KRONOLOGIS ISRA’ MI’ROJ NABI SAW

c. Latar belakang Isra’ Mi’roj( kronologisnya )
Peristiwa Isra’ Mi’raj (pertemuan rosulullah saw dengan Allah SWT) mempunyai kronologis, banyak pakar sejarah melontarkan pendapatnya, mereka penulis biografi Muhammad serta latar belakang isra’ mi’raj. Ketika usia Rosulullah mencapai kematangan (empat puluh tahun), beliau mendapat risalah kenabian untuk meyerukan tauhid kepada kaum qurais Mekah. Langkah pertama yang diambil oleh Rosulullah yaitu dakwah dengan cara bersebunyi-sembunyi agar tidak menibulkan kecurigaan, langkah yang kedua, risalah tersebut diserukan terhadap kelurganya sendiri. Hal ini dilakukan dengan kontinyu serta sungguh-sungguh. Langkah pertama dan kedua ternyata berhasil, banyak dari keluarga dan kerabatnya memeluk islam, termasuk Ali bin Abi Tholib, Istri beliau Khodijah binti Khuwailid, Abu Bakar Assidiq, kesungguhan Rosulullah ternyata membuahkan hasil yang sangat signifikan. Diawal-awal perjuangan Nabi medapati kesulitan yang luar biasa, beliau bembawa risalah kenabian seorang diri, tidak tahu bagaimana cara memulainya.
Risalah yang dibawa Rosulullah ternyata membuat pemimpin-pemimpin Qurais kebakaran jengot, mereka menganggab Muhammad telah meyebarkan keyakinan baru yang bertentangan dengan agama nenek moyang mereka, bahkan mereka mencibir dan menganggap bahwa Muhammad seorang kahin (dukun), majnun (gila/ terkena Jin), dan banyak lagi kalimat yang keluar dari mulut mereka. Orang-orang kafir Mekah berusaha mencegah dakwahnya rosulullah SAW dengan berbagai cara, mulai dari kekerasan sampai dengan car aiming-iming jabatan, perempuan, serta harta benda tapi Muhammad tidak sedikitpun tergoda dengan iming-iming mereka, bahkan meningkatkan kwalitas iman dan dakwahnya. Pernag suatu ketika para pemimpin qurais yang di pelopori Abu jahal ( Amr bin Hisyam ) mendatangi paman Nabi dan merayunya agar mencegah keponakanya dari aktivitas dakwahnya, lalu paman nabi meyampaikan dengan lembut dan halus kepada Muhammad pesan Abu jahal agar tidak terus menerus meyebarkan agama barunya tapi Muhammad menjawab dengan tegas “ Pamanku…! Demi Allah, sekali-kali aku tidak akan meninggalkan dakwahku, seandainya matahari diletakan ditangan kananku dan rembulan ditangan kiriku, aku bersumpah tidak akan meninggalkan dakwahku…!’’ lalu paman nabi menangis dan memeluknya dengan mengatakan “ Muhammad putra Abdullah “ berdakwalah sesukamu, aku tidak akan mencampurimu akan akan membelamu dan melindungimu” mendengar suara lembut pamannya pipi nabi basah dengan air mata, beliau terkagum-kagum dengan atas lindungan pembelaan Abdul Muttolib terhadap dakwahnya, walaupun tidak mau memeluk islam. Setelah gagal dengan cara halus, orang-orang kafir yang dipimpin Abu lahab, abu jahal, abu sufyan, terang-terangan mengintimidasi, megancam, menteror, siang malam bahkan setiap aktivitas dakwahnya agar belaiu tidak betah di Mekah serta meninggalkan dakwahnya. Namun aktivitas nabi tidak terganggu sedikitpun, rayuan, serta ancaman nyawa dari mereka tidak membuat putus asa, bahkan beliau semakin rajin meyebarkan agama barunya, hal ini juga karena mendapat motivasi dari paman nabi yang membela mati-matian dakwah keponakanya, disisi lain beliau mempunyai istri yang betul-betul setia dunia akhirat menemani dakwahnya bahkwa beliauwati (siti Khodijah) merelakan harta bendanya untuk berdakwah kejalan Allah, sungguh luar biasa..!. Intimidasi tidak pernah berhenti, ancaman semakin kuat dari fihak kafir Qurais Mekah, seiring dengan waktu, usia Abdul Muttolib semakin tua dan akhirnya meninggal dunia disusul dengan kekasih dunia akhirat Muhammad (Siti Khodijah) juga kembali kehadirat-Nya.
Tahun itu menjadi “Amul Hajn” tahun kesedihan karena kedua pilar dakwah serta tempat curahan hati, tidak lagi bersamnaya, beliau berfikir kemana lagi mencari pengganti. Akhirnya rosulullah SAW berangkat ke Thoif, dimana disana terdapat Bani Saad (Halimatus Sa’diyah) yang pernah menyusui diwaktu kecil dengan harapan mendapat pertolongan dari mereka.
Harapan beliau ternyata tidak sesuai dengan angan-angan, bani Saad ternyata juga tidak lebih baik dengan kaum Qurais, bahkan terkesan lebih kejam, mereka memusuhi Muahammad bahkan memusuhinya serta tidak mau menerimanya, batu-batu, kerikil dolontarkan kearah Muhammad SAW sampai menimbulkan luka-luka parah dan berdarah, kaki, tangan mengucurkan darah akbit ulah bani Saad. Muhammad kembali dengan luka berdarah, hati yang tersayat, ditengah terik matahari yang menyegat beliau berhenti beritirahat, hampir tidak ada sedikitpun harapan untuk meyebarkan risalah barunya, beliau tertegun dan bermunjat kepada-Nya “Ya Allah….! Sesungguhnya aku mengeluhkan ketidak berdayaanku… Maka datanglah Jibril as, dengan menawarkan bantuan dengan mengatakan “Ya Rosulullah…..! Seandainya engkau berkenan, aku akan mengankat gunung ini, dan aku lontorkan (embelkne) pada mereka yang telah menyakitimu..!” Rosululullah menjawab dengan kata-kat lembut dan kebesaran dan kesabaran jiwanya serta mendo’akan mereka, “Jangan hai Jibril “sesungguhnya, mereka tidak mengerti” (Ya Allah berilah petujuk terhadap kaumku, sesungguhnya mereka tidak mengetahui”. Sungguh luar biasa.
Kejadian ini membuat Muhammad merasa hamper putus asa, sesampai di Mekah, Allah memerintahkan Jibril untuk menemui Muhammad dan memberi kabar gembira (Busro) bahwa Allah SWT ingin bertemua dengan hambnya. Maka pada bulan Robiul Awal malam kedua pulu tujuh (27) bertepatan hari senin Rosulullah Isra’ dari Masjidil Haram berangkat ke Masjidil Aqso dan kemudian naik kelangit dan bertemua dengan Allah SWT yang terkenal dengan peristiwa Isra’ Mi’roj.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s