Perhatikanlah Jama’ah Haji Sebagaimana Allah Memperhatikan Merka

Ketika orang sudah niat haji, Allah sudah mencatatnya dengan nilai ibadah haji. Walaupun tidak bisa menunaikan karena sakit, atau meninggal dunia. Niat telah tercatat, setoran haji yang belum lunas, akan tetapi tidak bisa berangkat ketanah suci, karena terhalang, seperti wafat, karena mafia haji, maka kelak akan dibangkita dan berkumpul dengan para jama’ah haji dengan mengenakan kain ihram. Lisannya tak henti-henti ber-talbiyah.
Mengingat calon haji adalah duta Allah, maka segala permintaan dan do’anya akan dikabulkan oleh Allah SWT. Apalagi, mereka benar-benar niat, dan mengumpulkan uang sedikit demi sedikit (nabung), semata-mata karena ingin memenuhi panggilan-Nya. Jika mereka terkendala karena mafia, maka Allah-pun akan memberikan teguran kepada mereka yang menodai calon tamu-Nya.
Di dalam sebuah keteranga hadis, Nabi Saw menuturkan:’’ para jama’ah haji dan umrah adalah duta Allah, manakala mereka berdo’a, maka Allah mengabulkan, manakala mereka memohon ampun (istigfar), maka Allah mengampuni mereka. Di dalam redaksi lain, Nabi Saw menuturkan:’’ Allah mengampuni orang yang menunaikan ibadah haji, dan mengampuni mereka yang dido’akan (Musnad Umar Ibn al-Khattab)’’.
Di dalam tradisi orang Indonesia, sebagian besar jama’ah haji yang pulang dari kota suci didatangi oleh kerabat, rekanan, tetangga. Mereka mengucapkan selamat atas kelancaran pelaksanaan haji selama berada di tanah suci Makkah dan Madinah. Mereka juga berdoa’ agar hajinya mabrur (diterima) disisi Allah swt. Walaupun tidak dipungkiri, bahwa ada sebagian dari mereka mengharapkan oleh-oleh haji, seperti tasbih, kopyah sajadah, kurma, dan air zam-zam, itu semua adalah aksesioris dan seni orang berziarah haji.
Yang paling penting dalam dalam sebuah tradisi ziarah haji adalah meneladani sikap Nabi, dimana ketika beliau (Nabi) tiba di kota Madinah seusai menunikan haji, beliau menyembelih seekor kambing atau sapi (H.R. Bukhori 2859), sebagai rasa syukur kehadirat Allah Swt atas nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya. Jika sebagian umat islam memberikan oleh-oleh ringan kepada tamunya, hal itu tidak bertengtangan dengan aturan agama, asalakan nilainya tidak berlebihan dan tidak bertengatangan.
Lebih-lebih, bisa menyembelih sapi atau kambing, akan tetapi ini bersifat sunnah dan tidak mengikat. Seorang ulama’ fikih menjelaskan dalam bukunya ” al-Fiqh al-Wadih” yang artinya” disunnahkan bagi orang yang telah menunaikan ibadah haji, ketika sudah tiba ditanah air (rumah), untuk menyembelih seekor onta atau sapi atau kambing, kemudian diberikan kepada orang-orang fakir dan miskin, tetangga serta saudara kerabat sebagai bentuk pendekatan kepada Allah, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh baginda Nabi .
Jadi, Walimat al-Hajj (jamuan makan terhadap tamu), berupa makanan bernilai sedekah. Nabi menganjurkan kepada semua pengikutnya berlomba-lomba bersedekah berupa makanan, belaiu pernag ditanya sepuatar amalan yang bisa mejadi wasilah masuk surga, beliau pernah ditanya oleh seorang sahabat seputara amalan yang terbaik dalam islam, beliau menjawab” tut’im al-Toam,wa taqrou al-salam ala man arofta wa man la ta’rif,” artinya berilah makan, ucapkanlah salam kepada orang yang engaku kenal atau kepada orang yang belum engkau kenal (H.R.Bulhori dan Muslim).
Terkait dengan ziarah haji, ini sangat dianjurkan, dan ini merupakan tuntunan Nabi yang mesti dilestarikan, bukan dihilangkan, atau tidak dilakukan. Yang perlu dihindari adalah sikap berlebih-lebihan, seperti merayakan dengan ” karaoke, dangdutan, atau tidak selaras dengan nilai-nilai islam. Namun, selama masih dalam koridor tuntunan agama, maka ini menjadi tradisi yang mesti dilestarikan sepanjang jaman. Yang perlu diingat, do’a jama’ah haji benar-benar diperhatikan oleh Allah SWT, selama niat dan pelaksaanya tidak bercampur dengan kotoran (dosa).
Wahai calon jama’ah haji, kami semua titip do’a. Jangalah berdo’a untuk kepentingan dirinya sendiri. Sesungghnya, bangsa Indonesia juga perlu dido’akan, agar musibah demi musibah sirna. Pemimpin masa depan lebih baik, wakil rakyat juga tepat janji. Para pejabatnya juga tidak memikirkan perutnya sendiri. Sesungguhnya, Allah nberjanji bahwa do’a kalian (jama’ah) akan dikabulkan. Dan, orang-orang yang engkau tinggalkan juga senantiasa mendo’an agar semua pelaksanaan ibadah haji lancar. Pulang ketanah Air dengan membawa predikat Haji Mabrur.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s