Ketika Nabi hijrah ke kota Madinah. Beli …

Ketika Nabi hijrah ke kota Madinah. Beliau Saw. melakukan poligami, sehingga harus memberikan tempat tinggal yang layak kepada istri-istrinya. Karena wanita-wanita yang dinikahi Nabi, bukanlah wanita kaya raya sebagaimana Khodijah r.a. Wanita-wanita suci itu adalah publik figure wanita yang tegar, kuat dan kokoh menjalankan syariat Allah SWT.. Oleh karena itu, Nabi menyediakan mereka rumah ’’Hujurah’’, sebagai tempat tinggalnya dan mereka menjadi teladan sejati bagi kaum muslimah sejati.
Tempat tinggal (hujrah) istri Nabi Saw. disebut dengan rumah. Kediaman Nabi Saw. dan juga (hujrah) istri-istrinya, sangat sederhana, dibandingkan dengan rumah-rumah sahabat dan agamawan. Bentuk bangunan fisik, warna cat, halaman, perabotan, serta hiasan, tidak seindah agamawan dan ulama-ulama’ sekarang. Ini adalah bukti nyata, bahwa Nabi dan istri-istrinya adalah sosok profile yang benar-benar sempurna, semua sisi-sisi kehdupanya. Zuhud, itulah kalimat yang tepat bagi keluarga Nabi, tidak mengedepankan duniawi, tapi ukhrowi, Allah SWT. tujuanya.
Di dalam Al-Quran terdapat surat al-Hujurat yang artinya kamar. Yang dimaksud kamar (al-Hujurh), dalam ayat ini yaitu rumah. Karena kamar-kamar itu adalah tempat tinggal istri-stri Rasulullah, sekaligus tempat tinggalnya Nabi Saw.. Allah SWT. berfirman” Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar-Mu kebanyakan mereka tidak mengerti”.
Di dalam redaksi lainya, Allah SWT. berfirman:’’. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk Makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya) , tetapi jika kamu diundang Maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan.
Kenapa Nabi Saw., tidak membuatkan mereka rumah-rumah yang bagus nan mewah? Apa memang Nabi tidak mampu? Bukan!, tapi itulah pilihan hidupnya sebagai seorang Nabi dan utusan-Nya. Rumah-rumah itu adalah cermin dari pada para penghuninya. Istri-istri Nabi sangat nyaman bertempat tinggal di Hujrah yang sangat kecil nan sederhana, karena yang membuat luas dan nyaman bukanlah tempat, akan tetapi hatinya.
Terkait dengan rumah istri-istri Nabi Saw.. Beliau tidak pernah melarang pengikutnya membuat rumah besar, megah dan mewah. Cuma, rumah itu mesti diperhatikan nilai-nilai, serta norma agama. Jika Nabi bertempat tinggal di Makkah, dan kemudian hijrah ke Madinah. Di mana, dua kota sacral itu adalah kota pilihan tuhan dengan seribu satu cerita dan keajaiban.
Maka, kita juga jika perlu memilih tempat (daerah) yang bagus untuk memelihara iman dan ahlak. Karena ternyata tempat (dareh)juga mempunyai penggaruh, positif atau negatif yang sangat kuat terhadap para pemukimnya. Karena pentingya tempat, banyak para ulama’, tokoh agamawan memilih tempat yang bagus dan komunitas yang mendukung terhadap pemeliharaan iman dan akhlak.
Ketika beliau berada di Madinah, beliau mengutamakan membangun temapat Ibadah, baru kemudian beliau membagun dua rumah sederhana. Kedua rumah itu diperuntukan istri termuda (Aisyah r.a) dan istri tetua (Saudah Binti Zam’ah). Sedangkan istri-istri lain, mereka dibuatkan kamar-kamar (Hujurat) khusus. Jumlah kamar-kamar (hujurat/rumah), sesuai dengan jumlah istrinya yaitu sembilan .
Rumah atau kamar yang dibagun Nabi untuk istri-istrinya relative kecil untuk ukuran seorang pemimpin kala itu. Menurut banyak riwayat, rumah kanjeng Nabi itu atapnya bisa di jangkau oleh tangan, sebagaiamana penuturan Hasan al-Basri. Di perkirakan, tingginya kurang lebih dua meter. Bagi seorang pemimpin yang sekaligus panutan, tidaklah pantas kala itu.
Sampai-sampai Umar Ibn al-Khatab menagis tersedu tatkala menyaksikan Nabi sedang leyeh-leyeh di kediamannya di atas pelepah kurma (tikar) yang menjadi alasnya. Ketika bangkit, betapa terperanjat Umar, pinggang Nabi terlihat merah bekas pelepah kurmah.
Dinding-dindingnya rumah Nabi Saw. putih bersih, tidak ada hiasan serta beraneka ragam lukisan dan hiasan serta gambar, mengambarkan penghuninya yang bersih dari beraneka ragam bentuk penyakit hati. Halamanya juga sangat terbatas, karena di depan halaman itu adalah tempat ibadahnya, tempat bermunajat yang dikenal dengan’’ Masjid Nabawi’’.
Sedangkan kamar-kamar istrinya juga sangat sederhana, perabotan rumah tangga dan dapur cukuplah untuk memasak. Perhiasan istri-istri Nabi Saw. juga tidak seperti perhiasan wanita sekaranag. Mereka hanya memiliki beberapa helai baju, yang cukup untuk menutup auratnya. Kosmetika kecantikan juga tidak pernah menghiasi kamar-kamar mereka, kecuali beberapa parfum khusus untuk berhias ketika suami menginap di kamarnya.
Kamar-kamar itu tak henti-hentinya dipergunakan untuk shalat sunnah, membaca Al-Quran serta berdzikir. Istri-istri Nabi termasuk wanita pilihan, mereka rajin shalat malam dan juga puasa sunnah. Sebagai wanita, mereka menyukai kehidupan duniawi, tetapi mereka mampu menahan diri, karena kehidupan akhirat lebih kekal nan abadi. Sehingga istri-istri Nabi lebih mementingkan beribadah taat kepada Allah SWT. dan sang suami sebagai penuntun hidup sejati.
Para tetangga, sahabat, kerabat Nabi Saw. juga memiliki rumah yang tidak jauh berbeda dengan junjunganya. Sang menantu, Ali r.a juga sangat sederhana, bahkan kebutuhan sehari-hari juga kadang tidak tercukupi. Tapi, mereka menerima (qona’ah) bersyukur dan bersabar atas karunia-Nya. Kebanyakan dari sahabat Nabi, kediamanaya di sekeliling masjid, tujuannya adalah agar supaya bisa mengikuti shalat berjamaah bersama Nabi serta mengikuti semua pelajaran-pelajaran yang disampaikan setiap saat oleh baginda Nabi Saw..

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s