Mencintai Karena Kekurangan…..!

Hampir setiap wanita dan lelaki jika ditanya seputar cinta, sebagian besar memilih pasangan hidupnya karena kelebihan yang dimilikinya. Kriteria cantik, menarik, smart, kaya, pinter menjadi pilihan. Diantara criteria yang menonjol, cantik (ganteng) dan kaya menjadi pilihan utamanya. Sebuah kewajaran, jika seorang wanita ketika dilamar lelaki ganteng, kaya, tidak menolak. Bagi lelaki, mereka-pun berusaha menjadi kaya, agar ketika melamar seorag gadis tidak ditolak. Mengakui atau tidak, wanita itu lebih tertarik pada lelaki kaya dang ganteng.

Keturunan dan pendidikan, bahkan agama seringkali menjadi nomer dua. Yang penting cantik dan menarik. Banyak orang menyangka bahwa kecantikan dan ketampanan fisik, materi mampu memberikan kebahagiaan dan kepuasaan. Realitasnya, justru perceraian, perselingkuhan, KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) semakin meningkat tajam. Padahal, kedua pasangan itu telah berjanji sehidup semati, dan telah menjalin cinta sebelum pernikahan. Alasan cinta itulah yang membawa keduanya mengikat dengan ikatan pernikahan.

Sebelum menikah, masing-masing memperhatikan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Saling memuji, bahkan hari-hari mereka lewati dengan pebuh cinta. Hpnya tidak pernah berhenti bordering, hanya sekedar menanyakan:’’Sayang…! apa sudah makan siang!? Betapa senangnya pasangan itu, seolah-olah dunia ini milik keduanya. Yang lain dianggab ngontrak…!? Orang bilang, jika cinta sudah melekat, tahi kucing bau coklat hehe….! yang lain menjawab:’’ gombal mukio ker….!

Ini sudah menjadi budaya yang tidak terelakkan lagi. Ketika sedang berpacaran yang Nampak justru sifat-sifat yang dibuat-buat. Sifat aslinya tersembunyi, sebab keduanya takut diketahui pasangan masing-masing. Jadi, sifat baik yang ditampakkan akan menjadi masalah dikemudian hari. Wajar saja  jika baru menikah, sudah penuh dengan masalah dan musibah. Perceraian, ahirnya tidak terhidar lagi, dengan alasan bahwa kami tidak cocok lagi. Cinta yang mereka bina, kini menjadi sebuah kenangan dalam menjalani hidupnya.

Ketika mencintai pasangan. Perlihatkanlah watak aslinya, dan cintailah pasangan (suami/ istri). Bukan karena kelebihan yang mereka miliki. Tetapi, sifat-sifat yang tidak dibuat-buat itu menjadi motif utama untuk saling mengerti dan memahami demi sebuah tujuan sejati, yaitu mencapai kebahagiaan lahir dan batin. Jika mau menikahi pasanga, carilah kekuarangann-kekurangan yang dimiliki, agar tidak banyak menyesal dikemudian hari. Jangan terlalu banyak berharap, sudah pasti banyak kecewa. Berharaplah kepada tuah, agar tuhan selalu memberikan pertolongan di dalam menjalani hidup rumah tangga.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Wanita. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s