Popularitas Tuhan Kalah Dengan Paranormal dan Konsultan.

Para ulama’ ketika sedang dilanda masalah senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya. Ketika mereka diberikan cobaan, atau musibah seringkali mereka bersyukur. Sebab, cobaan itu mengingatkan dirinya atas kebesaran Allah Swt. Suatu ketika, di Madinah banyak sekali sahabat yang terkena penyakit demam. Waktu itu, Nabi Saw tidak tahu jika sahabat-sahabatnya sedang sakit demam. Seusai melaksanakan sholat subuh, Nabi kaget, sebab barisan jama’ah sholat subuh mengalami kemajuan signifikan alias banyak yang absen.

Nabi Saw-pun bertanya kepada para sahabat yang hadir pada waktu itu. Dimana sahabat yang lain, kok banyak yang absen? Tanya Nabi. Sahabat menjawab:’’ Wahai Nabi Saw, sebagian dari mereka terkena sakit demam. Mereka tidak bisa menunaikan sholat berjama’ah di masjid. Mendengar jawaban itu, Nabi Saw segera mengajak yang lain untuk segera membesuk mereka yang sedang sakit. Satu-persatu, Nabi Saw mengelilingi sahabat, sampai suatu ketika seorang sahabat mengatakaan kepada Nabi Saw;’’ Wahai Nabi Saw. sesungguhnya, kami sakit, jadi kami tidak bisa ikut sholat berjama’ah sholat subuh’’.

Nabi-pun menjawab dengan penuh hikmah:’’ sakit itu akan melebur dosa-dosa. Mendengar petuah Nabi, sahabat ini lantas mengatakan:’’ Wahai Nabi, semoga sakit ini tidak segera sembuh’’. Rupaya, sahabat ini ingin sekali mengerjar pahala dan ridho-Nya dengan sakit deman yang dideritanya. Sahabat ini, memahami benar, bahwa dirinya termasuk banyak dosa, sehingga penyakit yang menimpanya bisa mengurangi dosa-dosa yang pernah ia lakukan. Kendati demikian, sebagian yang lain tetap memohon kepada-Nya, agar segera disembuhkan dari penyakitnya.

Nabi Zakaria, usianya sudah 120 tahun, sementara istrintya berusia 100 tahun. Zakaria, sebagai seorang Nabi, berdo’a selama empat puluh tahun, memohon kepada-Nya agar supaya dikaruniai keturunan. Setiap malam, beliau dan istrinya meneteskan air mata, bermunajat. Belau curhat kepada-Nya, seputar masalah yang dihadapinya. Hingga suatu ketika, Allah Swt menjawab curhat Zakaria dengan mengabarkan kepada dirinya bahwa akan diberi kabar gembira akan kehadiran seorang putra yang bernama Yahya.

Seoarng santri, dia merasa tidak mampu secara finansialnya. Tetapi, dia tidak pernah berhenti memohon kepada-Nya, agar diberikan kemudahan rejeki. Tujuanya ialah biar bisa menghajikan kedua orangtuanya yang sudah renta. Setiap waktu, dia curhat (konsultasi), kepada Allah Swt. 12 tahu lamanya, santri itu curhat, baru tahun 2008, santri itu memiliki uang untuk mendaftarkan haji kedua orangtuanya. Begitu panjang, waktu curhat santri itu. Tetapi, tuhan senantiasa merindukan rintihan do’a santri itu, sehingga pada suatu ketika tuhan-pun menjawab curhatnya.

Di era modern, atau yang dikenal dengan Globalisasi, yang lebih keren dengan sebutan internetiasi ini. Manusia sudah lebih percaya dengan kemampuan intelektualnya. Ketika menghadapi masalah, tidak sedikit dari mereka yang mengahiri hidupnya dengan bunuh diri. Padahal, yang demikian itu justru menyakitkan dan menyiksa dirinya sendiri. Tidak satupun agama dan keyakinan yang ada, membolehkan bunuh diri. Tapi, apa boleh buat, mereka sudah kehilangan kendali, sehingga mati itu lebih indah dari pada menjalani hidup dengan penuh masalah dan musibah.

Di sisi lain, sebagian besar orang modern ketika menghadapi masalah besar. Justru lari pada para normal atau dengan istilah yang lebih keren dengan’’Konsultan Spritual’’. Orang-orang desa menyebutnya dengan’’dukun’’.  Mak Erot, Mama Loren, Ki Joko Bodo, Ki Gendeng Pamungkas. Mereka ialah tokoh-tokoh hebat dalam belantika dunia spiritual. Mereka sangat tenar dan populer, bahkan keterananya mengeser ketenaran tuhan. Tidak sedikit dari mereka yang dikemuni masalah, ternyata lebih percaya dengan konsultan spiritual (dukun), dari pada konsultasi secara rutin dengan tuhan yang maha Esa.

Padahal, tuhan sudah berjanji kepada manusia yang artinya:’’ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al-Baqarah (2:186). Nabi juga menganjurkan di dalam sebuah pesan singkatnya:’’ jika kalian meminta, maka mintalah kepada Allah Saw. Jika kalian mohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah Swt.

Allah Swt memberikan kesempatan kepada manusia agar supaya meminta (curhat) urusan dunia dan juga urusan ahirat. Tuhan-pun tenggelam ditenggah-tenggah kaum supranatural dan lajunya ilmu pengetahuan dan tehnologi. Beruntung sekali, mereka yang senantiasa curhat kepada-Nya, baik urusan intelektual, masalah ekonomi, kesehatan, sampai urusan masa depan. Yang terpenting, manusia tetap berusaha sekuat tenaga, selebihnya manusia tawakkal (miracle) dengan mengakui atas ketidak berdayaan dirinya dihadapan Allah Swt. Wallau a’lam

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s