ANTARA JUKIR DAN PEJABAT NEGERI INI

Sebuah pertengkaran kecil terjadi antara juru parkir didekat Bank BCA. Pertengkaran itu dikarenakan perbedaan kaos yang dikenakan tidak sama. Kasturi mengenakan kaos bergambar salah satu caleg PDI, dan yang satunya mengenakan kaos caleg Golkar. Kasturi sebagai pendukung PDI mati-matian membela PDIP yang di nahkodai Megawati mantan capres (Calon Presiden) dua kali itu. Kasturi mengatakan kepada rekannya, bahwa Golkar itu banyak korupsi. Dia mencontohkan, Suharto selama 30 tahun lebih menguasai Negara, membuat rakyat miskin dan sengsara.

Mendengar Kasturi menghina Golkar, telinga rekannya panas. Dia-pun membalas:’’ Memang, Megawati satu-satunya presiden wanita Indonesia. Dia membawa ideology bung Karno. Tetapi, dia satu-satunya Presiden Wanita yang gagal. Buktinya, dua kali mencalonkan diri, dua kali gagal. Bisa jadi, dia akan gagal menjadi calon yang ketiga kalinya. Jika demikian, maka dia akan menjadi ‘’CapRes Abadi’’. Berarti, rakyat itu sudah tidak percaya lagi dengan megawati.

Mendengar dua Jukir bertengkar. Tukang becak yang kebetulan mendengarkan itu mengatakan:’’ Golkar dan PDIP sama saja. Keduanya sama-sama berjuang. Kalian tahu artinya berjuang? Berjuang itu artinya’’ beras, baju dan uang’’. Jadi, kaos yang kalian kenakan itu bukan karena membela rakyat, tetapi karena mencari dukungan rakyat. Dan, kalai Caleg Golkar dan PDIP menjadi wakil rakyat. Dia, akan lupa dengan kalian. Mendengar petuah tukang becak, Kasturi dan rekanya menjawab:’’ bener juga ya….!?

Lebih lanjut lagi tukang becak itu sedikit berceramah:’’ Kalian tahu, apa bedanya tukang Parkir dengan Pejabat (DPR)? Kasturi menjawab enteng:’’ Ya jelas beda cak…tukang parkir yang begini… miskin dan mlarat. Cari makan susah, sedangkan pejabat (DPR), semua serba kecukupan. Rumah diberi, mobil mewah ada, setiap rapat ada jatahnya. Haji dan umrah setiap kali bisa, tanpa antrean. Siapa yang tidak ingin menjadi anggota DPR (pejabat)? Dalam hatinya, dia mengatakan:’’ pantesan, orang-orang rebutan menjadi anggota DPR?

Tukang becak itu menambahkan:’’ DPR itu membawa amanah rakyat. Suara rakyat itu suara tuhan. Jadi, jabatan itu adalah amanah Allah Swt. Jika, para pejabat tidak amanah di dalam mengemban jabatanya, maka tuhan akan marah. Dan, jika tuhan sudah marah. Maka, Allah Swt memerintahkan lautan, hujan, angin (alam semesta) demontrasi.

Adanya banjir, gempa bumi, letusan gunung merapi, bromo, sinabung, angin putting beliung, lonsor, merupakan bentuk demontrasi alam semesta terhadap para pejabat yang dititipi amanah oleh Allah Swt. Bagaimana alam tidak demontrasi! para pejabatnya plesiran keluar negeri dengan alasan studi banding rokok di Yunani. Padahal, Negeri para dewa itu tidak lebih baik dari Indonesia. Padahal, para pejabat itu ngerti ngaji, dan tahu rakyat sekitarnya miskin dan melarat.

Jika dianalogikan dengan tukang Parkir, Pejabat ini sama. Tukang parkir itu dititipi sepeda motor, mobil dengan jumlah yang banyak.  Tetapi, tidak satupun dari mereka mengaku kalau mobil-mobil itu adalah miliknya. Tukang parkir itu juga tidak boleh mengendarainya. Dan, ketika pemilik mobil mendapati kaca spion mobil rusak, atau cat-nya mengelupas. Sudah pasti, sang pemilik akan marah-marah, dan kadang minta pertanggung  jawaban. Namun, jika mobilnya tetap bagus, maka sang pemilik mobil akan mengatakan’’ terima kasih Pak Parkir…! Begitulah ceramah singkat Tukang Becak….!

Sambil menyedot rokok dalam-dalam, tukang becak itu melanjutkan ceramahnya:’’ Gimana sekarang, apa masih bertengkar masalah PDIP dan Golkar?. lantas tukang becak itu menambahkan:’’ Lihat saja, para pejabat, seperti ; Polisi, pengusaha, olahraga, pengadilan, Legislatif. Sulit sekali mencari pejabat yang benar-benar menyuarakan keadilan. Gayus bisa kesana kemari dengan mudah, sepert; pergi ke- Bali untuk rekreasi. PSSI bertarung dengan LPI, hingga muncul anekdot LPI (Liga Pemberontak Indonesia).  Dan, DPR Plesiran keluar negeri dengan alasan study….?

Rentetan musibah yang terjadi, merupakan demontrasi alam semesta ini kepada para pejabat Negeri ini. Sebagaiman protesnya pemilik mobil ketika mendapati kaca spionnya pecah. Menurut Ebid G.A.” ataukah tuhan mulai bosan, melihat tingkah kita yang selalu bangga dengan dosa-dosa’’. Ada benarnya memang, tidak sedikit dari pejabat bangga bisa membungkam para penegak keadilan dengan uang yang mereka miliki. Padahal, mereka kaya juga karena korupsi dari pajak yang rakyat miskin nan tidak berdaya.

Di dalam sebuah hadis, Nabi Saw menuturkan:’’ setiap umatku (melakukan dosa), akan memperolah maaf, kecuali al-Mujahirin (melakukan dosa terang-terangan dan bangga) (H.R Bukhori). Di era modern ini kriminalitas, korupsi, pornografi, perjuadian, telah merajalela. Semuanya berani berbuat tanpa merasa dosa. Justru merasa bangga ketika dipublikasikan di layar kaca atau media. Bagaimana alam semesta ini yang harus tidak demontrasi. Semoga ini merupakan pelajaran, buka sebuah adzab tuhan. Sebab, kalau Azdab tuhan, bukan tidak mungkin tuhan melenyapkan manusia, dan kemudian diganti dengan manusia-manusia baru. Semoga ini tidak terjadi, Indonesia tetap langgeng senantiasa dijaga oleh Allah Swt.  

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s