenyata dia juga berfikir untuk dirinya, bukan untuk tuhanya. Bagiamana mungkin dia memikirkan yang lain, sementara dia selalu tertindas dengan beraneka ragam aturan serta ketidak adilan, bayangkan? Untuk mencukupi kebutuhan makan mesti antri berjam-jam, tidak jarang dia kelaparang dan kahirnya mereka terpaksa mencuri milik orang. Dia juga tidak mudah untuk mendapatkan Air, mestinya dia bisa menikmati air dengan sepuas hati, karena Air itu adalah milik tuhan untuknya, dibuat minum, mandi dan mencuci. Ternyata, sangat berebda, dia mesti membayar puluhan ribu setiap bulan, padahal sembako sangat susah didapatkan, andakata didapat ternyata harganya melagit, lagi-lagi dia harus menjerit dan merintih sakit….

Ternyata dia mesti belajar, lagi-lagi Dia tidak mampu membayar, ternyata belajar bukan untuk dia, karena Dia miskin, sedangkan pendidikan khusus untuk AKU. DIA harus rela tidak belajar, mesti rela jadi orang terbelakang walaupun hatinya mengerutu, kenapa harus begini……

Suatu ketika DIA sakit, ternyata rumah sakit yang megah dan terlihat mewah bukan untuk DIA. Orang miskin dilarang sakit, karena biki repot dokter dan rumah sakit. Rumah sakit di bagun bukan untuk DIA, Dokter yang praktek ternyata bukan dipersipakan untuk DIA, karena Dokter itu mesti mencari uang untuk diri sendiri, kata dokter itu”AKU belajar dengan biaya yang mahal, masak AKU mesti merawat DIA”. Hai Orang miskin, jangalah engaku sakit, jangan engkau belajar……

Allah….

Dia, dialah satu, tidak tempat paling istimewa kecuali kembali kepada-Nya, Allah tidak telihat tapi ada, Allah selalu disebut-sebut oleh AKU dan DIA ketika berduka cita. Siapa yang kembali kepada Allah baik dalam suka dan duka, maka orang itu termasuk menjadi hamba sejati. Hamba yang sejati selalu berjalan dengan tujuan pasti, Al-qur’an menjadi pedoman hidupnya, Nabi menjadi inspirasi hidupnya. Setiap langkah yang ditempuh penuh dengan hikmah, sehingga hamba itu benar-benar bermanfaat bagi AKU dan DIA, karena hamba itu selalu mengabdikan diri untuk-Nya….

Marilah kita ikuti keinginan Allah, Nabi, dan Al-qur’an janganlah mengikuti AKU dan DIA…..

Karena keinginan AKU dan DIA tidak mesti sesuai dengan Keinginan-Nya…

Wallahu a’lam

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s