ILMU BALAGHAH SEBAGAI CABANG

Pesona wanita sejak dulu hingga sekarang sebetulnya tidak pernah berkurang atau bertambah, hanya tentu saja pada jaman sekarang peranan wanita yang lebih bervariasi. Di dalam pola kehidupan masyarakat saat ini posisi wanita semakin menonjol untuk dibicarakan dan dibahas (terutama oleh kaum lelaki). Ini di sebabkan banyaknya media, seperti Majalah Wanita, Tabloid, TV, internet, serta alat tehnologi lainya. Media-media itu mengangkat wanita sebagai ikon, sehingga membuat wanita semakin menarik untuk diperbincangkan.

Membicarakan  sosok wanita tidak bisa terlepas dari  kencantikan, keindahan, kemoekan, serta cara berbusananya, bahkan akhir-akhir ini, wanita juga ikut serta dalam percaturan politik serta serta intelektualitasnya. Nampaknya akan terlihat aneh apabila menggambarkan seorang wanita tanpa tambahan komentar khusus mengenai keindahan ataupun paras wajahnya. Semua cerita sinetron, cerpen, film, lagu, syair, buku, bahkan iklan akan menjadi menarik tatkala wanita muncul sebagai ikonya.

Walaupun begitu dari abad ke abad, dari jaman kecantikan khas (Nefertiti permaisuri raja Mesir “Fir’aun“) serta simbol kecantikan Mesir’’ Kleopatra’’  tidak pernah lenyap dari bingkai sejarah seputar wanita. Di jaman kerajaan Jawa, kita mengenal  wanita tercantik nan mempesona, dialah ”Kendedes yang di persunting KenArok‘. Yang kemudian menjadi simbol kota Malang.

Hingga jaman modern, yang sering dianggap sebagai abad molenium atau Internetisasi” dan Globalisasi ini, wanita tetap dianggap sebagai makhluk yang menyimpan berjuta misteri, terkadang terlihat menarik untuk diraih, namun sulit untuk ditaklukkan.

Bahkan yang lebih menunjukkan kekuasaan kaum wanita saat ini adalah dunia busana, dan mode.  Namun di saat wanita muncul dalam beragam  budaya dan busana ternyata secara tidak di sadari apa yang mereka tampilkan sehari-hari tidak lebih baik dengan  peradapan jahiliyyah atau dalam bahasa lain peradapan jahilyah modern.

Dan ini telah berkembang di tenggah-tenggah umat Islam, tetapi kita tidak terasa ternyata pemandangan serta pola fikir umat islam telah di pengaruahi dengan budaya barat, dari berbagai segi, budaya, mode, sosial politik, inteleqtualitas. Dari segi mode dan busana, seringkali sulit untuk membedakan antara laki-laki dan wanita.

  1. a. Wanita Sebelum Islam

Sebelum lebih jauh melanngkah, mungkin kita perlu mengetahui sedikit tentang peradapan-peradapan besar kuno, seperti, Yahudi, Yunani, Romawai, Hindu, Budha dan China, bagaimana kedudukan seorang perempuan dalam rumah tangga dan masyarakat.

Yunani salah satu peradapan yang tertua dan  terkenal dengan   filosofnya, mereka menganggap bahwa perempuan itu adalah sebagai pemuas nafsu biologis. Mereka menjual dan memperlakukan perempuan dengan sangat sadis dan terhina.  Peradapan Romawi tidak lebih baik dengan Yunani, bahkan lebih ironis, sebab di samping sebagai pemuas nafsu, perempuan juga tidak mempuyai hak apa-apa bahkan mereka berhak melakukan apa saja seperti membunuh, menyiksa, dan menjualnya.

Begitu pula Hindu dan China, mereka memperlakukan wanita dengan sadis dan memperihatinkan. Seorang istri harus rela di bakar-hidup hidup, sebagai bukti kesetiaan terhadap sang suami. Ternyata, ini  masih di praktekan  oleh sebagian  rakyat India sampai saat ini.

Begitu juga peradapan Arab Jahiliyyah kuno, seorang Ibu harus mengubur bayi perempuanya dalam keadaan hidup-hidup. Karena sang kepala rumah tangga (ayah) menganggap bahwa wanita itu dianggap sebagai sosok yang lemah dan tidak berdaya. Wanita tidak bisa melanjutkan melanjutkan cita-cita seorang ayah, malahan menjadi beban materi dan psiologis. Al-Qur’an memberitakan dengan jelas seputar wa’dil Banat (mengubur bayi dalam keadaan hidup-hidup[1]).  Peradapan-peradapan besar yang lain tidak lebih baik dari pada yang di sebutkan di atas.

Islam Agama yang sempurna dan Syamil (Universal) memberikan konsep yang sangat jelas bagi semua umat manusia, bahkan jin.  Islam datang untuk semuanya bukan untuk kelompok tertentu dan melindunggi kaum tertentu, dan tidak mengenal diskriminasi, serta tidak membedakan suku, bahasa, ras, warna kulit.

Islam juga sangat adil, tidak pernah membedakan antara laki-laki dan wanita dalam memperoleh perlindungan hukum, serta hak dan kewajiban sebagai hamba-Nya. Al-Qur’an mengenalakan sosok Siti Maryam. Ia adalah wanita terbaik, keimanan dan ketkwaanya sangat tinggi di sisi-Nya. Kadangkala, perempuan itu lebih dulu masuk surga dan kadang sebaliknya, dan  tidak ada perbedaan  antara laki-laki dan perempuan di hadapan  Allah SWT kecuali ketaqwaanya .

Islam datang, Nabi Muhammad menjadi panutan, al-Qur,an menjadi penerang.  Seiring dengan cahaya islam, al-Qur’an, dan Muhammad, posisi wanita lebih tinggi dan dihormati dari pada masa sebelumnya. Dan ini adalah karakteristis Islam, yang membedakan dengan agama dan keyakinan lain.

Dari sejak dibawa oleh Nabi s.a.w ajaran islam tidak pernah berubah. Bahkan pada masa internetisasi dan globalisasi,  islam tetap komit dan  konsekwen dengan ajaranya  dan  tetap relevan sampai sekarang dan masa akan datang.

Semua peradapan  akan di musnahkan  secara biologis seperti kaum lut, Samud, A’ad, Firaun. Mereka semua digantikan dengan kaum yang baru, karena mendustakan Allah SWT. Kecuali Islam yang tak pernah mati selamanya” Islam never die forever ”.

Rosulullah s.w.t menjadi teladan, beliau menikahi istri-istrinya dengan tujuan mulya, yaitu mengangkat derajat seorang kaum wanita lebih tinggi, bukan sebaliknya. Tidak sedikit, orang mengatakan menikahi wanita (poligami), dengan mengatasnamakan sunnah Nabi serta mengangkat derajat wanita. Tapi, realitasnya wanita hanya menjadi pemuas nafsu, dan mereka menjadi sengsara hidupnya.


[1] . Wa’dil Banat (mengubur bayi dalam keadaan hidup), ini istilah al- Qur’an didlalam mengambarkan masyarakat Jahilyah kuno. Jika dianalogikan dengan masyarkat jahilyah modern,, sekarng sering ditemukam orang tua membunuh ankanya dengan Cara Aborsi, adalagi dengan Cara mutilasi, bahkan dijual untuk sesupa nasi

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Wanita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s