Tes Kehamilan Bagi Calon Haji Wanita

EPUBLIKA.CO.ID, SOLO—Calon haji (calhaj) wanita asal Solo yang berasal dari Pasangan Usia Subur (PUS) menjalani tes kehamilan sebelum mendapat suntikan vaksinasi meningitis. Pemeriksaan kehamilan dengan tes urine tersebut dilakukan untuk mengantisipasi manipulasi kondisi calon haji.

”Untuk pemeriksaan urine, calon haji wanita wajib kencing di tempat pemeriksaan. Kalau kondisi hamil tidak boleh mendapatkan vaksin meningitis,” ujar Kabid Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Titik Kadarsih, kepada wartawan di sela-sela pemberian vaksin meningitis di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Solo, Selasa (28/9).

Titik mengatakan, calhaj dalam kondisi hamil masih bisa berangkat jika sudah mendapatkan vaksin tersebut sebelumnya. Wanita hamil yang boleh berangkat ke tanah suci hanya mereka yang usia kehamilannya antara 14 hingga 32 minggu, karena dianggap aman. Selain melakukan pemeriksaan kehamilan dengan tes urine, petugas juga melakukan pemeriksaan fisik yang bersangkutan.

Selain melakukan pemeriksaan fisik terhadap calhaj wanita, petugas juga memeriksa calhaj dengan risiko tinggi. Mereka adalah yang sudah berusia lanjut serta menderita suatu penyakit dan kondisi tubuh yang tidak fit karena terjangkit flu. DKK menyarankan mereka mendapat vaksinasi influenza selain vaksin meningitis.

”Kalau untuk vaksin meningitis gratis sedangkan untuk vaksin flu harus membayar sebesar Rp 150 ribu karena memang tidak diwajibkan. Kami telah mengirimkan permintaan kepada provinsi untuk kebutuhan vaksin flu ini,” jelas Titik.

Pada Selasa ini, sebanyak 677 jamaah calon haji asal Kota Solo mulai mendapatkan suntikan vaksinasi meningitis. Pemberian vaksin meningitis tersebut dilakukan selama dua hari mulai Selasa hingga Rabu (29/9) dan dilakukan oleh DKK Solo. “Vaksin yang kami dapatkan sangat terbatas yakni hanya 700 buah, sementara jumlah calon haji dari Kota Solo sebanyak 677 orang. Padahal kemarin Solo juga mendapatkan mutasi calon haji dari daerah lain. Kalau memang nanti masih kurang, bisa mengajukan ke provinsi tetapi jumlah vaksin di provinsi juga sangat terbatas,” tegas Titik.

Lebih lanjut, Titik mengatakan, vaksin Menveo ACW135Y yang digunakan untuk haji tahun ini telah mendapatkan rekomendasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan berasal dari Novartis Italia. Sehingga pihaknya menegaskan bahwa vaksin yang diberikan kepada calon haji tersebut adalah halal.

Untuk masa berlaku vaksin meningitis saat ini selama tiga tahun atau lebih lama dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya berlaku dua tahun. Sementara, untuk vaksin flu masa berlakunya selama satu tahun tetapi bisa juga dalam jangka waktu enam bulan, yang bersangkutan mendapatkan vaksin ini lagi. Nuraini, Endro Yuwanto /Yanto

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s