Jangan Menjadi ‘’Romli’’ Rombongan Liar

Ketika musim haji tiba, maka ini menjadi kesempatan penduduk Makkah untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya. Semua jenis usaha, seperti; pemiliki hotel (apartemen), bedak (pertokoan), angkutan (transportasi), peternak kambing, restoran benar-benar memperoleh keuntungan. Bisa dikatakan, bulan haji merupakan musim panen bagi penduduk Makkah. Baik yang asli atau aspal (mukimin).
Karena besarnya keuntungan usaha dimusim haji, maka banyak sekali yang tertarik menanamkan modal di Makkah, seperti Bakso Si Doel, Sate Lombok, Restoran Sumatra. Bagi sebagian orang Indonesia yang lama di Makkah, ternyata bulan haji menjadi berkah tersendiri. Betapa tidak, banyak sekali yang menjalin mitra kerja dengan KBIH-KBIH di Indonesia, seperti menyediakan catering, kambing, badal haji, menyediakan transportasi, hingga menjual piagam haji. Ada juga yang menyempatkan diri menjual nasi, sambel, serta gado-gado setiap pagi di sekitar maktab para jama’ah haji.
Pemandangan ini sudah tidak asing lagi, bahkan telah menjadi budaya masyarakat Indoneisa (mukimin) yang tinggal di Arab Saudi (Makkah). Kelihatanya memang sangat remeh, tetapi penghasilanya luar biasa. Bisa jadi, di Arab hanya jualan nasi, tetapi dirumah memiliki rumah mewah, perabotan serba wah…dan mobil-pun juga wah…! Inilah yang disinyalir oleh Nabi Saw dengan ‘’hajinya bagi orang miskin untuk meminta-minta, dan orang yang untuk berdagang’’. Nyata sudah ramalan Nabi Saw.
Yang perlu diperhatikan dan memdapat sorotan ialah, mereka-mereka yang datang ke Makkah dengan mengenakan pakaian ihram, tetapi sesungguhnya mereka itu termasuk rombongan liar (romli). Kenapa demikian? Sebab, mereka bukanlah jama’ah haji yang ikutan antre menunggu, tetapi mencari kesempatan dengan mengatasnamakan jama’ah dinas, tetapi sesungguhnya mereka mencari ke-untungan dari proyek-proyek pemondokan haji, hotel, atau catering. Ahirnya, menimbulkan dugaan, kenapa harga pemodokan Indonesia terkesan mahal dibandingakan dengan Negara sekitar. Di samping mahal, jauh pula.
Salah satu penyebabnya ialah, adanya Romli-Romli yang sengaja itulah yang menjadikan harga pemodokan melangit, sehingga tamu-tamu tuhan itu tidak bisa menikmati ibadah setiap waktu di Masjdil haram. Satu kalimat yang sering menjadikan jama’ah luluh ’’ Pak Haji Sabar…ya? Sebab, tidak baik jama’ah haji marah di kota Makkah, karena akan mengurangi ke-maburan haji….!Wahai tamu-tamu Allah, bersabarlah. Sebelum sampai di Makkah, maka perbanyaklah materi sabar…..!?. Semoga, tahun ini romli-rombli sudah tidak ada lagi. Pak Menteri…tolong, haji tahun ini diperhatikan, jangan sampai ke-mabruran mereka berkuarang, karena pelayanan yang tidak menyenangkan…!

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s