Antara Hajinya, TKI, Haji Plus, dan Orang Arab Saudi


Indonesia dan timur  tenggah sesungguhnya memiliki banyak kesamaan. Sebab, islam sebagai agama terbesar masyarakat Indonesia berasal dari timur tenggah (Makkah). Dan, sebagian kosa kata yang dipergunakan masyarakat muslim Indonesia adalah bahasa Arab. Bahkan, banyak istilah dalam pemerintah Indonesia juga menggunakan istilah Arab, seperti Rakyat (رعية ),  Majlis (مجلس ) Permusyawaratan (المشاورة ), Dewan (ديوان ) Hakim (حاكم ), wasit (وسيط ). Dan, sebagian besar nama-nama orang islam di Indonesia juga menggunakan bahasa Arab. Dan, ini menjadi bukti, bahwa antara orang Indonesia dan Arab memiliki kesamaan-kesaaman.

Dan, tidak sedikit masyarakat Indonesia keturunan Arab. Ini terlihat dari bentuk fisik, wajah, dan juga  dialek mereka yang banyak menggunakan istilah Arab. Walaupun asal muasal mereka yang bermukim di Indonesia dari Yaman. Jika ditelusuri, Yaman merupakan asli orang-orang Arab yang kemudian menyebar keseluruh pelosok Jazirah Arabiyah. Bahkan, orang-orang Arab itu masuk ke pelosok-pelosok Indonesia. Dan, ternyata orang-orang Melayu, seperti Jawa, Sunda,  juga welcome banget terhadap mereka. Terbukti, orang-orang Arab Yaman membaur dengan masyarakat setempat tanpa kesulitan yang berarti.

Seiring dengan perkembangan waktu, orang Arab menyebar, hingga ke-Arab Saudi. Dulu, Arab Saudi tergolong Negara miskin, dan serba susah. Setelah ditemukan sumber minyak yang sangat melimpah ruah, kini menjadi kaya raya. Negara Saudi Arabia menjadi salah satu Negara yang paling banyak duitnya. Sumber penghasilan Negaranya ialah Minyak, dan kujungan Haji dan Umrah setiap tahun. Dua kota suci menjadi andalan pemerintah Arab Saudi.

Jika Jama’ah haji Indonesia pada masa 1970-an sangat dimulyakan dan dihormati oleh penduduk Arab Saudi (Makkah dan Madinah). Sebab, para jama’ah haji yang datang dari Jawa, Madura, Sumatra, Kalimantan, termasuk orang-orang kaya dan pemurah. Mereka datang dengan membawa perbekalan yang cukup banyak. Perjalanan, menunaikan Ibadah haji memerlukan waktu yang cukup lama, karena transportasinya menggunakan kapal laut. Perjalanan haji orang-orang terdahulu benar-benar sakral dan penuh dengan nuansa spiritual yang sangat tinggi. Berbeda dengan perjalanan haji masa kini, yang kadang hanya sekedar picnic dan rekreasi.

Padah hakekatnya, filsafat haji itu merupakan perjalanan suci. Lihat, saja kain ihram yang serba putih itu mengisyaratkan atas kesucian niat. Nabi Saw menuturkan’’ sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niat’’ . Di mata Allah, semua jam’ah haji itu sama. Walaupun orang Arab, jengotnya panjang, berjubah panjang, jika bersikap angkuh, sombong kepada orang-orang Indonesia. Maka, haji mereka sia-sia, karena hakekat baju putih itu, mencerminkan bersihnya hati dari segala penyakit hati.

Tuhan juga tidak membedakan antara hajinya TKI dengan mereka yang datang dari pelosok negeri. Tuhan juga tidak pernah membedakan haji plus dengan hajinya para tenaga kerja Indonesia. Semuanya sama dihadapan tuhan yang maha Agung nan Sempurna. Tuhan juga tidak pernah membedakan status social, kebangsaan, pakaian, serta jabatan yang disandang. Jadi, orang-orang Arab yang mengangab TKI itu rendah. Sesunggunhya, mereka telah menampar muka Allah di tanah suci. Orang-orang Arab inilah yang kadang justru menodahi tanah suci Makkah dan Madinah. Yang membedakan antara haji plus, regular, TKI, serta orang Arab ialah kualitas keimanan dan ketaqwaan mereka kepada Allah Swt.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Seputar Haji. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s