ANGKA KERAMAT DI RAMADHAN

Salah satu angka menarik yaitu ganjil (witir). Dan Nabi Saw tidak pernah meninggalkan sholat witir. Paling sedikit, witir itu satu rakaat, hingga 11 rakaat. Allah sendiri witir (esa), dan Allah SWT menyukai sesuatu yang ganjil. Tarawih yang menurut para ulama dilakukan 20 rakaat, ternyata diahiri dengan witir. Begitu juga mereka yang melakukan tarawih 8 rakaat, mereka-pun meng-ahirinya dengan witir.
Masih membicangkan angka keramat. Ketika Nabi hijrah ke Madinah, pada bulan puasa, beliau melakukan berperang dengan kelompok orang-orang kafir Makkah. Jumlah pasukan Nabi Saw tidak banyak, hanya 113. Nilai ini sangat menarik, karena jumlahnya gajil. Dan, ternyata peperangan itu terjadi tepat pada tanggal 17 ramadhan (tanggal gajil). Pertempuran itu dimenangkan oleh kaum muslimin dalam tempo tidak terlalu lama.
Masih membicangkan angka keramat, di dalam beberapa literatur sejarah islam diceritakan bahwa malam lailatul qodar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan jatuh pada sepuluh terahir bulan Ramadhan. Pada sepuluh terahir itu, menurut sebagian besar ulama’ bahwa Lailatul Qodar itu jatuh pada malam-malam witir (ganjil). Oleha kareana itu, sebagian orang meyakini bahwa malam ganjil, 21, 23, 25, 27, 29 adalah salah satu malam lailatul qodar.
Konon, diantara malam ganjil, tanggal 27-lah yang dinyatakan paling mendekati Lailatul Qodar. Pada malam ini, biasanya penduduk Arab berbondong-bondong menuju Makkah guna menyambut detik-detik turunnya al-Qur’an (Lailatul Qodar). Bukan hanya di Arab, disebagian pelosok Negeri, masjid-masjid penuh dengan jama’ah tarawih, sedangkan tangal genap banyak yang absen.
Angka-Angka yang disebutkan diatas tentunya memiliki keistimewaan. Hanya saja manusia belum mampu menguak rahasia tersebut, karena keterbatasan kemampuan yang dimilikinya. Yang terpenting ialah, bagaimana memaknai tanggal ganjil tersebut dengan penuh hikmah, seperti Lailatul Qodar tepat pada malam 27, dan turunya al-Qur’an ketika Nabi Saw sedang berada di Go’a Nur tepat pada Tanggal 17 Ramadhan, dan perang Badar tepat pada tanggal 17 ramadhan. Konon, kenapa kemerdekaan Indonesia tepat pada tanggal 17 Agustus, karena nilai Ganjil disitu penuh dengan makna dan berkah. Wallau a’lam.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s