PENGARAUH IBADAH DALAM PENDIDIKAN UMAT

يأيها الذين آمنوا اركعوا واسجدوا واعبدوا ربكم وافعلوا الخيرلعلكم تفلحون (الج 77 )

Arinya” Hai Orang-orang yang beriman ruku’lah dan bersujudlah, dan beribdahlah pada tuhanmu, dan beramalah yang baik agara menjadi orang-orang beruntunga ( Al-Haj 77 )

Dalam tulisan kali ini, penulis ingin membalas seputar tentang pendidikan yang bersifat universal serta terkait dengan Ibadah Mahdoh. Ibadah Mahdoh yang yang disinyalir didlam surat al-Haj 77 mengandungan makna yang sangat mendalam terhadap perubahan ahlaq seorang mukmin. Tidak bisa di nafikan bahwa Ibadah itu berpengaruh terhadap pendidikan umat. Berangkat dari ayat diatas, dapat kita Fahami secara tersurat dan tersirat, bahwa kandungan ayat diatas terdiri dari empat jenis iabdah. Adapaun rincianya adalah Ruku’ Sjud, Ibadah, Amal kebaikan.

Ruku’

Sholat adalah pokok dari semu bentuk ibadah yang di perinrtahkan Allah SWT, Nabi mengatakan bahwa” Sholat itu adalah tiang agama, siapa yang merobohkan maka ia sama dengan merobohkan agama”. Dalam sholat itu sendiri, ada beberapa posisi yang khusus; seperti Sujud, Ruku’. Psisisi Sujud dan rku’ merupakan posisi inti dalam sholat. Dalam keadaan sujud dan ruku’, manusia mesti mengakui kebesaran dan keagungan Allah dengan merundukan kepala dan sujud tersimpuh mengakui ketidak berdayaan sebagai manusia yang diciptakan dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Tidak ada do’a yang tidak dikabulkan kecuali dalam keadaan bersujud kepada-Nya, waktu sujud terasa sangat dekat hubungan hamba dengan pencipta-Nya. Oleh katena itu Nabi menngajurkan kepada semua pengikitnya agar sering-sering bersujud kepada-Nya agar hubungan dengan Allah senatiasa terjalin harmonis dan indah. Semakin jarang bersujud dan ruku’ semakin jarang menunaikan Ibadah sholat.

Ruku’ dalam arti luas yaitu ketundukan hamba kepada Allah SWT, karena tidak ada ibadah yang merundukan kepala selain sholat Allah SWT. Begitu juga sujud, diartikan sebagai sebgai tanda ketundukan hamba ke Robb-Nya, karena Allahlah yang berhak atas mahluknya.

Setelah menyebutkan Ruku’ dan Sujud, Allah swt meyebutkan beribadahlah kalian semua pada tuhan-Mu, kalimat ini bisa di artikan bahwa setelah melaksanakan ibadah yang paling esensi yaitu sholat, Allah memerintahkan pada hambanya agar beribadah kepada-Nya dalam arti luas.

Mungkin bisa kita simpulkan bahwa yang di maksud ibadah disini adalah sangat luas, sebab mencakup semua bentuk ibadah. Misalnya “berbuat baik pada orang tua, lingkungan, dan masyarakat luas dengan menjalin silaturahmi dengan baik, sebagaimana perintah Nabi yang artinya “ barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka mulyakanlah tetanggamu. Nabi juga memerintahkan berbuat baik kepada tamu serta diperintahkan bertuturkata yang lembut, jika tidak bisa, hendaknya diam karena diam itu lebih baik. Kebaikan laianya seperti; sedekah jariyah, sering menyapa, bagun malam, serta memperbanyak membaca al-Qur’an sholawat dan dzikir dengan jumlah yang tidak terbatas.

Apa hubungan ayat ini dengan pendidikan?

