Syariatisasi Dunia Perbankan

Gonjang-ganjing Centuri, BI, dan Citibank, membuat was-was masyarakat selaku nasabah. Rakyat semakin tidak percaya dengan dunia perbankkan. Apalagi, pengelapan dan penipuan itu justru dilakukan oleh orang bank sendiri. Ini sebuah realitas yang tak terbantahkan lagi. Terlibatnya Miranda Gultom dan besan SBY dalam kasus per-bank-kan membuat rakyat semakin yakin bahwa dunia suap, korupsi sangat mengila. Inong Malinda wanita yang menikahi pemuda berusia 21 tahun ini adalah Monsternya Citibank. Kecerdasan Korupsi wanita itu benar-benar luar biasa.

Dengan waktu yang relative singkat, mampu mengumpulkan milyaran rupiah, sederat mobil mewah. Tercatat, sekitar 17 Milyar yang diembat oleh wanita itu. Keberhasilan wanita itu semakin memperkuat dugaan bahwa semakin banyak orang yang merugikan Negara dengan cara yang tidak benar. Centuri, BI, Serta Citibank, menjadi tolak ukur, bahwa bank-bank juga tidak luput dari praktek penipuan dan korupsi. Ada sebuah pameo, bahwa semakin cantik akan semakin mudah mendapatkan uang korupsi. Di dalam dunia perbangkan praktek penyalahgunaan ke-uangan sangat rawan.

Apalagi, tidak menyertakan tuhan ketika dalam bekerja. Walaupun sering ikut pelatihan training-training yang membuat menangis, tetapi tetap saja berbuat demikian. Padahal, mereka itu setiap tahun menunaikan ibadah haji dan umrah, akan tetapi ibadah haji itu sekedar menutupi praktek ke-mungkaran yang tertata rapi.

Qur’anisasi dalam dunia perbangkan sangat diperlukan dalam kondisi seperti ini. Quranisasi ini meliputi dua aspek penting:

1- Praktek perbangkan memang harus dibenahi dengan sebaik-baiknya. Sudah waktunya sebuah BANK mulai membangun konsep perbangkan Sayriah. Sebab dengan cara ini, akan jauh dari praktek ribawi (rentenir). Di dalam sebuah pesan singkatnya Nabi Saw pernah menyampaikan bahaya riba. Bahwa dosa yang paling kecil dalam praktek riba, diibaratkan seorang anak laki-laki menikahi Ibu kandungnya sendiri. Seorang laki-laki normal, tidak akan memilili nafsu terhadap Ibunya sendiri, jika seorang lelaki memiliki nafsu, berarti lelaki itu tidak sehat. Contoh praktek Riba Qardi : Riba dalam bentuk hutang piutang atau pinjaman dengan syarat ada tambahan atau keuntungan bagi yang memberi pinjaman. Contoh : si A memberikan pinjaman uang Rp 10.000 kepada si B dengan syarat si B harus mengembalikan sebesar Rp 11.000. Seorang mantan pegawai bank konvesional yang sekarang berpindah pada bank Syariah menyampaikan bahwa praktek bank Syariah membuat hati benar-benar tenang.

2- Pegawai Bank : Staf bank, mulai dari jukir, satpan (security), hingga pejabat elitnya haru memiliki sifat Jujur al-Sidqu (jujur), amanah (dapat dipercaya), fatanah (cerdas dan professional), tabligh (menyampaikan). Selama masih ada anggota personal bank tidak memiliki sifat-sifat ini. Jangan harap sebuah perbankkan akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

Sifat-sifat tercela yang melekat pada pegawai sebuah bank justru akan merusak masa depan dan merugikan Negara. Edi Tanzil, Miranda Gultom, Auliya Pohan, telah tersandung dunia perbangkan. Yang terkini ialah wanita cantik yang bekerja di Citibank ini mampu mengelapkan uang milyaran rupiah. Kecedasan Korupsi ini tidak dilakukan sendiri. Korupsi berjama’ah yang dilakukan oleh Malinda itu juga melibatkan banyak orang yang juga bekerja di bank tersebut. Dalam rangka mencegah korupsi, penipuan, penggelapan uang Negara, perlu diadakan revolusi.

Perubahan raddikal harus segera dilaksanakan. Buat apa orang cerdas intelektualnya, tetapi jutsru merusak dan merugikan Negara dan rakyat Indonesia.Qur’aniasi per-banhgkan segera dilakukan. Artinya, semua perangkat bank, mulai staf yang paling rendah hingga paling elit kembali mengamalkan al-Qur’an di dalam praktek perbangkan. Contoh terkecil ialah, menjalankan sholat berjam’ah ketika memasuki waktu sholat, dan mengawali pekerjaan setiap pagi dengan membaca ayat suci al-Qur’an tidak kurang dari 10-15 menit.

Alangkah indahnya jika setiap pegawai sebelum berangkat mengawalinya dengan sholat duha. Dengan kondisi seperti ini, kemungkinan besar, setiap langkah pekerjaan akan mendapatkan kemudahan, lebih percaya diri, dan hasilnya akan menjadi berkah. Alangkah baiknya, jika mengkondisikan kantor dengan busana muslim yang rapi dan menyambut setiap nasabah dengan wajah sumringgah. Sudah menjadi sebuah kewajiban bagi setiap pimpinan untuk menciptakan branded bank yang professional dan memberikan pelayanan yang menyenangkan kepada setiap nasabah. Menciptakan nasabah yang setia, sebagaimana Nabi Saw. Hampir semua pelanggan (nasabah) Nabi Saw setia. Tidak ada satu-pun dari pelanggan, ketika pernah bertransaksi Nabi, kecuali akan kembali lagi.

Kekuatan Nabi Saw bukan pada promosi lewat iklan, tetapi karena Nabi Saw mampu membangun profesionalisme. Sifat jujur, amanah, itulah yang menjadi modal utama. Masyarakat memberikan gelar ‘’Al-Amin’’, karena Nabi Saw tidak pernah berbohong sedikitpun. Ketika memberikan pelayanan, beliau Saw tidak pernah menghadap nasabah dengan wajah yang masam. Kata-kata yang dipergunakan di dalam menyampaikan pesan dan permintaan juga sangat indah didengar oleh setiap pelanggan. Jadi inilah yang disebut dengan Qur’anisasi dalam perbankan

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di HUKUM. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s