Kota Sakral Makkah

Merupakan sebuah kemulyaan dan kebahagiaan bagi setiap muslim yang bisa menunaikan ibadah haji dan umrah di Makkah. Terasa sempurna, jika perjalanan suci ini kemudian melanjutkan perjalanan menuju Madinah al-Munawarah.  Dua kota sakral yang usianya ratusan ribu tahun ini menjadi lebih indah dan sakral, karen Allah Saw dan Nabi Saw juga memulyakan. Salah satu dari tanda kemulyaan Allah dan Nabi terhadap kota ini ialah, dibangunya ruma Allah oleh Nabi Ibrahim as. Selanjutnya, manusia diajak menunaikan Ibadah haji dikota ini, agar supaya sempurna rukun islam. Dan, sekaligus menyaksikan kebesaran Allah Saw.

Makkah merupakan tempat yang istimewa, dimuliakan dan disucikan oleh Allah SWT. Buktinya adalah kata makkah sering disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits Rasulullah SAW. Dalam Al-Qur’an, kata Makkah disebutkan dengan redaksi yang berbeda-beda.

Sesuatu jika sering disebut dengan berbagai nama, mengisaratkan bahwa tempat atau nama tersebut memiliki nilai tinggi dan mulia serta keistimewaan yang tidak dimiliki tempat lainnya. Semisal kata pedang, yang dalam bahasa Arab disebut saif, muhannad, sorim, silah, battar dan lain-lain. Padahal maknanya sama, yaitu pedang. Begitu juga kata harimau yang dalam bahasa Arab disebut asad, usama, haidar, laits, fahad dan lain-lain, yang kesemuanya bermakna satu yaitu raja hutan. Pedang dan harimau mempunyai banyak padanan kata karena dua kata itu dianggap memiliki kehebatan dan keistimewaan.

Dalam literatur Islam, sejak jaman jahiliyah kuno sampai saat ini banyak sekali orang Arab memberi nama putra-putranya dengan nama Usama, Fahad, Laits, Haidar, Asad. Tujuannya, bila nama-nama ini disebut, kabilah-kabilah lain yang mendengarnya akan merasa gentar dan ketakutan. Sebab Fahd, Usamah dan Laits merupakan binatang yang sangat hebat, kuat  bahkan menakutkan. Penghuni hutan belantara tunduk dan takut terhadap binatang ini.

Nama Tanah Suci al-Haram (Sakral)

Kota Makkah memiliki banyak nama, sebagaimana Nabi Saw yang juga memiliki banyak nama. Nama-nama itu mengisaratkan betapa agungnya Makkah. Serta, betapa agungnya Nabi Saw sebagai manusia mulya yang membersihkan Makkah dari segala bentuk kesyirikan. Nabi dan Makkah tidak bisa dipisahkan, sejak lahir Nabi Saw selalu mengkonsumis Air  Surga yang memancar dari sudut Baitullah. Itu sebagai petanda bahwa Nabi Muhammad tidak bisa lepas dari Makkah kota yang suci. Nama-nama kota sacral yang paling tua sebagai berikut:

1. Makkah

Tanah Haram Makkah adalah salah satu kota suci yang sering disebut oleh al-Qur’an dan hadits. Kata Makkah sering disebutkan dalam al-Qur’an dan akrab ditelingga umat Islam. Allah SWT. dalam QS. Al-Fath 24 berfirman:

وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا (24)

dan Dia-lah yang menahan tangan mereka dari (membinasakan) kamu dan (menahan) tangan kamu dari (membinasakan) mereka di tengah kota Mekah sesudah Allah memenangkan kamu atas mereka, dan adalah Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan.”

2. Bakkah

Makkah disebut juga dengan Bakkah, yang berarti tunduk. Nama ini mengisaratkan pada tempat yang penuh dengan barokah berdasarkan Al-Qur’an:

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ ( البقرة: 96 )

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” [1]

Dalam literatur sejarah Islam, beberapa ulama’ tafsir berpendapat, bahwa yang dimaksud dengan Bakkah yaitu siapa pun yang datang ke Makkah akan tunduk dengan keagungan baitullah. Imam al-Qurtbubi mengatakan yang dimaksud dengan Bakkah yaitu tempat berdirinya Baitullah, sedangkan Makkah adalah tanah haram seluruhnya. Sedangkan Ibnu Jarir al-Tobari berpendapat bahwa Bakkah adalah Makkah, dan masih banyak lagi pendapat tentang nama Bakkah, semua merujuk  pada al-Qur’an dan hadis Nabi.

