DASYHATNYA SIKSAAN TUHAN DIDUNIA

QS. Qoof (50:29-30) yang artinya:’’Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku (dan ingatlah akan) hari (yang pada hari itu) kami bertanya kepada Jahannam :‘’Apakah kamu sudah penuh?’’ dia menjawab : ‘’Masih ada tambahan?’’. Ayat ini memberikan penjelasan bahwa Neraka itu ternyata siap setiap saat untuk melumat siapa saja dari manusia yang mendustakan agama. Dan, mereka yang senantiasa berbuat maksiat juga akan menjadi bahan bakar api Neraka.
Membincangkan soal siksaan, ternyata tuhan menyediaan dua siksaan yang sama-sama menyakitkan. Yang paling banyak diberitakan di dalam al-Qur’an adalah siksaan ahirat, seperti; panasnya api neraka yang membakar manusia durjana. Bahkan, ketika para pendusta tuhan dan pelaku criminal sejati dimasukkan ke Neraka. Ternyata, Nereka it uterus mengatakan kepada tuhan:’’ apa masih ada lagi yang harus di siksa?. Dibeberapa hadis juga diceritakan seputar pedihnya siksaan didalam alam barzah (kubur), seperti menjadi mangsa ular, tenggelam dalam lautan, serta disiksa oleh malaikat hingga datangnya hari kiamat.
Berita yang sekaligus ancaman itu ternyata tidak menyiutkan manusia berbuat dusta, maksiat. Setiap hari masih kita dengar berita tengtang perampokan, pencurian, pembunuhan, pembuangan bayi, perjudian dan pemerkosaan, hingga berita tengtang pelacuran. Telivisi tak henti-henti meng-informasikan seputar mafia hukum dan peradilan, korupsi. Caci mencaci, hingga saling menjatuhkan dalam semua aspek telah menjadi hiasan layar kaca dan media cetak setiap hari.
Bencana bajir, lahar dingin, gunung meletus, gempa bumi dan tsunami selalu mengancam setiap saat negeri Indonesia yang subur makmur gemah ripah loh jinawe. Apa yang terjadi, tidak terlepas dari ulah dan keserakahan manusia. Bencana ini terjadi kenapa hampir sepanjang tahun. Dikatakan musibah, tertanya tak henti-hentinya, sebagaimana ombak dilautan yang terus berderu-deru tanpa mengenal waktu. Jika dianologikan, mungkin inilah yang disebut dengan siksaan tuhan terhadap mahluknya didunia, agar menjadi pelajaran bagi mereka yang masih tersisa umurnya.
Bencana demi bencana yang terjadi, bukanlah sebuah ujian, melainkan karena manusia banyak yang lupa kepada tuhan sang pencipta alam semesta ini. Buktinya, eksploitasi gunung, lautan, sunggai, udara untuk kepentingan masing-masing. Jika manusia tidak mau menghentikan diri, maka bukan tidak mungkin siksaan yang lebih menyakitkan akan diberikan. Kecuali, manusia mau bertaubat dan mengakui kesalahanya. Dan, para agamawan juga bauhu membahu memberikan penyuluhan serta menyerukan kebaikan, bukan ikut serta meramaikan kemaksiatan.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s