Merkapun Mencuri Hajar Aswad

Keberadaan batu suci itu menimbulkan iri, dengki, serta hasud terhadap sekte islam, dan juga non islam. Rasa iri dan dengki telah merasuk sanubari mereka, sehingga membuat mereka senantiasa berusaha agar bisa merusak batu tersebut. Minimal, keyakian umat islam semakin hari semakin pudar keyakinanya terhadap kesakralan batu itu. Yang lebih ironis, kebencian terhadap batu, kahirnya terus berusaha melenyapkan batu tersebut dari sudut rumah Allah.
Sejarah mencatat, sebuah usaha kelompok tertentu yang ingin melenyapkan batu tersebut. Namun, Allah SWT belum berkenan, batu itu senantiasa dijaga dari tangan-tangan kotor. Dari sekian kejadian, hanya Abu Thohir al-Qurmuty yang pernah berhasil mencukil, akan tetapi tidak terlalu lama batu sakral itu kembali ketempat semula atas pertolongan-Nya.
Abu Tohir al-Qurmuty, dia adalah salah satu pemimpin kaum Syiah Al-Batiniyah yang mengajak pada kekufuran. Dia datang dari Bahrain bersama sekitar 700 orang sahabatnya dengan niat kotor, yaitu menanamkan benih permusuhan terhadap kaum muslimin. Begitu sampai di Makkah, mereka memasuki Masjidil Haram dan mengotorinya. Mereka bertindak kejam dengan membunuh jama’ah haji yang sedang berada di dalam masjid, kemudian membuangnya ke sumur Zam-zam. Setelah semua jama’ah haji yang berada di dalam masjid terbunuh, mereka mendekati Hajar Aswad lalu mencokel dengan paksa sampai pecah, kemudian membawanya ke negara mereka. Tujuan mereka tidak jauh berbeda dengan yang dilakukan Raja Abrahah dari Yaman. Insiden ini terjadi pada tangal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah) tahun 317 H. Akibatnya, jamaah haji dari Iraq gagal datang pada tahun tersebut.
Sekitar 22 tahun kurang 4 hari Hajar Aswad di tangan kelompok Syiah Al-Qurmuty. Pada tahun 332 H kekusaan Abu Tohir Al-Qurmuty berakhir, dan digantikan Sanbar Bin Hasan Al-Qurmuty. Sanbar mengembalikan Hajar Aswad dengan tebusan uang sekitar 3000 dinar oleh Al-Mutii’ Al-Abbasi, selanjutnya diletakan kembali di tempat semula. Namun bentuknya telah pecah menjadi delapan keping seperti yang kita saksikan sekarang ini. Allah SWT tetap memelihara keaslian Hajar Aswad sampai kapanpun, walupun pernah diculik. Mu’jizat Allah tetap eksis, sehingga Hajar Aswad tetap kembali pada tempat semula.
Apa yang dilakukan Abu Tohir Al-Qurmuty juga pernah dilakukan oleh kelompok lain yang motifnya tidak jauh berbeda, Yaitu Abrahah Al-Asram pada masa menjelang kelahiran Rasulullah. Usaha pencurian atau perusakan terhadap Hajar aswad sudah sering dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak senang dengan keberadaan Hajar aswad yang melekat pada sudut Ka’bah. Namun Al-Qurmuty yang paling terkenal dalam sejarah pencuriah Hajar Aswad.
Dibawah ini sederetan kisah menarik, kami sebutkan secara singkat sejarah beberapa orang atau kelompok yang berusaha merusak atau mencuri Hajar Aswad

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s