Desain Rumah Surga di Dunia

Rumah adalah tempat tinggal, sekaligus tempat beristirahat setelah melakukan aktifitas sepanjang hari. Rumah, juga menjadi tempat untuk aktifitas keluarga, seperti:  makan minum kopi, tidur, bersantairia bersama keluarga, dan juga belajar. Rumah juga berguna untuk berteduh dari panasnya sengatan matahari dan dinginya udara malam. Oleh sebab itu, setiap orang bercita-cita mempunyai rumah sendiri, walaupun kecil. Allah SWT mengibaratkan rumah itu sebagai tempat berteduh (Q.S al-Nakhl 80). Tidak satupun dari mahluk-Nya yang bernyawa, kecuali berusaha memiliki tempat tinggal sendiri, walaupun itu kecil. Dan, tuhan telah menjamin rejeki setiap mahluknya yang menghuni langit, bumi, udara, dan lautan.

Manusia adalah mahluk paling sempurna dan paling mulia dari segi penciptaanya. manusia adalah kholifah di muka bumi ini, manusia paling berhak memiliki tempat tinggal yang layak agar semua aktifitasnya bisa berjalan dengan baik. Bagi manusia, rumah bukalah sekedar bangunan. Lebih dari itu, rumah adalah tempat berteduh, istirahat, makan, minum, bermaian, beribadah (masjid), pendidikan (madrasah), perpustakaan, sekaligus tempat rekreasi (wisata) anak-anak, serta tempat membagun keluarga sakinah di bawah naungan al-Qur’an. Oleh karena itu, sebuah kewajaran bagi setiap manusia yang ingin men-desain rumah bagus, bersih, indah, dengan keluarga yang penuh dengan kebahagiaan dan kedamaian.

Nabi Saw dan istri-istrinya menjadikan rumah itu sebagai tempat yang paling istimewa. Beliau betah di rumah, karena sang istri mampu memberikan ketentraman dan kedamaian, baik sebagai ibu rumah tangga, atau sebagai belahan jiwa. Rumah itu gambarkan penghuninya. Jika rumahnya kumuh, tidak sehat, sebuah gambaran nyata bahwa penguninya adalah sosok yang kopros (jorok). Manakala rumah itu dipenuhi dengan beraneka ragam gambar, kartun, maka bisa dipastikan bahwa penghuninya adalah pecinta kartun dan seterusnya. Manakala rumah itu dipenuhi dengan aneka ragam bacaan, sudah barang tentu penghuniya adalah pecinta buku dan gemar membaca. Begitulah gambaran umum sebuah rumah.

Rumah Nabi Saw tidak pernah sepi dari lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an. Bibir Nabi yang merah, selalu basah dengan dzikir, tahlil, tahmid, tasbih, semuanya itu menghiasi kediamanya sehingga menjadi rumah yang berkah nan sejahtera. Sehingga aura rumah itu memancar kesegenap penjuru dunia sampai saat ini. Istri-istri Nabi Saw juga termasuk wanita yang selalu setia menjaga al-Qur’an, dan mengamalkan kandunganya. Mereka tidak pernah melewatkan hari-harinya, kecuali mengingat Allah SWT.

Sebagai pengikut setia Nabi, sayogyanya kita mampu meneladani dengan segenap kemampuan. Dunia ini merupakan ladang ahirat. Ketika seseorang telah berkeluarga, maka dia akan merencanakan membuat sebuah tempat tinggal yang indah nan asri untuk berteduh bagi dirinya dan istrinya serta anak-anaknya. Dan, ketika tuhan memberinya rejekinya, biasanya sepasang suami istri membeli sebuah rumah untuk tempat tinggalnya.

Bagi  seorang wanita, yang sekaligus seorang istri sejati, rumah merupakan segala-galanya. Dan, suami merupakan imam, baik sholat dan juga kepala rumah tangga. Dan, ketika keduanya mampu menempatkan posisinya di dalam rumahnya, sendiri maka sesunggunya suami istri telah membangun miatur surga.  Jika seorang suami mampu menjadi panutan, dan istri juga mampu menjadi seorang Ibu sejati buat anak-anaknya. Dan, mereka-pun menjadi pasangan keluarga yang senantiasa menjaga perintah-perintah-Nya, dengans sebaik-baiknya, dan menjauhi larangan-Nya. Maka rumah tangga itu telah menemukan desain surganya kelak di Ahirat.

Allah Swt menerangkan, suatu ketika sepasang suami istri dan putra-putrinya akan menempati istana di dalam surga. Q.S Yasin (33:56) yang artinya:’’ Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Jadi, sayogyanya seorang suami dan istri sepakat, bagaimana men-desain rumah dunia yang kelak juga akan menjadi tempat tinggalnya di Surga. Tidak ada cara lain, kecuali menghidupkan rumah itu dengan cahaya-Nya dan tuntunan Nabi Saw. Inilah yang disebut dengan’’Rumahku adalah Surgaku’’. Jangan, sampai sebaliknya, rumah menjadi ajang pertempuran antara suami istri, sehinga anak-anaknya tidak betah dirumah. Dan, jangan samapi Men-desain Rumah Bagus secara fisiknya, tetapi di dalamnya panas, seperti panasnya bara api neraka yang menyala-nyala.

 

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan Anak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s