Umrah Yang Menyakitkan….!?

Nabi Saw pernah didemo oleh para sahabatnya yang miskin secara finasial. Para sahabat itu merasa rugi, karena ternyata orang kaya itu lebih beruntung dari pada mereka. Memang realitasnya begitu, yang bisa umrah ke Makkah ialah orang kaya, yang bisa berziarah kehadirat Rosulullan (masjid Nabawi), bersedekah dan zakat adalah orang-orang kaya. Sementara itu, orang-orang yang tidak berduit (miskin) harus gigit jari, karena tidak mungkin melakukannya. Apalagi mengeluarkan zakat dan bersedakah, susuatu yang sulit diwujudkan. Sedangkan mereka yang kaya, sholat, puasa, zakat fitrah, semuanya yang dilakukan sama persis dengan apa yang dilakukan orang-orang miskin.
Lantas, para sahabat itu memaparkan tuntutan kepada Nabi Saw. Sahabat yang mewakili mereka ialah Abu Dar al-Gifari, ia menyampaikan:’’ Wahai Nabi Saw. enak sekali mereka yang berduiti (kaya) bersedekah dengan hartanya, padahal mereka sholat sama dengan sholat kami, puasanya juga sama dengan puasa kami. Hanya saja, mereka memiliki kelebihan harta benda, sehingga bisa bersedekah dengan harta tersebut. Sedangkan kami, tidak memiliki harta benda untuk disedekahkan. Mendengar pemaparan itu, Nabi Saw menjawab:’’ Wahai Abu Dar..!bukankan telah aku ajarkan kepadamu kalimat (wiridan). Abu Dar menjawab :’’ Sendiko dawuh kanjeng Nabi. (H.R Abu Dawood)
Ternyata Wirdidan itu ialah membaca tasbih, tahlil, takbir, tahmid itu pahalanya juga besar. Jika orang miskin ingin melakukan ibadah yang pahalanya besar, maka sering-seringlah bertasbih dan bertahlil,. Itulah sedekahnya orang-orang yang tidak berduit. Bulan puasa adalah kesempatan meningkatkan kualitas dan kuantitas dzikir kepada-Nya setiap saat dan waktu. Loginya, orang kaya waktunya banyak disibukkan dengan mencari dan mengurusi harta bendanya, sementara orang miskin waktunya lebih banyak kosong. Waktu kosong itulah yang harus dipergunakan mengingat-ingat Allah SWT dimana saja berada.
Adalagi ibadah yang kadang terkesan arogan orang-orang kaya, yaitu Ibadah umrah setiap tahun pada bulan puasa. Sementara tetangganya bertahun-tahun mengimpikan naik haji, tetapi tidak kesampaian. Atau mereka yang kesulitan urusan dapurnya, kadang sakit tidak ada yang memperhatikan (mengobatkan). Sementara dengan bangganya mereka yang berduit menunaikan ibadah umrah setiap tahun. Mereka-pun menganggab bahwa apa yang dilakukan sesuai dengan tuntunan agama, dan sunnah Nabi. Padahal ia tahu, bahwa tetangga itu benar-benar sangat kesulitan.
Memang, menunaikan umrah pada bulan ramadhan mempunyai nilai dan pahala yang lebih bila dibandingkan dengan bulan yang lain. Dalam sebuah Hadits dikatakan:’’Umrah di bulan Romadhan sebanding dengan haji atau haji bersamaku. (HR: Bukhari dan Muslim). Tetapi, alangkah baiknya jika dana umrah itu dipergunakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kemakmuran masyarakat miskin yang semakin terpuruk hidupnya. Lebih baik mana, membantu orang-orang miskin, melarat, serta orang sakit dari pada dipergunakan untuk umrah setiap tahun?
Tidak apa-lah, sekali-kali umrah. Akan tetapi jika setiap tahun datang ke Makkah, menginap dihotek mewah nan megah, kemudian merasa bahwa dirinya merasa dekat dengan tuhan, dan cinta kepada Nabi Saw. Sementara umrahnya hanyalah karena kebanggan dan kepuasan hati. Seandainya Umar Ibn al-Khatab bisa bangkit kembali melihat orang tersebut, Umar tidak segan-segan membentaknya. Mungkn Umar segera mengusirnya agar segera pulang ketanah air. Sebab, umrah hukumnya sunnah, sementara membantu orang lemah hukumnya wajib. Dan Negara ini, sebagian besar pendudukanya adalah kaum yang lemah.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s