Sepeda Nabi Adam dan Hotel Clinton…

Haji telah usai. Semua berharap ritualnya haji menjadi haji mabrur (diterima), karena balasan haji mabrur adalah surga. Sudah menjadi sebuah tradisi sunnah Nabi, bahwa mereka yang datang pertama (kloter awal) mengambil program Arbain, yang artinya melaksanakan sholat 8 hari dengan jumlah 4o sholat. Mereka yakin, bahwa sholat selama empat puluh kali berjam’ah tanpa terputus bisa membawa dampak kebaikan didunia dan ahirat. Nabi Saw menuturkan sholat yang empat puluh kali berjama’ah tanpa putus akan terbebasa dari siksaan api neraka dan juga terbebas dari sifat munafik.

Sedangkan, bagi mereka yang masuk kloter ahir, biasanya mengambil program Arabain setelah acara ritual haji selesai. Hari-hari ini, semua jam’ah haji mulai masuk kota Nabi Saw, dan sebagian lagi kembali kenegaranya masing. Mereka berharap, hajinya diterima sehingga prilakunya semakin membaik dari sebelumnya. Mereka tidak lupa menghafalkan do’a-doa pendeka, sebab tradisi meminta berkah do’a masih berjalan. Dengan seluruh daya upayanya, mereka mencoba menghafalkan do’a, dengan harapan tidak malu manakala ada tetangga minta do’anya.

Yang paling unik nan menarik ialah. Hampir 90% jama’ah haji belum pernah naik pesawat. Jadi, mereka membawa peralatan tajam, ada juga yang membawa air Zam-zam, ada juga yang membawa kambal besar-besar. Sehingga menyulitkan dirinya sendiri. Jeddah berati nenek. Orang banyak yang mengira, bahwa Jeddah adalah kota tempat diturunkan Hawa. Walaupun berita ini masuk sulit untuk dipercaya, akan tetapi sudah menjadi rahasia umum, bahwa jama’ah haji yang datang dari pelosok negeri mengatakan bahwa Hawa, dimakamkan di Jeddah.

Ma’lumlah, mereka orang-orang desa yang tidak pernah membaca sejarah, dan juga hanya sekali menunaikan ibadah haji seumur hidupnya. Anehnya, para pembimbing haji juga membenarkan bahwa Jeddah itu tempat makamnya Hawa. Lucunya, sang Guide, ketika mengajak City Tour kota Jeddah juga memberikan informasi yang salah. Dimana, kota Saudi memang banyak simbol-sombol, seperti; Sepeda, Perahu, Pesawat. Ketika Jama’ah haji satu rombongan melihat monumen’’ Sepeda dan Perahu’’. Dengan enteng, Sang Guide mengatakan bahwa sepeda itu adalah milik Nabi Adam. Sedangkan perahunya adalah peningalan Nabi Nuh as. Ya…namanya jama’ah haji asal desa. Mereka-pun percaya seratus persen cerita itu. Apalagi, yang bercerita mengenakan jubah putih dengan jenggotan. Membuat berita semakin dapat dipercaya. Wal hasil, ketika jama’ah haji pulang ke kampungya bercerita bahwa dirinya telah menyaksikan sepeda Nabi Adam yang dipajang di Jeddah. Dia-pun membayangkan, betapa besarnya Nabi Adam, karena sepedanya juga sangat besar sekali.

Cerita inilah yang menjadi serba-serbi jama’ah haji Asal pedesaan. Apa yang dilihat, menjadi cerita menarik dengan bumbu-bumbu khas Indonesia asli. Ada lagi yang menarik, ketika salah satu jam’ah bercerita bahwa dia bertemu dengan saudaranya di Makkah. Tempat pertemuannya dihotel HILTON. Karena tidak memperhatikan, dan juga tidak membaca tulisan nama hotel tersebut. Sang jama’ah bercerita bahwa dirinta bertemu dengan saudaranya di hotel CLINTON…. Dengan percaya diri, dia mengulang-ulangan ‘’Clinton itu bagu sekali…!

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Seputar Haji. Tandai permalink.

2 Balasan ke Sepeda Nabi Adam dan Hotel Clinton…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s