Ketika Salah Memahami Islam

  • Seorang Ulama’ besar Mesir, dalam sebuah catatanya menceritakan bahwa ada barat yang memeluk islam mengatakan:’’ al-Hamdulillah (segala puji bagi Allah yang telah memberiku hidayah (petujuk) memeluk islam sebelum saya melihat kondisi orang-orang islam. Pernyataan orang barat ini sangat mengelitik, sebab dia memeluk islam bukan karena tertarik atau simpatik, atau karena motif lainnya. Tetapi, beliau memeluk islam karena senantiasa membaca dan mempelajari nilai-nilai islam yang di ajarkan Allah Swt di dalam al-Qur’an dan yang di apalikasikan oleh Nabi Saw.

Seandainya, Dia melihat kondisi umat islam yang sejatinya, baik yang di Indonesia (Asia Tenggara), Arab Saudi (timur tenggah), pasti akan berbeda. Di mana, orang-orang islam di Timur Tenggah, seperti Arab Saudi ternyata sangat kejam terhadap para TKI, dan tidak menghormati terhadap orang lain. Jika melihat orang islam di Indonesia, mereka akan kaget dan terperanjat. Sebab, banyak sekali lelaki yang berjubah putih dan panjang, berjengot, ternyata lebih suka membawa pentungan. Dan, setiap demontrasi mereka memekikkan ‘’Allahu Akbar….! Belum lagi, sebagian kelompok yang mengikuti madhab’’Imam Samudra’’, yang lebih suka Ngebom.

 

Sudah waktunya umat islam membangun performa yang menarik, simpatik, sesuai dengan ajaran Nabi Saw, bukan anarkis. Dengan begitu, penilaian terhadap islam benar-benar mencerminkan ajaran Nabi Saw yang bersifat rahmatan lil alamin. Islam yang ditampilkan oleh Nabi Saw benar-benar menyeluruh. Semua warga yang tinggal di Madinah, memperoleh perlindungan hukum secara adil. Bahkan, di jaman Nabi Saw, sebagian para sahabat benar-benar mencerminkan warga yang sadar hukum. Tidak sedkit dari sahabat yang melakukan pelanggaran agama. Justru, mereka datang kepada Nabi Saw agar supaya segera dijatuhi hukuman. Dan, ini tidak ditemukan dinegara-negara islam.

 

Perkembangan islam di negeri nusantara ini bukan melalui pendekatan politik (parlemen), tetapi melalui pendekatan budaya dan moral. Di antara mereka yang berhasil di dalam mengembangkan islam disebut dengan’’al-Duatu al-Tis’ah’ atau yang lebih populer dengan sebutan wali songgo. Keberhasilan mereka, kuncinya pada kematangan intelektual dan spiritual. Wajar, jika mereka mampu menghadapi siapapun, dalam kondisi apapun. Jadi, salah besar jika ada sebagian orang yang berpendapat bahwa Wali Songgo itu dakwahnya belum tuntas, atau menganggab bahwa dakwah Wali Songgo itu belum berhasil.

 

Sangat wajar, jika ini dilontarkan oleh sekelompok partai politik, karena logika yang dipergunakan logic politik pragmatis. Lebih ironis lagi, jika yang mengatakan ini adalah orang yang belum memberikan kontribusi dakwah yang berat, sebagaimana yang dihadapi oleh Wali Songgo. Sudah saatnya, islam menampilkan moralnya baik dalam dunia ekonomi, pendidikan, social, dan politik. Jangan sampai islam hanya menjadi karyawan politik, dan mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mengunakan atribut islam.

 

Ajaran  islam yang diajarkan Nabi Saw kepada para pengikutnya bersifat kaffah (menyeluruh), bukan sepotong-potong. Dan aplikasinya, islam juga bersifat balance (tawassut). Dalam konteks ke-Indonesia-an, sebagai warga Negara Indonesia, umat islam harus menjunjung tinggi nilai-nilai, seperti; Jujur, amanah, dapat dipercaya. Namun demikian, jangan lantas melihat orang islam (pejabat) yang tidak jujur (Korupsi, nepotisme, mencuri, terorisme, perbedaan pendapat), kemudian menganggab bahwa islam itu agama yang mengajarkan kejelekan. Atau kemudian mengatakan bahwa islam itu gagal membimbing pengikutnya menjadikan orang yang baik dan jujur. Jadi, wajar jika orang barat mengatakan’’ al-Hamdulillah (segala puji bagi Allah yang telah memberiku hidayah (petujuk) memeluk islam, sebelum saya melihat kondisi orang-orang islam.  Wallau a’lam

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s