Menyambut Pangilan Ibrahim VS Iblis

setiap  mukmin sangat mendambakan bisa menunaikan iabdah haji, berbagai usaha dilakukan, mulai menjual kebun. ldang, swah, ruko. Ada pula yang ikut haji dengan biaya dinas ( Haji Badin), ada juga yang ikut rombongan liar (Romli). ada juga karena nasib, seperti mahasiswa, pelajar TKI dan TKW, mereka datang dengan beraneka ragma cara. par pejabat juga ikut haji dengan biaya angaran negara, sering kita temukan rombongan pejabat kelas kakab, mereka berangkat tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun dari sakunya. sering kita dapatkan pula para pengusaha, mereka berangkat ke kota Mekah dengan barang dagangan, dengan harpan bisa mendapatkan keuntungan yang tak terniali jumlahnya.

Beragam cara dilakukan untuk bisa datang kekota suci Mekah, mulai yang halal, awu-awu, sampai yang dilarang agar bisa sampai dikota suci Mekah. ini dilakukan oleh orang elit sampai ali, dari pejabat sampi orang melarat dan konglomerat. Yang tahu tujuan mereka adalah tuhan yang maha Esa, kita tidak bisa menjustifikasi orang yang datang ke-Makkah, apakah mereka bertujuan mulia, memperoleh ridho-Nya, atau karena tujuan tersembunyi. setiap orang tahu niatnya masing, masing karena isi hati bisa dikethaui oleh tuhan dan dirinya, sifatnya sangat kualitastif. semoga orang yang datang ke-Mekah, karena pangilan tuhan semata, nbiatnya bersih karena-Nya, bekalnya juga halal, sehingga hajinya menjadi mabrur. Tidak ada bekal yang lebih utama kecuali taqwa, tidak ada balasan yang tepat bagi haji mabrur kecuali surga.

surga adalah balasan bagi mereka yang haji karena panggilan tuhan, mereka bis dilihat dari ciri-cirinya, yaitu sergep ibadah, perbuatan semakin baik, kualitas amal juga meningkat. mereka benar-benar mengabdikan diri, hati, amal, serta materi karena ilahi. sementara mereka yantg haji karena pangilan Iblis, tidak terlihat perubahan positif, kecuali semakin hari semakin jauh dari Allah, maksiat merajlela, iabdah tidak terlihat meningkat, amal juga tidak ada. Sementara, tidak lain dan bukan tujuan di mekah semata-mata karena keiinginan Syetan dan Iblis.

Semoga semua jama’ah haji datang karena memenui pangilan-Nya, seperti yang dipangil Nabi Ibrahim kala itu, bukan pangilan Iblis. Jika, ada kekuarangan, kesalahan, atau kurang luusnya niat, semoga Allah yang maha kuasa dan pengampun, memaafkan dan kelak menkelompokan kepada golongan ahli surga, bersama para utusan, kekasih Allah serta baginda Nabi, sebagaiman Nabi bersabda” Barang Siapa yang pernah berziarah kekuburanku, maka dia wajib memperoleh safaatku” Al-Hadis. wallu a’lam

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s