Imam Sihabudin Mahmud al-Alusi -dalam tafsirnya- menjelaskan, orang-orang Yahudi mengatakan bahwa Baitul Maqdis lebih mulia daripada Baitullah (Ka’bah), karena Baitullah tempat hijrahnya para Nabi sedangkan Baitul Muqoddas tempat yang disucikan. Orang-orang Islam kala itu pun membantahnya dengan bersikukuh bahwa Baitullah lebih agung. Ternyata berita ini sampai kepada baginda Nabi SAW., kemudian turun ayat (QS. Ali-Imran:97. Lebih lanjut lagi, Imam al-Alusi menambahkan bahwa ayat itu mengisaratkan untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim[2]. Karena agama Ibrahim sangat mengagungkan dan memuliakan tempat ibadah yang disebut dengan Baitullah. Nabi Ibrahim dan Ismail yang membagun Baitullah atas perintah Allah

3. Umm al-Qura.

Dalam ayat lain Makkah juga disebut Umm al-Qura. Bahkan nama ini diabadikan dalam bentuk Universitas yang terkenal, yaitu Umm al-Qura University. Kampus ini sangat terkenal dan tidak asing bagi penduduk dan pemukim Makkah. Letaknya di al-Hayy al-Aziziyah. Saat ini pemerintah mulai mengembangkannya di al-Abidiyah, salah satu daerah yang terletak di sebelah Arafah.

Nama Umm al-Qura bersumber dari QS al-An’am: 92 yang berbunyi:

وَهَذَا كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِ وَهُمْ عَلَى صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ (92)

Dan ini (Al-Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan Kitab-Kitab yang (diturunkan) sebelumnya[3] dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Umm alQura (Makkah) dan orang-orang yang di luar lingkungannya. orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al-Quran) dan mereka selalu memelihara sholatnya.”

Tanah Haram dinamakan Umm al-Qura karena memiliki kemulyaan dan keutamaan melebihi tempat lain, di samping lebih dicintai Allah SWT. dan Rosulullah SAW.

Imam al-Nawawi al-Jawi mengatakan, ”Makkah dinamakan Umm al-Qura karena menjadi tujuan umat manusia untuk melaksanakan ritual haji. Umat manusia berkumpul di tempat mulia ini diibaratkan dengan anak kecil yang berkumpul bersama Ibunya. Berkumpulnya umat manusia -yang sedang berhaji dan melakukan aktivitas dagang- menyebabkan Tanah Haram disebut dengan Umm al-qura (Marah Labid Li Al-Nawawi al-Jawi 13/133).

4.      Al-Baladul Amin

Allah SWT. juga menyebut tanah Haram dengan al-Balad al-Amin, sebagaimana tertuang dalam surat al-Balad. Bahkan Allah bersumpah dengan “Al-Balad”. Ini berdasarkan QS. al-Tin yang berbunyi:

والتين والزيتون (1) وطور سينين (2) و هذا البلد Âالأمين (3 )

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun[4]. Demi bukit Sinai.[5] Dan demi kota (Makkah) ini yang aman.”[6]

Surat ini mengisaratkan tentang posisi tanah haram di sisi Allah SWT. Allah memberikan jaminan khusus bagi kota suci ini,  yaitu dengan bersumbah dan aman bagi siapapun yang tinggal di dalamnya serta melaksankan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

5. Al-Baldah.

Allah menyebut kota Makkah dengan al-Baldah, sebagaimana dalam QS. An-Naml 91 yang berbunyi:

إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ (النمل91).

Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Makkah) yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku Termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Nama-nama di atas adalah nama yang disebutkan di dalam Al-Qur’an, dan masih banyak yang belum disebutkan.[7] Banyaknya sebutan untuk Makkah dalam al-Qur’an menunjukan banyaknya keistimewaan dan keutamaan yang dimilikinya.

Satu lagi keistimewaan Makkah al-Mukarramah yang tidak dimiliki tempat lain, bahwa Makkah menjadi tempat kelahiran makhluk yang paling mulia diantara makhluk lainya. Dialah Muhammad, Rasulullah SAW, sebagai Nabi dan utusan terakhir yang membawa risalah besar untuk bangsa jin dan manusia, serta sebagai rahmat bagi sekalian alam (rahmatan lil ‘alamin).

