Detik-Detik Kelahiran Nabi SAW

Peristiwa kelahiran Nabi sangat mengesankan setiap orang. Baik mereka yang hidup pada masa Nabi, atau setelahnya, bahkan di jaman modern ini. Menarik, serta unik untuk dikaji oleh siapapun, tak terkecuali orang non Islam. Bahkan sebagian besar umat islam merayakan dengan membacakan sirah Nabi. Perayaan mauludan (kelahiran Nabi) merupakan adat kaum muslimin sejak jaman dalu. Orang yang pertama kali melaksanakan maulid Nabi adalah Rosulullah sendiri. Ini ditegaskan dalam hadist Imam Muslim “Ketika beliau ditanya tentang puasa hari senin, beliau berkata “hari itu adalah kelahiranku” . Makna yang tersirat dalam jawaban Nabi S.a.w ialah, bahwa beliau merayakan kelahirnya dengan positif (puasa) sunnah. Yang selanjutnya menjadi sunnah Nabawiyah. Jika di analogikan, mestinya setiap orang yang merayakan hari kelahiran (ulang tahun), dengan cara yang benar (positif), tidak bertentagan dengan nilai dan norma agama.
Di dalam catatan sejarah, orang yang pertama kali melaksanakan perayaan Maulid, setelah wafatnya Nabi S.a.w adalah al-Malik al-Mudhoffar Abu Said Sohib Irbil didaerah Mousul (Irak). Pelakasanaan mauludan biasanya pada tanggal 12 Rabiul Awal, yang diyakini sebagai kelahiran. Perayaan maulid Nabi ini sering kali menjadi polemik antara kelompok tertentu, ada yang membolehkan, ada yang melarang (bid’ah). Namun polemik tersebut tidak menjadikan perayaan maulid Nabi untuk diperdebatkan sehingga memicu permusuhan bahkan sampai pada tabdi’ (pembid’ahan), tahrim (pengharaman), takfir (pengkafiran). Sudah saatnya umat islam menjadi umatan wahidah (umat yang satu). Bulan rabiul Awal (muludan) bulan kelahiran Nabi adalah momentum penting mempersatukan umat sebagai pengikut setianya.
Kelahiran Nabi S.a.w di kota Makkah, tepatnya pada hari Senin tanggal 9 Rabi’ul Awwal, ditandai dengan kedatangan pasukan gajah (atau sering disebut dengan “Tahun Gajah”) dari Yaman, yang dipimpin langsung oleh Abrah al-Asram. Tragedi ini bertepatan pada tahun 571 Masehi. Kedatangan Abrah dengan pasukan Gajah, karena merasa Iri dengan keberadaan rumah Allah yang setiap tahuh dikujungi oleh banyak manusia yang menunaikan ibadah haji.
Abrahah membuat Gereja yang besar dan mewah di Yaman, sebagai bentuk tandinga, tetapi ternyata Gereja itu tidak menarik. Satu-satunya cara agar orang pergi ke Gereja, yaitu dengan membongkar rumah tuhan yang sacral. Tetapi, tuhan tidak berkenan, sehingga Abrah dan komplotanyalari tunggan langgang oleh serangan burung yang di utus dari langit. Qisah ini di Abadikan di dalam al-Qur’an Q.S al-Fiil (1-5).

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s