RAHASIA KECERDASAN ORANG ISRAIL

Q.S al-Baqarah (2:40) yang artinya: Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku], niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan Hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). Di dalam ayat lain Q.S al-Baqarah (2:47) yang artinya:’’ Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku Telah melebihkan kamu atas segala umat.

Kalimat ‘’ Aku Telah Melebihkan kmu atas segala umat (وأني فضلتكم على العالمين) ternyata  menjadi kenyataan di era modern ini. Kelebiahan yang di miliki bani Israil terbukti dengan banyaknya Nabi yang diutus Allah utuk mereka. Bani Israil Telah diberi rahmat oleh Allah dan dilebihkannya dari segala ummat ialah nenek moyang mereka yang beraa di masa nabi Musa a.s. Hanya saja, kelebihan-kelebihan itu tidak digunakan untuk positif, tetapi untuk mengelabuhi orang lain.

Terkait dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki Bani Israil, para ulama’ membenarkannya. Hanya saja, kelebihan sebelum datangnya islam sebagai agama resmi tuhan bagi umat Nabi Saw. Akan tetapi, kecerdasan sekelompok kaum, ternyata tidak berhenti. Jadi, Bani Israil yang saat ini sedang dimusui dunia, yang bersekutu dengan Amerika memang menguasi ilmu pengetahuan, tehnologi informasi, medis, serta ekonomi dan perdagangan. Jumlahnya memang tidak banyak, tetapi mereka mendominasi dunia.

Sejumlah penerima Nobel yang ada, kelompok masyarakat Yahudi yang mendominasi. Ini juga menjadi bukti, bahwa keterangan al-Qur’an itu ada benarnya. Wajar jika kaum ini sering disebut sebagai kelompok masyarakat genius. Akan tetapi, bukan berate kelompok yang lain tidak kalah cerdas dengan kelompok Yahudi. Dalam sebuah tulisan (Mukoddimah Ibn Kholdun), ternyata letak sebuah geografis sebuah Negara, juga memberikan penggaruh terhadap kecerdasan seseorang. Dan, pola makan, serta barang-barang yang dikonsumsi juga memberikan dampak signifikan terhadap kecerdasan seseorang (sebuah kaum). Bisa jadi, Bani Israil memiliki pola makan, tata cara, serta jenis-jenis tertentu yang harus dimakan serta harus ditinggalkan.

Islam mengajarkan, sebagaimana keterangan al-Qur’an serta hadis Nabi Saw tersirat bahwa manusia dalam kandungan itu sudah bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sejak usia 120 hari. Sebab, pada masa itu semua organ janin sudah bisa berfungsi. Dalam tradisi Jawa, ketika janin berusia 4 bulan (140 hari), seorang ayah melakukan ritual (telonan), sebagai tanda syukur, serta mengenalakan janin dengan lingkunganya. Ritual itu dimanfaatkan dengan membaca al-Qur’an secara bersama-sama. Walaupun sebagaian dari umat islam puritan menganggab ini meng-ada-ada (bid’ah), bukan ajaran Nabi Saw.

Dan, ternyata kaum Yahudi ketika seorang Ibu sedang hamil, mereka memiliki pemahaman bahwa anak yang dikandungnya harus sudah diberi pelajaran meski hanya lewat pendengaran. Dan, ternyata dunia medis membuktikannya, dan hadis Nabi Saw membenarkan bahwa janin berusia 120 hari bisa berinteraksi dengan lingkungan. Wajar, jika orang-orang Yahudi berusaha keras memberikan pelaharan kepada janinnya yang masih berusia beberapa bulan,  walaupun bersifar monolog.

Di sisi lain, Sang ibu bangsa Yahudi yang sedang mengandung akan lebih sering bernyanyi dan bermain piano. Selain itu,si ibu dan suaminya juga akan banyak membeli buku matematika dan mereka menyelesaikan soal secara bersama. Si ibu akan terus mengerjakan soal-soal matematika hingga sampai waktu melahirkan. Inilah yang ditiru oleh sebagian orang modern. Sebagian orang islam melarang telonan dengan membaca al-Qur’an karena bid’ah, tetapi mereka memperdengarkan music klasik untuk janinnya, yang notabene ini bagian dari pola orang Bani Israil.

Di samping itu, si ibu suka memakan kacang badam dan kurma bersama susu.Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan kacang badam dan berbagai jenis kacang-kacangan. Dalam pandangan bangsa Yahudi, daging ikan sangat baik untuk perkembangan otak. Sementara kepala ikan mengandung bahan kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan pertumbuhan otak anak di dalam kandungan. Ada semacam ‘ritual’ dalam bangsa Yahudi bahwa ada kewajiban bagi ibu hamil untuk mengonsumsi pil minyak ikan.

Setidaknya itulah yang diungkapkan dalam makalah Prefesor Gregory Cochran dan Henry Harpending yang diterbitkan pada 2005. Cochran selalu penasaran mengapa bangsa Yahudi sangat pintar. Dia menyangsikan teori seleksi alam yang menyebabkan bangsa Yahudi menjadi pintar. Cochran menelusuri sejumlah jurnal ilmiah dan dia mengungkapkan teori baru kepada Harpending, profesor kehormatan di Universitas Utah, AS, yang sebelumnya sudah melakukan penelitian.

Islam yang berlandaskan al-Qur’an sebenarnya telah memberikan teori-teori men-desain anak cerdas, sesuai dengan ajaran Nabi Saw. Hanya saja, sebagian umat islam ternyata lebih suka dengan pola-pola modern yang tidak jauh dari apa yang dilakukan Yahudi. Satu hal yang harus contoh orang islam, yaitu pola makan, serta memilih makanan dan minuman. Islam memberikan cara agar makan dan minum yang baik dan halal. Yang dimaksud baik (tayiban) meliputi karbohidrat, gizi, vitamin, yang terkandung dalam makanan tersebut. Dan, Yahudi ternyata sangat selektif di dalam memilih makanan dan minuman buat janin yang ada dalam kandungan. Wallau a’lam

 

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Wanita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s