Kuota Haji Indonesia

Antrean Haji

Pemerintah Indonesia terus berusaha meyakinkan pemerintah Arab Saudi agar supaya kuota haji 2011 ditambah. Pemerintah semakin pusing, sebab jumlah antrean semakin panjang. Walapun dana awal sekarang harus menyetor lebih banyak (25 juta), akan tetapi masih belum menyelesaikan masalah. Bahkan, melalui program dana talangan oleh BANK, jumlah peminat haji semakin tidak terkendali.

Bayangkan saja, hanya dengan 2-3 juta setoran, jama’ah haji sudah bisa mendapatkan kuota. Apalagi, jumlah BANK yang mengajukan untuk membiayai talangan haji semakin banyak. Walaupun pemerintah menaikan dana setoran awal hingga 30 juta, bahkan langsung lunas. Tetap saja, antrean tetap panjang. Sebab BANK swasta dan BANK pemerintah berlomba-lomba memberikan dana talangan kepada calon jama’ah lewat KBIH (Kelompok Bimbingan Haji) secara langsung.

Mestinya, pemerintah juga harus memeras otak mencari solusi agar supaya antrean tidak semakin panjang. Menaikan jumlah setoran bukan solusi, selama dana talangan haji terus berjalan. Sebagain jama’ah mulai mengeluh terkait dengan antrean yang cukup panjang. Dan, sebagian lagi mengeluh, bahwa uang mereka yang dibuat dana setoran awal sekitar 25 juta mengendap selama 4-7 tahun tidak menghasilkan apa-apa. Ini akan menjadi masalah besar jika tidak dicarikan solusinya.

Kuota Haji Indonesia

Menag Suryadharma Ali dengan dasar jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 238.000.000, meminta pemerintah Arab Saudi agar menambah kuotanya menjadi 238.000 orang. Bahkan Menag masih meminta tambahan lagi 20.000 orang sehingga menjadi 258.000 orang. Dengan harapan, jumlah antrean jama’ah haji semakin menipis. Apalagi, sekarang jumlah jama’ah haji ada yang antre hingga 10-11 tahun.

Pada hari Jum’at (8/4/2011) Kementerian Agama telah menerbitkan SK Menag Nomor 29 Tahun 2011 tentang Penetapan kuota Haji Tahun 1432 H/2011 berjumlah 211.000 orang, terdiri kuota haji regular 194.000 orang dan kuota haji khusus (plus) 17.000 orang.

Keputusan tersebut menyebutkan kuota haji regular masing-masing provinsi terdiri atas kuota jemaah haji dan kuota petugas haji daerah. Sementara kuota haji regular dan kuota haji khusus yang tidak digunakan sampai selesainya masa pelunasan dikembalikan menjadi kuota nasional.

Kuota haji regular:

1.     Aceh 3.924 orang,

2.     Sumatera Utara 8.234 orang,

3.     Sumatera Barat 4.498 orang,

4.     Riau 5.044 orang,

5.     Jambi 2.634 orang,

6.     Sumatera Selatan 6.360 orang,

7.     Bengkulu 1.614 orang,

8.     Lampung 6.282 orang,

9.     Bangka Belitung 913 orang.

10.                        DKI Jakarta 7.084 orang,

11.                        Jawa Barat 37.620 orang,

12.                        Jawa Tengah 29.657 orang,

13.                        DI Yogyakarta 3.091 orang,

14.                        Jawa Timur 34.165 orang,

15.                        Banten 8.541 orang,

16.                        Bali 639 orang,

17.                        Nusa Tenggara Barat 4.494 orang,

18.                        Nusa Tenggara Timur 650 orang.

19.                        Kalimantan Barat 2.339 orang,

20.                        Kalimantan Tengah 1.349 orang,

21.                        Kalimantan Selatan 3.811 orang,

22.                        Kalimantan Timur 2.819 orang,

23.                        Sulawesi Utara 700 orang,

24.                        Sulawesi Tengah 1.758 orang,

25.                        Sulawesi Selatan 7.221 orang,

26.                        Sulawesi Tenggara 1.683 orang.

27.                        Gorontalo 891 orang,

28.                        Maluku 710 orang,

29.                        Maluku Utara 1.065 orang,

30.                        Papua 1.065 orang,

31.                        Sulawesi Barat 1.443 orang,

32.                        Kepulauan Riau 992 orang,

33.                        dan Papua Barat 710 orang.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kemenag, Slamet Riyanto mengatakan, sampai dengan Kamis (7/4) calon haji yang telah membayarkan setoran awal BPIH berjumlah 1.342.482 orang.

Dengan kuota haji tahun  ini berjumlah 211.000 orang, masa tunggu calhaj rata-rata 6-7 tahun.”Ada provinsi tertentu seperti Aceh dan Sulsel masa tunggu calhaj di atas 10 tahun, tapi ada juga masa tunggu calhaj dibawah enam tahun seperti Jabar yang hanya 4 tahun,” ujar Slamet Riyanto.


Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Info Haji dan Umrah dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kuota Haji Indonesia

  1. reza berkata:

    saya hanya blogwalking jika berniat liat blig saya kunjungin balik ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s