Janji Finansial atas Jama’ah Haji

Allah SWT benar-benar menghargai setiap rupiah yang dikeluarkan oleh calon jama’ah haji. Bahkan, semua biaya yang dipergunakan, mulai daftar, foto, naik angkot, serta modar-mandir oleh Allah tidak pernah disia-siakan, apalagi biaya haji saat ini yang cukup mahal, dan harus menanti 4-5 tahun mendatang. Dalam hal ini, Nabi memberikan kabar gembira kepada para pengikutnya, bahwa biaya haji itu dilipatgandakan menjadi tujuhratus, sebagaiamana keterangan hadis yang berbunyi:’’
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « النَّفَقَةُ فِى الْحَجِّ كَالنَّفَقَةِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ بِسَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ (رواه أحمد )
Diriwayatkan dari Burdah, ia mengatakan:’’ Nafakoh (biaya) menunaikan ibadah haji, seperti biaya yang dikeluarkan untuk berjuang dijalan Allah, satu dirham (rupiah), dilipatgandakan sampai tujuhratus lipat (tekel) (H.R Ahmad, No 23702.
Di dalam redaksi lain, Nabi menuturkan:’’ satu dirham yang dikeluarkan untuk biaya haji setara dengan empatpuluh ribu (40.000) ribu’.Untuk melihat atau membuktikan kebenaran ini, bisa dibuat hipotesa sementara, bahwa sebagian besar orang islam yang pernah menunaikan haji, ternyata tidak semakin miskin. Justru realitas membuktikan, bahwa sebagian besar orang semakin kaya dan hartanya semakin bertambah. Memang, belum ada hasil penelitian ilmiyah, tetapi setidaknya hadis Nabi di atas menjadi sebuah rujukan utama, bahwa Allah SWT berjanji mengantinya lebih banyak.
Tiga karakteristik tamu-tamu Allah, antara lain:’’ apa yang mereka minta niscaya Allah kabulakan, apa yang mereka panjatkan dalam do’anya dijawab, dan apa yang mereka keluarkan (biaya), akan digantinya’’. Jadi, tidak ada alasan bagi setiap orang yang sudah cukup menunda ibadah haji, dengan alasan finansialnya belum cukup, atau haji itu menjadikan orang tambah miskin. Lebih-lebih, jika uang itu dibelikan mobil, atau tanah, padahal jumlahnya sudah mencukupinya.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s