Al-Qur’an: Antara Inspirasi dan Mu’jizat

Al-Qur’an adalah mu’jizat. Dalam bahasa Arab mu’jizat berasal dari ‘a’zaja’’ artinya (mengalahkan atau melemahkan). Selanjutnya kata ‘’a’jaza’’ menjadi masdar ‘’ mukjizat’’  dalam aqidah Islam mukjizat diartikan sebagai sebuah peristiwa yang terjadi di luar kebiasaan. Persitiwa ini digunakan untuk menetapkan dan membuktikan akan kerasulan seorang Nabi (utusan). Sekaligus melemahkan para penengtang-penentangnya. Nabi atau Rosul (utusan) telah menyepakati sebuah perjanjian setia dengan-Nya, bahwa mereka akan mendapatkan pekerjaan mulia (mengajak) kaumnya untuk meng-esakan Allah Swt dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

Realitas sejarah membuktikan, sebagaimana yang dijelaskan di dalam al-Qur’an dan hadis Nabi Saw, bahwa mereka (Nabi dan utusan) di dalam menyampaikan ajarannya selalu mendapatkan tantangan dari masyarakatnya (kaumnya). Misalnya, Nabi Saw  dianggap, pembohong, ahli sihir (dukun), hipnotis. Di saat itulah, Allah Swt membekali Nabi dan utusan itu membekali mereka dengan mu’jizat sebagai bukti atas kerasulan,  sekaligus menepis tuduhan miring para penantangnya. Setiap Nabi dan Rosul memiliki mu’jizat, dan setiap mu’jizat yang diberikan disesuaikan dengan kondisi masyarakat (kaum) masing-masing.

Nabi Musa diberikan ‘’mu’jizat’’ yang mampu menandingi ‘’sihir’’. Isa as, mampu menyembuhkan penyakit’’ kusta’ dan menghidupkan orang yang telah mati. Hingga kini belum, para medis modern, belum mampu menemukan obat kusta dan juga tidak bisa menghidupkan orang yang telah meninggal dunia. Bisa dikatakan, bahwa kemahiran Nabi Isa, di dalam ilmu medis, hanya saja belum bisa diilmiahkan. Walaupun para ulama’ mengatakan bahwa mu’jizat Nabi Isa itu merupakan isarah ilmiah bagi para medis modern. Nabi Sulaiman as, diberikan kelebihan (mu’jizat) mampu berkomunikasi interaktif dengan hewan dan tumbuhan-tumbuhan yang ada pada masa itu.

Ketika membincangkan ‘’mu’jizat’’ seolah-olah hanya terjadi pada Nabi dan utusan-Nya. Memang realitas sejarah membuktikan, bahwa berkomunikasi dengan alam semesta seperti; pepohonan, tanaman, binatang, dan gunung batu hanya bisa dilakukan oleh Nabi Saw, serta utusan Allah lainya, seperti; Nabi Sulaiman yang berkomunikasi dengan semut (Q.S al-Naml (27:16) yang artinya:’’ Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Di dalam ayat berikutnya, Nabi Sulaiman as mendengar pimpinan semut berkata:’’ Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari (Q.S al-Naml (27:18). Mendengar pimpinan Semut berkata demikian, Nabi Sulaiman-pun tertawa.

Sebenarnya, orang-orang tertentu yang sholih, tekun beribadah juga mampu menangkap keluhan-keluhan alam sekitarnya. Wajar, sekali jika ada orang-orang tertentu mampu mendeteksi alam sekitarnya. Seperti Isarat merapi mau meletus, bajir, lahar, gempa bumi, serta kejadian Ghoib lainya. Jika, orang-orang biasa mampu menembus kekuatan metafisik, maka kekuatan itu disebut dengan’’ Maunah’’ (pertolongan dari Allah Swt). Jika, itu dimiliki oleh kekasih-Nya (waliyullah), maka hal itu disebut dengan’’ Karomah’’. Sedangkan, jika kemampun itu dimiliki oleh orang-orang yang menyekutukan tuhan, disebut dengan’’ Istidroj’

Ternyata, dalam dunia modern dibuktikan bahwa alam semesta, seperti; pepohonan, rerumputan, hewan, gunung, lautan, serta mahluk hidup yang ada disekitar kita. Oleh karena itu, Allah Swt menjelaskan di dalam al-Qur’an bahwa benda-benda-benda itu senantiasa bertasbih (mensucikan) Allah Swt.  Seorang ilmuan yang bernama Cleve Backster menemukan sebuah terori baru bahwa tumbuhan tidak lagi dianggab sebagai mahluk buta, bisu, tuli, dan tumbuhan, dan bahkan seperti manusia yang memiliki kemampuan berfikir seperti manusia (The Epoch Times, 25-01/12/2010 (Edisi, 175).

