Kajian Gerakan Sholat Terhadap Kekuatan Fisik.

Sebagaimana dijelaskan di atas bahwa setiap gerakan dan bacaan di dalam sholat memiliki makna filsafat yang sangat mendalam. Terkait dengan setiap gerakan di dalam sholat, ternyata memilili manfaat yang sagat besar terhadap kesehatan fisik seseorang. Qiyam (berdiri) di dalam sholat dalam dunia medis di artikan dengan berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang. Takbir merupakan latihan awal pernapasan. Paru-paru adalah alat pernapasan, Paru terlindung dalam rongga dada yang tersusun dari tulang iga yang melengkung dan tulang belakang yang mencembung. Susunan ini didukung oleh dua jenis otot yaitu yang menjauhkan lengan dari dada (abductor) dan mendekatkannya (adductor). Ketika sholat berjamaah Nabi Saw tidak terlalu panjang, tetapi ketika sholat sunnah dirumahnya, Nabi Saw mampu berdiri berjam-jam. Ini mengisaratkan bahwasanya beliau Saw benar-benar memiliki kekuatan fisik (tulang belakang) yang sempurna.

Takbir berarti kegiatan mengangkat lengan dan merenggangkannya, hingga rongga dada mengembang seperti halnya paru-paru. Dan mengangkat tangan berarti meregangnya otot-otot bahu hingga aliran darah yang membawa oksigen menjadi lancar. Dengan ruku’, memperlancar aliran darah dan getah bening ke leher oleh karena sejajarnya letak bahu dengan leher. Aliran akan semakin lancar bila ruku’ dilakukan dengan benar yaitu meletakkan perut dan dada lebih tinggi daripada leher. Ruku’ juga mengempiskan pernapasan. Pelurusan tulang belakang pada saat ruku’ berarti mencegah terjadinya pengapuran. Nabi Saw melakukan ruku’ cukup lama dengan posisi yang sempurna, sebagaimana aturan yang dijelaskan di dalam kitab-kitab fikih. Sudah pasti, Nabi Saw melakukan ruku’ karena manfaat kesehatannya sangat sempurna. Terbukti, Nabi Saw tidak pernah sakit yang berarti hingga usia senja, beliau Saw juga mengeluh sakit pernafasan (ngos-ngosan) yang diakibatkan oleh paru atau jantungnya. Salah satu buktinya, Nabi Sa masih suka bercanda dengan melakukan lomba lari dengan istrinya. Sampai suatu ketika Nabi Saw mengatakan:’’ sekarang saya yang menang..!sebab, sekarang engkau (Aiysah) sudah gemuk’’.

Di sisi lain, ruku’ adalah latihan kemih (buang air kecil) untuk mencegah keluhan prostat. Pelurusan tulang belakang akan mengempiskan ginjal.Sedangkan penekanan kandung kemih oleh tulang belakang dan tulangkemaluan akan melancarkan kemih. Getah bening (limfe) fungsi utamanya adalah menyaring dan menumpas kuman penyakit yang berkeliaran di dalam darah. Oleh karena itu, ketika al-Qur’an menyebutkan pelaksanaan sholat, Allah Swt hanya menyebut dua rangkaian penting, sebagaimana QS al-Hajj (22:77) yang artinya:’’ Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu. Ruku’ dan Sujud merupakan dua gerakan sholat yang mengisaratkan ketundukan seorang hamba kepada tuhannya.

 Dalam dunia medis ternyata sujud mencegah wasir. Ketika dalam kondisi sujud mengalirkan getah bening dari tungkai perut dan dada ke leher karena lebih tinggi. Dan meletakkan tangan sejajar dengan bahu ataupun telinga, memompa getah bening ketiak ke leher. Selain itu, sujud melancarkan peredaran darah hingga dapat mencegah wasir. Sujud dengan cepat tidak bermanfaat. Ia tidak mengalirkan getah bening dan tidak melatih tulang belakang dan otot. Paling cepat sujud, kira-kira membaca tasbih hingga rampung. Namun, sujud yang cukup, kira-kira 2 menit. Wajar, jika Nabi Saw pernah mengatkan:’’ banyak-banyaklah kalian bersujud’’. Artinya, semakin banyak dan lama bersujud kepada-Nya, akan semakin baik untuk kesehatan manusia itu sendiri.

