Rahasia Gigi Putih Nabi Saw

Nabi Saw satu-satunya utusan Allah Saw yang sangat sempurna pola hidupnya. Keterangan ini diperkuat dari keterangan al-Qur’an yang artinya:’’  Sesungguhnya Telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS al-Ahzab (33:21). Ketika memakmanai ‘’ usawatun hasanah’’ mencakup semua pola hidup kanjeng Nabi Saw yang meliputi; makan, minum, berbusana, berkeluarga, bermasyarakat, beribadah dll.

Sebagaimana manusia pada umumnya, Nabi Saw juga pernah sakit demam sebagaimana sahabatnya. Nabi Saw senantiasa menyarankan kepada sahabatnya yang sedang sakit agar segera datang ke-tabib (dokter). Suatu ketika ada seorang sahabat datang kepada Nabi Saw bertanya kepada beliau Saw:’’ Ya Rosulullah, apakah kita mesti berobat? Nabi Saw menjawab:’’ Ya…wahai hamba Allah…!berobatlah kamu, karena Allah Saw tidak mengadakan suatu penyakit kecuali mengadakan juga obatnya, kecuali satu. Para sahabat terheran-heran mendengar jawaban itu (satu). Lantas sahabat bertanya lagi’’ apa itu ya Rosulullah…! Nabi Saw menjawab:’’ tua’’ (HR. Ahmad).

Sedangkan Nabi Saw sendiri lebih suka pencegahan dari pada pengobatan. Salah satu dari cara pencegahan ala Nabi Saw yaitu berpuasa senin kamis. Dengan puasa senin kamis, Nabi Saw semakin sehat dan perkasa. Aktifitas sehari-hari juga tidak terganggu. Puasa juga termasuk salah satu cara me-manaj perut, agar supaya kondisi perut (pencernaan) selalu sehat. Semua makanan dan minuman yang dikonsumsi Nabi Saw itu tergolong baik dan sehat, seperti; madu, gandum, susu, daging. Yang perlu diperhatikan, Nabi Saw tidak pernah berlebih-lebihan dalam urusan perutnya. Wajar, jika beliu tetap perkasa hingga usia senja.

Terkait dengan pola sehat Nabi Saw, dalam catatan sejarah, beliau Saw tidak pernah merasakan sakit gigi. Padahal jaman dulu, tidak ada pasta gigi, dan alat pembersih gigi. Namun demikian, Nabi Saw tidak pernah lupa membersihkan giginya dengan kayu ‘’iroqi’’ setiap waktu. Dalam sebuah hadis, Nabi Saw pernah menyampaikan:’’ andai saja tidak keberatan terhadap umatku, pasti akan saya perintahkan kepada mereka untuk ber-siwak setiap waktu sholat;’’. Dalam dunia modern, siwak itu bisa di-alanoligan dengan ‘’sikat gigi+pasta gigi’’.

Esensi siwak itu bukan hanya sekedar membersihkan’’ gigi’’, tetapi juga membersihkan gigi dari sisa-sisa makanan yang melekat, sehingga mulut tidak bau. Makruh hukumnya, jika mulut bau tidak sedap ketika sedang sholat berjamaa’h di masjid. Sebab, yang demikian itu bisa menganggu jama’ah yang berada disampingnya. Di sisi lain, ber-siwak itu bisa membuat gigi menjadi cling (bersih) dan terhindar dari beraneka ragam jenis mikroba yang melelekat di gigi.

Nabi Saw tidak pernah sakit gigi. Gigi Nabi Saw putih bersih, sampai menjelang ajalnya, gigi beliau masih tetap utuh. Rahasianya ialah, karena beliau senantiasa menjaga giginya dengan menggunakan siwak (kayu iroqi) setiap saat dan waktu. Bibir Nabi selalu basah dan merah, mulutnya juga tidak bau. Sebab, Kayu Iraqi (siwak) itu mampu membersihkan mulut dan gigi. Rasanya kayu itu memang agak pedas, sehingga bibir Nabi Saw selalu terlihat merah.

Dalam kajian ilmiyah, Sebuah majalah Jerman memuat tulisan ilmuwan Rowdatt, rektor Institut Perkumanan pada Universitas Rostoc. Dalam tulisannya itu sang Rektor menyamapikan “Saya telah membaca tentang siwak yang digunakan Bangsa Arab sebagai sikat gigi. Seketika itu, saya mulai melakukan pengkajian. Penelitian ilmiah modern mengukuhkan bahwa siwak mengandung zat yang melawan pembusukan, zat pembersih yang membantu membunuh kuman, memutihkan ggi, melindungi gigi dari kerapuhan, bekerja membantu merekatkan luka gusi dan pertumbuhannya secara sehat, dan melindungi mulut dan gigi dari berbagai penyakit, bagaimana telah terbukti bahwa siwak memiliki manfaat mencegah kanker.”

Bukan sebuah kebetulan ketika Nabi Saw menentukan kayu iroqi sebagai alat pembersih gigi. Pilihan Nabi Saw terhadap kayu itu merupakan bukti kemukjizatanya.  Berarti Nabi Saw orang yang pertama kali memerintahkan melindungi mulut dari berbagai macam penyakit. Di sisi lain,  Nabi Saw bisa mengetahui dari sekian juta jenis pohon-pohonan, bahwa Kayi Iroqi (saludora persica) mengandung banyak manfaat bagi manusia.

Ini sangat penting bagi kalangan dokter gigi. Jika masyarakat dunia benar-benar membudayakan siwak (kayu iroqi) setiap waktu sejak dini. Bisa dipastikan, peminat dokter gigi akan semakin sedikit. Sebab, orang sakit gigi juga akan semakin berkurang, sehingga tugas dokter gigi semakin ringan. Dalam dunia modern, hampir disetiap Negara sudah bisa di dapati kayu tersebut. Dua keuuntungan bagi pengguna kayu iroqi (siwak), pertama gigi bersih dan sehat, kedua mendapatkan pahala, karen sunnah Nabi Saw.

Nabi Saw senantiasa mempergunakan siwak setiap saat sebagai teladan. Selanjutnya, beliau Saw menganjurkan pengikutnya agar senantiasa bersiwak sebagaimana keterangan hadisnya:

اَلسِّوَاكُ مِطْهَرَةٌٌُ لِلْفَمِ مَرْ ضَاةٌُ لِلرَّبِّ

“Siwak adalah pembesih mulut dan sebab ridhonya Rabb.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Dalam kontek ke-Indonesiaan, membumikan siwak itu sangat penting, menginggat besarnya manfaatnya serta jumlah umat islam yang cukup besar. Apalagi, siwak itu sendiri sekarang dengan mudah didapatkan dipetokoan. Secara tidak langsung, membumikan siwak itu sama dengan membumikan sunnah Nabi Saw di bumi Indonesia.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Kesehatan dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Rahasia Gigi Putih Nabi Saw

  1. Agus berkata:

    Amiin😉

  2. Agus berkata:

    ^_^ g0od ^_~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s