Wanita Penoda Rumah Suci

Ketika aku masih menjadi mahasiswa, setiap hari pergi ke tanah haram untuk menambah pengetahuan dari para ulama’ terkemuka. Seperti Syeh Abdul Fattah, Syeh Makki Al-Bakistani, Syeh Karim Al-Banjari, dan kadang-kadang menemui penulis Sofwatu al-Tafasir, Syeh Muhammad Ali Al-Shobuni. Seperti biasanya, sebagian mahasiswa (santri) yang menuntut ilmu di Makkah memiliki rutinitas thowaf mengelilingi rumah Allah yang sacral itu.
Ketika musim liburan sekolah, rumah Allah semakin ramai. Sekeliling rumah Allah tidak pernah sepi dari para pencari pahala, dan ridho-Nya. Sudah pasti, jama’ah umrah berdatangan dari mana-mana, seperti Indonesia, Malaysia, Turkey, Iran, tergolong orang berada dan berkecukupan. Ini terlihat, kulit mereka bersih, bajunya juga bagus, performenya menarik. Mereka juga gemar belanja barang-barang bermerek, dan suka berwisata kuliner.
Bagi santri dan mahasiswa banyaknya jama’ah umrah membawa berkah sendiri. Ada yang mencari tambahan uang saku dengan menjadi Guide (mutoowif) jama’ah asal Indonesia dan Malaysia, singgapura seta brunai. Bagi sebagagian mutoffif, ini sungguh menyenangkan, karena sebagian jama’ah umrah itu terdiri dari gadis-gadis muda yang berparas jelita. Dari segai busana, dan aksesiorisnya terlihat sangat mapan dan berkecukupan.
Seorang santri yang biasa menjadi Guidenya ada yang terpikat dengan jama’ah sendiri, bahkan ada juga yang sampai menikah. Ini merupakan sebuah anugerah, karena sebagian santri dan mahasiswa di Makkah bukanlah orang yang cukup mapan. Inilah yang disebut dengan rejeki nomplok. Ada yang bilang, inilah yang disebut dengan berkah rumah Allah.
Bagi santri tertentu, banyaknya gadis-gadis belia yang berasal dari berbagai Negara merupakan musibah. Sebab, setiap melangkah-kan kaki mengelililingi rumah Allah, jantungnya berdetak kencang. Bagaimana tidak, gadis-gadis itu ngandoli kain ihramnya, karena takut ilang. Ada seorang mahasiswa, ketika membawa jama’ah umrah yang mayoritas wanita, dan berusia muda, cantik, dan menawan. Sebelum melaksanakan thowaf, ia berdo’a;’’ Ya Allah kuatkanlah imanku…betapa beratanya menghadap gadis-gadis cantik itu’’.
Para santri dan mahasiswa, ketika berkumpul, mereka berbincang-berbincang seputar aktifitasnya di haram (masjidil haram). Salah satu dari mereka mengatakan:’’ ketika saya melihat lima gadis Turkey sedang berjalan menunju tanah haram, ternyata yang cantik itu sepuluh’’. Ia-pun melanjutkan;’’ ternyata bayang-banyang gadis itu juga terlihat cantik.
Suatu ketika, seorang santri berdo’a di Multazam. Ia Yakin bahwa do’anya pasti dikabulkan. Kesempatan itu dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Dengan membawa selembar foto seorang wanita (perawat), ia-pun menuju rumah Allah. Setelah melaksanakan thowaf, tidak lupa ia bermunajat dibawah pintu ka’bah. Ternyata, lelaki ini berdo’a agar supaya gadis pujaanya kelak menjadi pasangan hidupnya. Sungguh, ini merupakan sebuah keajaiban, walaupun menurut para ulama’, hal ini merupakan sesutau yang tidak pantas untuk dilakukan. Karena menodai kescian rumah Allah.
Wanita, oh wanita ternyata keberadaanmu disekitar rumah Allah itu sering mengganggu kekhusukan lelaki. Wanita, janganlah kalian memakai baju yang ketat, membentuk, serta mengoda iman setiap lelaki yang melihat. Seandainya para malaikat dikaruniai nafsu, pasti mereka juga akat terpikat. Untung saja, para malaikat itu suci dan tidak pernah melanggar aturan-Nya.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Wanita Penoda Rumah Suci

  1. Ping balik: Wanita Penoda Rumah Suci | indiarrs.net Featured blogs from INDIA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s