Ketika al-Qur’an Bertutur Tengtang Reproduksi Wanita

Q.S Al-Baqarah (2:233) artinya:’’ Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, Maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Begitu indah tuhan mengibaratkan seorang wanita ketika menjadi seorang ibu. Maksud al-Qur’an bukanlah wanita itu sendiri. Yang dikehendaki al-Qur’an ialah alat reproduksi wanita itu bagaikan ‘’ladang’’. Tertunya, ladang itu harus bagus, sehingga benih yang ditanam kelak bisa tumbuh dengan baik dan subur, sehingga bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Memang, tidak dipungkiri, bahwa ayat ini turun, sebagai jawaban atas opini yang berkembang di Madinah. Beredar sebuah kabar, bahwa laki-laki yang melakukan hubungan seksual dari arah belakang itu akan menimbukan dampak negative, yaitu ‘’juling’’. Informasi ini segera dijawab oleh Allah Swt melalui Q.S al-Baqarah (2:223) bahwa mendatangi istrinya lewat manapun bisa, asalkan istri yang sah, dan tidak membahayakan istrinya. Ayat di atas memberikan inspirasi kepada saya, bahwa al-Qur’an memberikan dua pemahaman sekaligus (1) Wanita sebagai seorang ibu. (2)Wanita sebagai seorang istri (pasangan seksual).

1- Wanita Sebagai Istri.

Wanita sebagai seorang istri, tentunya memiliki hak dan kewajiban. Di dalam agama islam, sejak usia 9 tahun wanita sudah dikatakan baligh, walaupun belum menstruasi. Ketika sudah mentruasi, maka wanita itu sudah dinyatakan sempurna alat reproduksinya, walaupun usianya masih 12 tahun. Para medis mengatakan bahwa usia itu masih belum matang reproduksinya. Namun, ketika sudah mentruasi, para ulama’ sepakat bahwa wanita itu sudah siap untuk di-cocok tanami (menikah). Hanya saja, secara psiologisnya masih belum matang (ke-kanak-kanakan).

Perempuan muda di sebagian besar wilayah dunia, mulai aktif secara seksual pada umur belasan tahun. Proporsi kasarnya, di negara-negara Amerika Latin dan Karibia sekitar sentengah sampai dua pertiga, di negara-negara maju mencapai tiga perempat atau bahkan lebih, dan di berbagai negara Afrika Sub-Sahara lebih dari 9 dalam 10. Di Indonesia, ternyata juga sudah tanpak jelas, bahwa anak-anak SMP, sudah mengalami menstruasi. Ini menjadi bukti, bahwa semakin tahun ke-aktifan seksual itu semakin tahun semakin maju. Jika tidak ada solusi, maka anak-anak itu akan melakukan hubungan seksual sejak dini. Islam memberikan solusi, bahwa ketika reproduksi itu sudah matang, secara otomatis bika nikah (cocok tanam).

Yang dimaksud engan reproduksi wanita, menurut anatomi ialah kelenjar-kelenjar hormon, mulai dari hipotalamus, hipofisis, ovariuam. Selanjutnya yaitu organ-organ reproduksi, seperti; ovarium (tempat diproduksinya sel telur), rahim, dan jalanya anak alias vagina. Ketika al-Qur’an menyerupakan wanita dengan ‘’al-Hars’’(ladang). Sesungguhnya, al-Qur’an mengisaratkan pada alat-alat reproduksi, sekaligus vagina (jalanya anak).

Ketika wanita sudah menikah, keduanya diperbolehkan berhubungan seksual sesuka  hati mereka. Mau dengan cara miring, duduk, samping, atau dengan berdiri. Itu makna kasar dari Q.S al-Baqarah (2:223). Sebagai seorang istri, terntunya pingin sekali mencapai puncak kenikmatan yang lebih dikenal dengan’’orgasme’’. Dan kenikmatan seksual tidak bisa digantikan dengan kenikmatan makan, minum, atau uang. Sudah menjadi hak wanita sebagai seorang istri agar bisa mencapai orgasme ketika sedang berhubungan seksual. Agar supaya kedua pasangan itu benar-benar menikmati hubungan suci itu, tentunya keduanya harus mengatur waktu, tempat (ruangan) serta kondisi  masing-masing.

B. Sebagai Seorang Ibu.

Sebagai calon seorang Ibu, terntunya masing-masing pasangan harus selektif ketika sedang mencari pasangan hidup. Pasangan itu bukan hanya sekedar berhubungan seksual, tetapi merencanakan (desain) anak hebat, kuat, cerdas. Cerdas, hebat, kuat, hanya bisa diperoleh dari bibit yang bagus dan berkualitas. Tanah, tempat bercocok tanam juga harus bagus, subur yang bebas dari berbagai jenis kuman. Tidak cukup itu, waktu bercocok tanam juga harus sesuai dengan musim. Tidak mungkin, bercocok tanam (padi) pada musim kemarau, atau menanam kurma ditempat yang berlumpur.

Ketika Q.S al-Baqarah (2:223) menjelaskan seputar ‘’al-Hars’’ ladang. Yang dimaksud oleh al-Qur’an juga terkait dengan ke-suburan reproduksi itu sendiri. Untuk mengetahui, bahwa reproduksti (tempat bercocok tanam) itu bagus atau tidak, tentunya harus dilihat dari dua segi (1) Nasab (keturunan agama) atau genetic. (2) Dari segi medis.

1-      Genetik (keturunan): Seorang laki-laki atau wanita yang ingin mengikat janji setia, hendaknya memperhatikan calon pasangan dari segi keturunan. Jika terdapat keturunan yang gila, pecandu narkotika, pemabuk, bisa dipastikan benih itu kurang baik. Atau ladang (al-Hars) itu tidak subur, seperti; becek (banyak kuman), sering dipakai banyak orang (pelacur). Bisa dipastikan, ladang itu tidak bagus bagi pertumbuhan benih tersebut.

2-      Segi Medis : Benih yang subur itu berarti mampu membuahi sel telur (ovum). Pemabuk, narkotika, perokok, seringkali menjadi pemicu ketiksuburan sperma dan seltelur (ovum). Walaupun sperma bagus, tetapi reproduksi banyak kuman (penyakit), seperti; kanker servik, maka ini dikategorikan tidak sehat menuru medis.

Tentunya, yang dimaksud oleh al-Qur’an (2:223), sebagai lak-laki yang sehat jasmani dan ruhani, sehingga mampu memberikan keturunan yang bagus, hebat, cerdas. Sedangkan, wanita tersebut juga sehat reproduksinya secara medis dan genetic. Dengan demikian, keduanya benar-benar akan mendapatkan hasil yang bagus. Proses bercocok tanamnya juga akan mendapatkan kenikmatan, sebagaimana yang digambarkan al-Qur’an. Bisa dari kanan, kiri, samping, belakang, sampai keduanya benar-benar mencapai kepuasan (orgasme).

 

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s