Selain itu, Makkah menjadi tempat turunnya wahyu (al-Qur’an). Allah juga memilih Makkah sebagai tempat istimewa dalam penanaman akidah dan perjuangan Nabi selama tiga belas tahun dalam mendidik para sahabatnya sehingga menjadi generasi pertama Islam di bawah bimbingan Rasulullah SAW.

Allah SWT. mengistimewakan Makkah tidak hanya dengan keberadaan Rasulullah SAW di sana. Tetapi juga karena keberadaan tempat ibadah kuno yang berdiri kokoh dan berwibawa meskipun berumur ribuan tahun, yaitu Ka’bah al-Musyarrafah. Umat manusia setiap tahun menziarahinya. Jutaan umat manusia -siang dan malam dari berbagai penjuru dunia- datang mengelilinginya. Ka’bah merupakan rumah pertama yang dibangun di muka bumi ini. Allah SWT meyebutnya Baitullah dalam surat Ali Imran ayat 96.

Makkah dan Baitullah adalah dua nama yang tak terpisahkan. Keduanya terkait dan mempunyai makna yang istimewa serta penuh nuansa historis. Keduanya menjadi tujuan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia yang merindukan dan mengaguminya dengan mengharap ridha Ilahi.

Satu lagi keistimewaan Makkah yang tidak ditemukan di tempat lain, yaitu Zam-zam. Mata air ini mengalir sepanjang musim, baik musim hujan, panas, atau dingin. Keberadaannya melengkapi keistimewaan lain bagi kota Makkah selain keberadaan Rasulullah, Ka’bah dan al-Qur’an.

Sungguh sempurna Makkah Al-Mukarramah. Dihiasi dengan manusia paling sempurna, dibangun Baitullah yang begitu indah dan agung dimana malaikat, jin dan manusia mengelilinginya siang dan malam sepanjang masa. Tempat diturunkanya wahyu yang dibawa langsung oleh Jibril AS, serta terdapat mata air yang sangat jernih kaya dengan mineral yang memancar disudut Ka’bah. Begitulah Makkah, akan selalu suci dan disucikan Allah walupun manusia jauh dari perintah-Nya.

Keistimewaan Makkah tidak hanya pada namanya yang banyak. Akan tetapi juga karena mempunyai karateristik yang unik dan menarik, yaitu tempat pertemuan insan beriman yang datang dari penjuru dunia setiap tahun. Nabi, malaikat,  menyukai tempat ini, dan tidak satupun tempat dimuka bumi ini lebih istimewa dari pada kota seribu satu cerita ini. Adapun Beberapa keutamaan Makkah antara lain:

1.      Tempat dibangunnya Baitullah (Ka’bah), dan dibolehkan sholat sunnah di waktu yang terlarang.[8]

2.      Tempat kelahiran manusia sempurna (utusan Allah) Nabi Muhammad SAW. Kehadiran beliau di muka bumi merubah dunia dari kegelapan menjadi bercahaya dengan sinarnya. Merupakan kewajiban bagi umat islam yang mampu (istitoah) menziarahi (Makkah) dengan niat haji atau umrah, kemudian dilanjutkan berziarah ke makam Nabi, dengan harapan mendapatkan syafaat beliau. Karena janji Nabi, bagi setiap orang yang menziarahinya maka akan memperoleh pertolongan kelak di Hari Kiamat.

3.      Tempat yang suci dari orang-orang non-Muslim, karena mereka tidak diperbolehkan masuk ke dalamnya dengan alasan apapun, berdasarkan nash yang sangat jelas[9]. Bagi kaum muslimin yang memasukinya harus benar-benar khusyu’, tawadlu’ dan meninggalkan pakaian yang berlebih, jabatan dan perhiasan dunia.

4.      Tempat yang aman bagi siapa saja yang memasukinya, dan diharamkan saling membunuh di dalamnya (perang) atau memasukinya dengan membawa senjata, seperti; pedang, parang, golok, senapan serta segala bentuk senjata lainya.

5.      Tempat dispensasi bagi orang-orang yang bertaubat, dan mendapatkan pengampunan, serta dilipatgandakannya setiap amal sholih hingga seratus ribu. Ini adalah janji Nabi kepada pengikutnya.

