Anekdot Poligami

Seorang penceramah ketika menjelaskan poligami sangat lucu, menarik, bahkan mengelikan. Dia-pun menceritakan kalau poligami itu memang boleh dan sunnah jika bisa berbuat adil, sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Saw. Tetapi, Allah Swt membantah jika manusia itu bisa berbuat adil.

Suatu ketika sang penceramah itu bercanda. Apa kalian tahu kenapa banyak lelaki nekat menikah lagi (poligami)? Padahal mereka memiliki anak dan istri. Sebagian pendegar mencoba menjawab:’’ Soalanya, orang-orang itu salah mengartikan sunnah Nabi seputar poligami. Lihat saja, Nabi Saw menikahi wanita-wanita janda, bahkan sudah ada yang monopouse (tidak menstruasi). Bagus…bagus…bagus….jawab sang penceramah.

Satu lagi menjawab:’’ sebenarnya bukan masalah sunnah, tetapi karena ingin mencoba dan merasakan wanita laian. Sebab, dengan poligami tentunya bisa berfariasi’’ Jawab Kang Kasturi yang pingin poligami tetapi takut tidak adil. Mendengar jawaban itu, sanga Ustad Mangut-mangut, karena dia sendiri juga termasuk tergolong anggota ISTI (Ikatan Suami Takut Istri). Seorang lagi menjawab:’’ menurut saya, poligami itu merupakan jalan menuju sunnah Nabi. Ketika tidak bisa berbuat adil, bukan kebahagiaan yang didapat, justru petaka.

Setelah mendengar jawaban-jawaban d iatas, Sang penceramah itu beseloroh kepada mereka:’’ Begini…! Lelaki itu kan diberi kepala dua kepala oleh Allah Swt. Di dalam kepala itu ada otaknya. Lelaki disuruh berfikir mengunakan kepala atasnya. Apakah poligami itu memberikan  manfaat, atau justru membawa masalah bagi keluarga. Oleh karena itu, banyak ayat al-Qur’an sering menyebut istilah ‘’ta’kilun’’ tataffakarun, tubsirun…! Itu merupakan sebuah isarah, bahwa manusia harus menggunakan kepala atas untuk berfikir secara rasioal, bukan irasional.

Lebih lanjut lagi, sang penceramah itu mengatakan:’’ begitu juga urusan poligami (menikah lagi), juga harus menggunakan kepala atas untuk berfikir secara jernih. Kalau perlu ditanyakan dulu kepada tuhan lewat sholat istikharah.

Nah….!jika seorang laki-laki menggunakan (maaf), kepala bawah, maka semua keputusannya itu tidak akan rasional. Sebab, kepala bawah laki-laki itu tidak bisa berfikir, melainkan (ber……..) yang difikirkan bukan kemaslahatan keluarga, tetapi memenuhi libidonya. Rupanya, sang penceramah itu mengkritik para lelaki yang poligami dengan mengatasnamakan sunnah Nabi, padahal tujuan mereka tidak lain, karena ingin memenuhi birahinya yang tidak bisa dikendalikan. Untungnya, poligami itu hukumnya boleh, tidak dilarang.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Wanita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s