Kebablasan Dalam Beragama

Negeri Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau terasa aman. Orang bebas melaksanakan ibadah sesuai dengan keyakinan masing-masing. Penyakit paling bahaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ialah kebablasan dalam beragama. Dalam istilah agama disebut dengan ‘’al-Guluu fi al-Diin’’.  Munculnya pengeboman-pengeboman di berbagai tempat, seperti Hotel Marriot, Bali, karena kebablasan dalam beragama. Mereka menganggab bahwa, keyakinan mereka paling benar, sehingga menganggab bahwa yang lain salah, bahakan terseset. Yang lebih mengerikan, ada sebagian orang yang melakukan kekerasan secara fisik, sekaligus meng-kafirkan sesama muslim. Jika demikian, tidak mungkin bangsa Indonesia yang besar ini menjadi tenang dan tentram.

Biasanya, yang melakukan kekerasan (kebablasan dalam beragama) itu bukan hasil produk dalam negeri, seperti pesantren. Tetapi berasal dari timur tenggah, walaupun tidak semuanya begitu. Yang jelas, Indonesia menjadi tempat menarik bagi mereka. Yang lebih ironis, apa yang mereka lakukan dengan mengatasnamakan agama, yang ber-aliran Aswaja (ahlus sunah wal Jama’ah). Padahal, islam yang ber-aliran aswaja itu selalu mengajak damai, dan tidak menebarkan kekerasan atau permusuhan.

Kebablasan dalam beragama bukan hanya terjadi pada umat islam, tetapi pada semua keyakian dan agama yang ada. Lihat http://jawapos.co.id/halaman/index.php?act=detail&nid=155784. Mereka tetap ingin beribadah pada tempat semula. Ini sangat bahaya, karena akan menimbulkan konflik baru. Ke-ngototan ini, ahirnya menimbulkan analisa baru, jangan-jangan ibadah yang mereka lakukan bukan karena melaksanakan perintah tuhan, tetapi ada unsur-unsur politiknya. Sikap mereka juga dikategorikan dengan’’Kebablasan dalam beragama’’. Dan ini merupakan penyakit yang harus segera disembuhkan, agar bangsa Indoensia tetap aman dan nyaman bagi siapa saja.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s