Poligami VS Kolektor Wanita

Nabi Muhammad sebagai teladan, telah memberikan contoh kepada pengikutnya bahwa setiap  apa yang dilakukan mempunyai tujuan mulia. Poligami selalu menjadi polemik, padahal poligami sudah ada sejak sebelum islam, seperti; Arab, China, India, Babilonia, Yahudi, serta oang-orang masehi (nasrani). Bahkan, dalam sebuah ajaran “likhe”, membolehkan seorang laki-laki  berpoligami sampai 130 wanita (al-Mar’ah baina al-Fiqhi wa al-Qonun, 48-Dr.Mustafa al-Sibhagi). Diera modern, masih banyak kalum lelaki menikahi wanita dengan jumlah besar, sekitar 94 (Surya, Jum’at;20 Desember, 2008), hanya saja tujuanya berbeda dengan Nabi. Kyai Mashurat juga berpoligami dengan 10 wanita, bahkan sebagian dari istrinya di bawah umur. Jika ditelusuri, jumlah orang yang melakukan poligami masih sangat signifikan, akan tetapi jarang terekspos oleh media.seorang ulama’ besar Sayyid Muhammad Alawi, penulis kita “Muhammad al-Kami” , kemuddian A’a Gym (MQ), Puspo Wardoyo seorang pengusaha (Resto Ayam Bakar Wong Solo), Bapak Syukur (tukang Becak) di Jalan KH. A.Dahlan II-Malang. Istri-istri mereka merasa bahagia, dan bangga dengan sang suami, karena merasa telah tercukupi kebutuhan lahir dan batin.berpoligami dengan empat istri. Walaupun ada sebagian orang yang berpoligami berahir dalam duka, tetapi yang jelas poligami tidak akan pernah hilang.

Islam membolehkan poligami, dengan catatan bisa berbuat adil terhadap istri-istrinya(al-Nisa’ 3), dalam ayat lain diterangkan bahwa, adil sangat sulit dilakukan oleh seorang suami terhadap istri-istrinya. Dr. Mustafa al-Sibgagi menyampaikan” sesungguhnya poligami itu mesti adil terhadap istri-istrinya, barang siapa yang  yakin bahwa dirinya tidak bisa berbuat adil, maka hendakanya cukup dengan seorang istri, namun apabila menikah dengan waita lain, maka syah hukumnya, tetapi hal itu merupakan perbuatan dosa”. Oleh karena itu, ketika Nabi isr’a mi’roj, beliau diperlihatkan seorang laki-laki yang berjalan dengan miring, setelah berdialog dengan Jibril, ternyata laki-laki itu sebuah gambaran bahwa kelak ada seorang lelaki dari umat Muhammad yang berpoligami, tetapi tidak bisa berbuat adil.

Islam tidak pernah melarang poligami, bukan berarti apa yang dilakukan Nabi sebuah perintah atau sunnah yang jika dilakukan dapat pahala. Padahal, poligami itu menyengsarakan kaum wanita. Oleh karena itu, nabi memberikan Rambo-rmabo, agar para pelaku poligami tidak berbuat semena-mena, atau mengatasnakan sunnah Nabi. Poligami yang sunnah ialah, dengan tujuan menolong wanita, sebagaimana Nabi menikahi Saudah binti Zam’ah.

Jjangan sampai terjebak sunnah, yang akhirnya mengoleksi wanita cantik yang usianya masih muda. Kalau itu, pasti setiap laki-laki banyak yang mau, apalagi ada pendaftaran? Cuma, apakah wanita itu mau dipoligami?

Jika orang islam melakukan poligami karena birahi, memang itu sangat wajar, apalgi laki-laki itu sehat jasmaninya dan sehat kantongnya. Tetapi, sangat tidak etis, jika mengatakan bahwa ini adalah ibadah sunnah, meneladani kanjeng Nabi Muhammad S.a.w. Justru, kalimat itu terjebak pada’’ Kolektor wanita cantik’. Jika orang islam memiliki banyak istri, apa bedanya dengan seorang Yahudi yang bernama “Goel Ratzon’’ yang memiliki wanita simpanan sekitar 32 istri, dengan 89 anak (Surya; 17 Januari, 2010.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s