6.      Satu-satunya tempat disyariatkannya thawaf (mengelilingi Ka’bah). Karena tempat disyariatkan thowaf hanyalah di Baitullah. Thawaf termasuk amalan penghapus dosa dan  dicatat sebagai amal kebaikan. Bahkan pahalanya diibaratkan dengan memerdekakan budak[10].

7.      Tidak ada tempat yang diperintahkan untuk mendatanginya kecuali pada tiga masjid. Yaitu Masjidil Haram, Masjid an-Nabawi, dan Masjid al-Aqsha,[11] karena di dalamnya menyimpan seribu satu cerita dan pahala yang berlipat ganda.

8.      Satu-satunya kiblat umat Islam dari seluruh penjuru dunia. Dan, tidak ada tempat yang diperintahkan untuk melambaikan atau mengecupnya, kecuali Hajar Aswad. Dengan melambaikan tangan atau mengecupnya bisa melunturkan dosa-dosa[12] yang melekat dalam jasad dan hati manusia, baik dosa yang ada hubungannya dengan Allah atau sesama manusia.

9.      Makkah juga tempat beribadah yang pahalanya digandakan seratus ribu kali dari yang dilakukan di luar kota Makkah[13]. Begitu juga niat jahat dan kemaksiatan, balasanya akan datang dengan segera, sebagaiaman keterangan para ulama’.

10.  Tidak dipebolehkan membelakangi Ka’bah ketika buang hajat, sebagai tanda keagungan Baitullah al-Haram[14].

11. Malaikat selalu menjaga setiap saat agar tidak disinggahi Dajjal dan pengikutnya. Bahkan Dajjal kelak tidak akan bisa memasuki kota suci Makkah dan Madinah. (Di sarikan dari Buku: Makkah: Sejarah dan Keajaiban Kota Suci :Abdul Adzim Irsad)


[1] . QS al-Imron : 96

[2] . al-Alusi, al-Husaini, Abdullah, Saihabudin “ Ruhu al-Maani Fi Tafsiri al-Adzim wa al-Sabi al-Matsani 3/134.

[3] . Yang dimkasud ialah kitab, dan shahifah yang diturunkan sebelum al-Quran, seperti Taurat, Inzil, Zabur serta Suhufnya Nabi Ibrahim dan Musa.

[4] Yang dimaksud dengan Tin oleh sebagian ahli tafsir ialah tempat tinggal Nabi Nuh, Yaitu Damaskus yang banyak pohon Tin; dan Zaitun ialah Baitul Maqdis, disekitarnya sangat subur dan banyak tumbuh Zaitun.

[5].Bukit Sinai Yaitu tempat Nabi Musa a.s. menerima wahyu dari Tuhannya

[6] QS. al-Tin 1-3

[7] . al-Fasi, Syifaul Gharam bi Ahbari Baladi al-Haram, 1/ 48. Darul Kitab al-Arabi-Beirut dan Tafsir Ibnu Katsir 1/343.

[8] .Sunan Abi Dawud 1/ 582 al-Maktabah al-Syamilah. Hadis no 1894.

[9] . QS. al-Taubat 28.

[10] . al-Hakim , al-Mustadrok Ala al-Shohihain,   1/ 644 no  1799- Darul Kutub al-Ilmiyah-Beirut.

[11] . Imam Bukhori, Jamiu al-Shohih al-Muhktasor. 1/ 398,-Dar Ibnu Kastir al-Yamamah-Beirut.

[12] . Sunan al-Tirmidzi no 959. Dinukil oleh Said Bagdas dalam bukunya “Keistimewaan Hajar Aswad dan Maqom Ibrahim” 49- Dar al-Basair al-Islamiyah-Beirut.

[13] . Imam  Bukhori, al-Jamiu al-Shohih, al-Mukhtasor, no 1133,  1/396- Dar Ibnu Katsir al-Yamamah-Beirut. Imam Muslim, Shihih Muslim, no 210, 2/1012- Dar Ihya’ al-Turost al-Arabi-Beirut. al-Muwatto’ no 452, 1 / 186- Darul Qolam- Damaskus.

[14] . Imam  Bukhori. al-Jamiu al-Shohih, al-Mukhtasor 4/95- Dar Ibnu Katsir al-Yamamah-Beirut

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Sejarah. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s