sulitnya Haji Bagi Lansia…?

Biayanya haji semakin tahun semakin melejit tinggi. Pejabat tinggi negara yang terkait dengan hajia mengatakan bahwa naiknya ongkos haji reguler karena biaya pemondokan semakin mahal. Karena rencananya tahun ini semakin mendekati Masjidil Haram. Al-Hamdulillah kalau benar demikian, jika tidak, maka kita hanya bisa mengucapkan” |Naudu billah”.
Walaupun biayanya semakin tinggi, mereka yang telah niat, tekat yang bulat tidak akan mengentikan niatnya, karena sebagian besar calon jama’ah haji Indonesia meyakini bahwa haji itu adalah rukun islam yang harus dikerjakan. Wajar saja, jika kadang banyak yang menjadikan calon jama’ah haji sebagai komoditas. Sampai saat ini, tidak ada yang menolak, atau membangkan dengan peraturan pemerintah.
Terkait dengan antrian. Banyak masyarakat Indonesia yang menunggu berangkat haji, karena uangnya belulah cukup. Dalam istilah agama disebut dengan” Istitoah” cukup mampu secara vinansial. Bertahun-tahun mereka mengumpulkan hasil jerih payahya. Tetapi, ketika uang sudah muali cukum ternyata peraturan sudah mulai diberlakukan. Bagaiamana tidak ketika uang terkumpul, usianya sudah memasuki 60-65 tahun. Ia baru menyadari bahwa usianya tidak mungkin lagi kuat untuk berangkat ke-tanah suci, belum lagi pemerintah mewanti-wanti bahwa usia lansia sangat rentan dengan sakit dan penyakit.
Ini sangat menyesakkan dada, disisi lain ia berkewajiban menunaikan haji. Jika tidak, akan merasa berdosa kepada Allah SWT. Di sisi lain, usia yang sudah lansia, tidak mungkin lagi berangkat haji, apalagi anteran begitu panjang dan sangat banyak orang yang nitip agar setiap tahun bisa berangkat ke |Makkah.
Seorang kakek yang berusia 60 tahun ingin berankat, ketika melihat antrean yang panjang, ia mengela nafas panjang-panjang. ia-pung bertannya:” Jika aku daftar sekarang (2010), kira-kira berangkatnta kapan? Sang petugas haji menjawab;” Kek…, jika daftar sekarang ini, kira-kira berangkatnya tahun 2017? Mendengar kalimat itu, sang kakek mengerutkan dahinya. Dalam hati, ia mengatakan:” kiro-kiro umurkun nutut apa ngak ya?
Memang tidak sedikit masyarakat |Indonesia yang baru mampu pada usia yang sudah tua. Antean itu membuat mereka pesimis, belum lagi banyak orang yang setiap tahun berangkat. Bahkan, usia yang senja ini kadang rentan dengan penyakit, dan pemerintah saudi-pun membatasi usia jama’ah haji tidak lebih dari 60-tahun. Lantas bagaimana mencarikan solusia orang yang niat haji, yang baru mampu pada usia ini?

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s