Adjie Masaid di Racun….?

Beredar sebuah kabar miring seputar kepergian Adjie Masaid. Sejak awal saya telah menduga, pasti aka nada informasi negative seputar meninggalnya Adjie Masaid, karena beliau seorang Aktor, politisi democrat (legislative), dan sekaligus Manajer Timnas (PSSI).  Dugaan saya ternyata tidak meleset, selang kepergianya Kang Adjie, ternyata ada yang menduga-duga, bahwa Kang Adjie itu diracun, karena masalah PSSI dan LPI, serta semakin dekatnya pemilihan Ketua Umum (PSSI) di Bitan. Wajar sih….jika ada yang menuduh bahwa Kang Adjie diracun, apalagi yang menuduh karena kebencian yang datang dari kelompak LPI. Dalam dunia politik, kematian Adjie yang mendadak bisa dipergunakan untuk menjatuhkan lawan-lawan politiknya yang selama ini kekeh dengan pendiriannya.

Terlepas dari itu semua, ternyata kematian sesuatu yang pasti terjadi. Allah Swt menjelaskan gamblang di dalam kitab suci yang artinya:’’ Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila Telah datang ajal mereka, Maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (Q.S Yunus (10:49). Tuhan telah menentukan usia seseorang, hari, waktu, dan tempat meninggal, serta penyebabnya. Bukan hanya manusia, semua alam semesta telah ditentukan oleh masa berahirnya.

Q.S al-Nisa’ (4:78) artinya:’’ Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang Tinggi lagi kokoh. Ayat mengisaratkan kepada seorang lelaki yang takut dengan kematian. Dia-pun justru berlindung pada dibalik dinding yang kokoh dan tebal yang tidak mungkin bisa ditembus. Ternyata, justru dinding itu yang roboh, sehingga menimpa dirinya. Seorang wanita yang sakit bertahun-tahun, sudah bolak balik kedokter, bahkan sempat sakaratil maut, justru orangtuanya yang masih segar bugar lebih dulu meninggal dunia.

Ketika musim bencana dan musibah melanda negeri ini. Sebagian orang mengungsi ditempat yang aman, justu dalam perjalanan itu mereka tertimpa pohon hingga meninggal dunia. Nabi Saw menegaskan:’’ orang yang cerdas ialah orang yang mempersiapakan diri untuk menyambut kematiannya.’’Kematian sudah menjadi ketentuan setiap mahluk hidup yang bernyawa’’ setiap orang akan merasakan kematian’’. Dan, Adjie Masaid telah memberikan yang terbaik untuk keluarga, kerabat, dan juga istri dan mantan istrinya, bahkan Negara Indonesia.

Terkait dengan kematianya, karena sms bahwa dirinya diracun, disantet, itu merupakan finah yang tidak perlu dibesar-besarkan. Kita ingat, seorang pelawak; Basuki juga meninggal dunia setelah bermain Futsal, apa dia juga diracun atau disantet? Seorang dokter yang sehat dan bugar meninggal dunia ketika sedang bekerja, padahal dia akan bertugas berkhutbah. Lantas saya mengantikan tugas khutbah, karena beliau keburu meinggal dunia (1/2011). Pada tanggal, 31/1011 seorang mahasiswa STAN Jakarta, meninggal dunia. Usianya baru 21 tahun, ketika saya bertakziyah, semua bercerita bahwa dirinya tidak memiliki penyakit, alias sehat wal afyat. Malamnya, Mahasiswa itu masih menonton TV bersama rekan-rekanya. Ketika pagi tiba, ternyata Mahasiswa itu sudah tidak bernyawa lagi. Apa dia juga kena racun atau santet….!?

Tidak etis kirannya menuduh seseorang demikian, sementara tuhan telah menetukan hidupnya. Bagi yang masih segar bugar, tuhan memberikan kesempatan agar supaya menjadikan sisa-sisa hidupnya untuk berlomba-lomba beramal kebajikan. Jangan menjadikan hidup ini untuk saling mencurigai, menuduh, serta saling membenci. Sebab, tuhan kadang justru mengambil nyawa manusia ketika sedang membenci rekan-rekannya. Semoga tuhan memberikan petunjuk kepada semua hamba-hambanya, dan membersihkan hati dan fikiran dari tuduhan-tudahan yang tidak mendasar.

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Sejarah, TOKOH. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s