Di dalam ilmu pengetahuan, telah muncul sebuah ilmu baru: Ilmu Psiologi Tumbuhan. Pada tahun 1973, telah terbit sebuah buku yang berjudul ‘’ The Secret Life Of Plants’’ karya Peter Tompkis dan Christopher O.Bird. Buku ini mengulas tuntas tengtang reaksi tumbuhan terhadap bahasa, pikiran, dan bahkan do’a. Jika Ilmuan jepang yang bernama’’Massaro Emoto, menjelaskan seputar rahasia Air. Maka, baik tumbuhan atau air termasuk mahluk Allah Swt yang memiliki kepekaan terhadap alam sekitarnya. Termasuk terhadap prilaku manusia.

Di dalam sebuh informasi dikatakan bahwa Dr. Zajir Abdul Karim, seorang ilmuan India.  Ketika beliau sedang berceramah di Pusat Riset King Fahd Hospital di Jeddah menyebutkan tentang penemuan sains modern bahwa semua tumbuhan bisa merasakan sakit. Tumbuh-tumbuhan bisa merasa bahagia, sedih, dan bisa menjerit kesakitan. Masya Allah… Telinga manusia tidak dapat mendengarnya karena frekuensi jeritan yang berbeda. Suatu percobaan di labolatorium menghubungkan tanaman dengan elektroda, untuk meneliti apakah tumbuh-tumbuhan yang dicincang bisa “mengenali” orang yang mencincangnya. Lonjakan grafik terjadi di monitor ketika orang yang mencincangnya masuk ke ruangan. Ini membuktikan tentang hal itu. Konon, tanaman yang dirawat dengan kasih sayang sambil diajak bercakap-cakap, bisa tumbuh lebih sehat dan subur.

Ketika membincangkan al-Qur’an sebagai ‘’mu’jizat’’. Ternyata, mu’jizat al-Qur’an itu bersifat abadi, sesuai dengan segala kondisi. Ketika ada orang sakit tak kunjung sembuh, ternyata ketika dibacakan al-Qur’an, dengan ijin tuhan sembuh dengan dibacakan al-Qur’an. Ada orang kerasukan jin (kesurupan), juga bisa sadar ketika dibacakan al-Qur’an. Orang yang berdagang, ketika setiap hari membaca al-Qur’an (surat al-Waqiah), ternyata keberuntungannya sangat melimpah nan berkah. Sebagaimana Nabi tuturkan dalam hadinya:’’ Barang siapa membaca surat al-Waqiah setiap malam, maka dia tidak akan kesulitan ekonomi selamanya’’ (H.R Al-Baihaqi). Dalam sebuah tradisi, seringkali seorang pengusaha membuka usaha di ruko (toko) di awali dengan ‘’khataman al-Qur’an’’ dengan harapan memperoleh berkah dan mu’jizatnya.

Dalam dunia belajar mengajar. Imam Nawawi adalah seorang ulama’ hebat. Usia beliau tidak terlalu panjang, akan tetapi karya beliau mencapai ratusan karya tulis ilmiyah. Karya yang paling besar ialah; al-Majmu’ Sarah al-Muhaddab (23 jilid-Dar al-Fikr). Sarah sohih Muslim, Riyadu al-Sholihin, al-Adkar,  dan banyak lagi karya beliau lainnya. Kehebatan beliau tidak lepas dari mu’jizat al-Qur’an. Beliau pernah mengatakan:’’ Ajarilah al-Qur’an (murid-murid), sebelum mempelajari ilmu yang lain.

Beliau juga memberikan contoh, bahwa dirinya telah hafal al-Qur’an sejak kecil. Ulama’-ulama terhadulu, seperti; Imam al-Ghozali, al-Farabi, Ibn Kholdun, Ibn Hazm, al-Jabar, Ibnu Sina. Hampir dipastikan mereka (ulama’) telah menghafal al-Qur’an sejak usia dini. Bahkan, Imam al-Syafii sudah hafal al-Qur’an sejak usia tujuh tahun, dan Ibnu Sina sejak usia sepuluh tahun. Walaupun, sebagian ulama’ berkecimpung dalam bidang ilmu sain, tetapi al-Qur’an menjadi pelajaran utama dan inspirasi bagi mereka.

Ketika saya mengawali pelajaran, pendapat Imam Nawai menjadi ispirasi. Oleh karena itu, sepuluh menit, bahkan lebih murid (santri/mahasiswa) harus di awali dengan membaca al-Qur’an, walaupun tidak tahu artinya. Dengan harapan, mu’jizat dan kekuatan al-Qur’an mampu memberikan kecerdasan intelektual dan spritual terhadap mahasiswa ketika dalam proses belajar mengajar di dalam kelas. Orang boleh membantah, tetapi ratusan tahun silam, para ulama’ telah melakukan dan membuktikan. Hasilnya benar-benar menjadi kenyataan.

 

 

 

 

 

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s