Dalam jaman sekarang ini, telah terjadi perubahan yang sangat besar, fenomena alam misalnya; telah terjadi bencana alam, seperti banjir bandang, tsunami, kebakaran hutan, angin kencang serta banyak lagi bencana yang memporakporandakan kelangsungan hidup manusia. Belum lagi bencana ahalq, semakin hari semakin rendah moral generasi bangsa ini, belum lagi berita-berita pimpinan bangsa (wakil rakyat) yang telah merusah moral. Tentunya, semua bencana itu memerlukan solusi yang tepat serta tidak melencengan dari koridor nilai-nilai moral yang sesui dengan tuntunan syariat islam. Saat ini, pendidikan umat membutuhkan mesti terfokus pada generasi (anak-anak), dengan nilai-nilai budi pekerti yang sesuai dengan ajaran islam. Anak-anak sekarang ini adalah pemimpin bangsa di masa depan, manakala anak-anak sudah tidak lagi berminat pada pelajaran agama, serta jauh dari nilai luhur islam bisa dipastikan dunia yang kan datang akan memperoleh bencana yang lebih besar. Di bawah ini ada beberapa unsur penting dalam membentuk sebuah generasi terdidik yang akan berpartisipasi pada problematikan pendidikan umat yang akan datang.

Ada beberap unsure yang sangat penting dalam tarbiyah tersebut :

· Kekuatan

· Kecintaan

· Tawadu’

Tiga unsur ini sangat dominan dalam membentuk masyarakat yang madanai dan kuat dalam menghadapi tantangan jaman yang semakin tua semakin jauh dari agama. Kerusakan ini semakin lengkap karena tidak adanya kekuatan ekonomi dari pemerintah sehingga, semakin hari keadaan masyarkat semakin memprihatinkan.

Yang di maksud “Kekuatan“ adalah kuatnya badan, jiwa, akal, ruh. Kita perlu mendidik generasi baik secara individu (dirumah), kelompok di sekolah dengan memberikan motifasi, fasilitas, serta pendidikan moral kepada geneasi (anak didik) agar mereka tumbuh dengan sempurna jiwa, akal dan ruhnya.

Sedangkan yang di maksud “Kecintaan“ yaitu memandang pada generasi (anak didik) dengan melihat meraka sebagai generasi masa datang yang akan bertanggung jawab terhadap semua persoalan masyarkat dan bagsa. Dengan rasa cinta, mereka akan saling membantu, melindungi, serta tolerasi terhadap sesama demi tercapainya tujuan mulya yaitu berahlk mulia baik dimasyarakat, keluarga, dan sesamanya.

Sedangkan yang di maksud dengan ”Tawadu’ yaitu menghilangkan persaan sombong, dan sikap pengelompokan, tidak ada perbedaan antara yang kaya dan yang miskin, dan menghilangkan prasangka buruk (negativ thinking) terhadap orang lain atau kelompok lain. Perlu kita hilangkan perasaan bahwa ddirinya paling benar dan menganggap orang lain dengan pandangan negatif dan lebih rendah.

Untuk itu di perlukan persamaan persepsi, visi dan misi bahwa kita (umat Islam) adalah umah islamiyah yang satu. Dan kita harus yakini bahwa syariat islam adalah syariat yang paling sempurna, kita mesti bangga bahwa al-Qur’an yang kita pakai adalah kitab yang paling sempurna, yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya. Kita mesti bangga dan percaya bahwa Nabi Muhammada adalah Nabi yang terahir , yang tidak ada lagi Nabi setelahnya. Sifat-sifatnya wajib kita teladani baik sebagai individu, keluarga, anggota masyarakat serta sebagi pemimpin yang sempurna, bijak dan arif terhadap rakyatnya.

Sedangkan ayat yang menunjukan amal baik adalah; Afalu al-Khoir, yang dimaksud disini adalah semua pekerjan atau perbuatn yang dilandasi dengan niat yang bersih dan tidak terkait dengan kepentingan pribadi atau politik. Jika demikian, maka amal itu kan menjadi amal ibadah yang mampu mengantarkan manusia pada kebahagiaan sejati didunia dan akhirat.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke PENGARAUH IBADAH DALAM PENDIDIKAN UMAT

  1. mubaraq berkata:

    Artikel yg bagus…
    salam kenal

    salam alaikum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s