Antara AA’ Gym VS Irfan Baghdim

Memasuki tahun baru 2011, ada dua lelaki perkasa yang sering menghiasai layar kaca, dan media. Sebut saja, AA’ Gym, beliau menghiasi layar kaca dan media, karena kegagalanya di dalam menyatukan dua wanita dalam bingkai pernikahan poligami. Kegagalan itu membuat simpati kaum wanita memudar. Apalagi, ketika kaum hawa melihat foto-foto indah nan mesra AA’ Gym bersama dengan Teh Ninih sebelum berpoligami. Apalagi, ketika rekaman AA” Gym ketika memberikan ceramah seputar trik membina rumah tangga sakinah mawaddah warahmah kepada kaum hawa yang diseluruh pelosok nusantara.
Keteraran itu ternyata menajadikan kaum wanita terharu, terpesona dengan sosok lelaki berwibawa yang tidak pernah lepas dengan imamahnya. Hampir semua wanita kala itu mendambakan sosok lelaki seperti Abdullah Gyimastiar yang ramah, sopan, lebut nan berwibawa. Semakin hari, keteranan AA’ Gym semakin luar biasa, hingga sampai pada puncaknya. Pesoana AA’ Gym terdengar hingga negeri tetangga, seperti; Malaysia, singgapura, Brunai, bahkan hingga ke negeri Obama (Amerika). Itulah berkah dari kepiawainya di dalam mengelola topic ‘’MQ (Manajemen Qolbu’’, dengan lagu yang selalu menjadi ikon’’ Jagalah Hati, jagang kau kotori….! Setiap kali AA’ berdp’a, laki-laki dan wanita tak kuasa menahan air matanya, seolah-olah merasuk kedalam sukma.
Tidak tanggung-tanggug, keteanaranya itu juga membawa berkah bagi masyarakat sekitarnya. Beliau tidak hanya berceramah, berdakwah, tetapi juga membuat usaha-usaha yang menghasilkan milyaran rupiah, seperti; travel, pendidikan, koprasi, dan masih banyak lagi. Usaha-usaha itu berkembang subur, sehingga mampu mengurangi para penganggur dikalangan santri dan mahasiswa. Seiring dengan keberhasilan tersebut, kaum wanita semakin kagum. Tidak sedikit dari mereka yang datang berkonsultasi seputar keluarga dan pekerjaaanya.
Dari sinilah awal sebuah benih cinta bersemi terhadap wanita yang bernama Teh Rini. Semakin sering berkonsultasi, semakin dekat, dan semakin mempesona saja Teh Rini itu, sehingga muncullah niat menduakan istrinya dengan alasan melaksanakan sunnah Nabi. Dalam istilah jawa dikatakan’’ trisno jalaran songko kulino’’ artinya cinta itu berawal dari kebiasaan. Konsultasi menjadi awal cinta keduanya, Teh Rini memang sangat percaya dengan AA’ Gym yang mampu menjaga hatinya, tetapi Teh Rini tidak menyangka, bila ahirnya menjadi pasangan hidup AA’ Gym Sang Kyai. Betapa bahagianya Teh Rini, dan betapa sengsaranya Teh Ninih…!?
Setelah piala AFF usai, ternyata dunia sepakbola Indonesia semakin ramai diperbicangkan. Warung kopi dikampung-kampun, warteg, warnet, angkot, layar kaca, media masa ikut serta meramaikan sepakbola Indonesia yang menang atas Malaysia, tetapi gagal meraih juara. Yang menarik, hampir setiap perbincangan, ada satu nama yang tidak pernah ketinggalan disebut-sebut; Irfan Baghdim. Ternyata, kehadiran Irfan Baghdim mampu menyedot perhatian masyarakat, khususnya kaum hawa yang mengidolakan pria keturunan belanda itu, sebagaimana ceramahnya AA’ Gym yang mampu menyedot sekian ribu perhatian kaum hawa kala itu.
Irfan….begitulah setiap ABG menyapanya. Twiternya juga….Wohhhh sangat banyak pengikutnya, semakin hari terus bertambah. Apalagi, Irfan belum memiliki istri, walapun Jenifer telah mengatakan bahwa dirinya adalah kekasihnya. Selama belum menikah, siapapun berhak berharap atas diri Irfan Baghdim. Sebenarnya, permainan Irfan tidak begitu bagus, jika dibandingan dengan Ahmad Bustomi punggawa Arema. Tetapi, karena wajahnya itulah, Irfan Bagddim menjadi tenar dan menjadi idola setiap remaja, tak terkecuali ibu-ibu yang sudah memiliki suami.
Tanggal 8/01/2011 LPI dibuka. Persema yang tidak terlalu baik performanya di ISL, menyebarang di LPI, dengan alasan karena tidak ingin mengemis dana APBD membuka pertandingannya dengan Solo. Dan, lagi-lagi Irfan Baghdim mampu mengetarkan Gawan Wong Solo. Memang sih, levelnya tidak sekelas, Ibarat Idnonesia melawanUruguay. Jadi, kemenangan Persema bukan karena hebatnya Persema, tetapi karena musuhnya tidak selevel.
Dua Tendangan Irfan Baghdim ke Gawang Wong Solo, ternyata menjadikan Irfan semakin memukau para penonton sepakbola. Seorang pengemar sepak bola Indonesia mengatakan bahwa antusias penonton di Stadion Manahan Solo, itu menunjukkan atas keberhasilan LPI, dan bangkitnya sepakbola. Ada benarnya, tetapi salahnya lebih banyak, jika dianalisis, sebenarnya banyaknya penonton, yang notabena kaum wanita, bukan karena kualitas pertandingan LPI yang bagus, atau karena bangusnya penyelenggaraanya, melaiankan tersihir oleh pesonanya ‘’Irfan Baghdim’’ yang pernah membela timnas.
Di Indonesia memang latah dan kaprah. Ketenaran Irfan tidak akan berlangsung lama, sebagaimana keteranan Inul Daratista, AA’ Gym, serta ketenaran-keterananya lainnya. Fenomena ini sudah menjadi pemandangan setiap tahun di Negeri ini. Tidak menafikan, bahwa Irfan bagus, tetapi Okto lebih bagus, tapi, sayang Okto bukan keturunan Belanda. Pada masa-masa selanjutnya, Irfan akan tenggelam, karena akan bermunculan selebritis-selebritis bari di tenggah-tenggah rumput hijau. Persema berani masuk di LPI, juga tidak lepas dari nilai selebriti Irfan dan Kim, karena sesungguhnya dalam sepakbola yang dikejar adalah kualitas. Anggota LPI kualitasnya jauh dari kualitasnya ISL, walaupun sebagian besar masih menggunakan dana APBD.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

2 Balasan ke Antara AA’ Gym VS Irfan Baghdim

  1. yherlanti berkata:

    aa gym dan irfan sama2 idola wanita? Hemmm……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s