Muslim Modern Meyambut Ramadhan

Bulan Ramdhan disebut juga dengan bulan umatku, begitulah Nabi menyebutnya. Apa yang disampaikan Nabi terhadap bulan ramdahn tidak berlebihan kiranya, karena pada bulan suci ini al-Qur’an, al-Taurat, al-Injil, dan al-Zabur serta Suhufnya Nabi Ibrahim dan Nabi musa diturunkan pada bulan suci Ramadahn. Ini berupakan bukti perhatian Allah terhadap bulan suci Romadhan. Disisi lain, pada bulan Ramadhan Allah merantai kuat-kuat semua bongso lelemmbut seperti syetan dan iblis agar tidak gentayangan menganggu umat Muhammad. Sementara itu, surga dibuka luas-luas, sedabgkan pintu neraka ditutup rapat-rapat.  Begitu agungnya bulan suci Ramadhan, sampai-sampi Allah tidak membirakan sedetikpun waktu bulan itu, kecualiBegitu agungnya bulan suci Ramadhan, sampai-sampi Allah tidak membirakan sedetikpun waktu bulan itu, kecuaali bernilai ibadah. Hari-hari demi hari bulan suci ramadhan sangat berarti, hingga sampai pada sepuluh terahir bulan ramadhan adalah puncaknya. Detik-detik lailatul Qodar akan jatuh pada sepuluh terahir, siapa yang sungguh-sungguh beribadah pada malam sepuluh terahir, maka dia akan memperoleh  Lailatul al-Qodri (lailatul al-Mubarakah) yang disinyalir dalam al-Qur’an adalah lebih baik dari seribu bulan.

            Surga yang disediakan bagi orang-orang yang beriman senantiasa berdandan diri dari tahun ketahun karena karena menyambut bulan suci Ramadhan, siapa yang meninggal dunia dalam keadaan berpuasa, maka pintu surga terbuka dan sipa memasukinya. Siapa yang senantiasa menjaga dirinya dan agamanya dibulan suci Ramadhan dengan baik, maka kelak Allah akan menyediakan bidaradari, serta disediakan istana yang sangat indah disurga, begitulah iamam al-Asfahani menjelaskan.

            Dari segi bahasa, Imam al-Saukani mengutip keterangan hadis maukuf, Abu Hurairah mengatakan” janglah kalian semua mengatakan Ramdhan, karena Ramadhan adalah sebagian dari nama-nama Allah, tetapi katakanlah Sahru Ramdhan”[1].  Dalam riwayat lain, dinamakan romdhan karena Ramdhan artinya melebur dosa, karena orang-orang terdahulu jika memasuki waktu puasa sangat kepanasan, sehingga puasa bisa melebur dosa-dosa.

            Disisi lain, puasa adalah salah satu kewajiban, umat terdahulu juga sebagaimana keterangan al-Qur’an. Jadi, kewajiban puasa bukanlah sesuatu yang baru, hanya saja puasanya orang dahulu tidak sama persisi dengan puasanya umat Muhammad, baik waktunya, caranya, serta pahalanya. Karena puasanya umat Muhammad sangat istimewa disisi Allah yaitu dengan pahala, surga, bidadari, serta istana bagi mereka yang beriman. Sedangkan bagi mereka yang berdosa, Allah akan mengampuni dosa-dosanya, dan memberkahi hidupnya sehingga menjadi orang yang bertaqwa. Nabi mengatakan “barang siapa yang berpuasa karena dasar Iman serta  ingin mendapatkan ridho-Nya, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Pengampuan Allah akan terlaksana manakala  orang yang percaya kepada-Nya dan Rosul-Nya berpuasa karena Allah, siang harinya semua anggota tubuhnya terjaga, sedangkan malam harinya dihidupkan dengan ritual ibadah. Orang yang demikian itu, maka dia akan memperoleh kebahagian dunia dan akhirat.

            Disisi lain, puasa itu juga akan menguntungkan setiapa orang, dengan berpuasa, maka manusia akan sehat wal afyat. Jiwanya akan tentram, fisiknya juga akan sehat. Sedangkan taraf eknominya menjadi lebih irit, karena ternyata puasa itu memperirit keuangan belanja. Kejatanan, serta semua kemaksiatan yang bisa menganggu mansuia juga akan terkurangi. Begitulah berkah bulan suci Ramadhan.


[1] .Imam al-Saukani 1/280- Fathu al-Qodir

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s