Selanjutnya yaitu Duduk di antara dua sujud. Dalam bahasa fikih disebut dengan istilah I’tidal (seimabang), kira-kira 1 menit dengan membaca doa. Ternyata, kondisi duduk (i’tidal) antara dua sujud dapat mengaktifkan kelenjar keringat karena bertemunya lipatan paha dan betis sehingga dapat mencegah terjadinya pengapuran. Pembuluh darah balik di atas pangkal kaki jadi tertekan sehingga darah akan memenuhi seluruh telapak kaki mulai dari mata kaki sehingga pembuluh darah di pangkal kaki mengembang. Gerakan yang demikian ini menjaga supaya kaki dapat secara optimal menopang tubuh kita. Gerakan salam yang merupakan penutup sholat, dengan memalingkan wajah ke kanan dan ke kiri bermanfaat untuk menjaga kelenturan urat leher. Gerakan ini juga akan mempercepat aliran getah bening di leher ke jantung.

Makna dari keterangan Nabi Saw:’’ sholatlah kalian semua, sebagaimana kalian melihat saya melakukan sholat’’.Esensi gerakan sholat yang diajarkan Nabi Saw, memiliki makna yang sangat mendalam. Sebagaimana banyak diketahui bersama, bahwa kondisi fisik yang prima akan mampu menghasilkan kenikmatan ranjang yang sempurna. Secara langsung, Nabi Saw pernah menyampaikan:’’ yang paling aku sukai di dunia ini ialah wanita dan wewangian, dan wanita itu menjadikan pandanganku di dalam melaksanakan sholat’’.[1] Hendaknya, setiap terjadi permasalan ranjang, harus diselesaikan melalui pendekatan sholat, dengan tidak menyampingkan dunia medis.

Selanjutnya, Allah Swt memberikan tambahan dengan menganjurkan melakukan sholat malam. Nabi sendiri telah memberikan contoh, bagaimana beliau Saw setiap malam melakukan sepanjang hidupnya. Sholat malam inilah yang menjadikan manusia semakin istimewa di hadapan tuhannya. Malam hari biasanya sangat dingin dan lembab, paling enak bergeletak tidur di atas ranjang yang empuk. Banyak lemak jenuh yang melapisi saraf, hingga menjadi beku. Kalau tidak segera digerakkan, sistem pemanas tubuh tidak aktif, saraf menjadi kaku, bahkan kolesterol dan asam urat merubah menjadi pengapuran. Tidur di kasur yang empuk akan menyebabkan urat syaraf yang mengatur tekanan ke bola mata tidak mendapat tekanan yang cukup untuk memulihkan posisi saraf mata kita. Jadi sholat malam itu lebih baik daripada tidur. Kebanyakan tidur malah menjadi penyakit. Bukan lamanya masa tidur yang diperlukan oleh tubuh kita melainkan kualitas tidur. Dengan sholat malam, kita akan mengendalikan urat tidur kita.

Nabi Saw pernah berdiskusi dengan para sahabat seputar manfaat sholat, belaiu Saw mengatakan:’’Apakah pendapatmu sekiranya terdapat sebuah sungai di hadapan pintu rumah salah seorang diantara kamu dan dia mandi di dalamnya setiap hari lima kali. Apakah masih terdapat kotoran pada badannya?”. Para sahabat menjawab serentak:“Sudah pasti tidak terdapat sedikit pun kotoran pada badannya”. Lalu beliau bertutur kembali:”Begitulah perumpamaan sholat lima waktu. Allah menghapus segala kesalahan mereka dengan melaksanak sholat lima waktu itu”.[2]

Sebagaimana hukum ilmu pasti, jika sholatnya benar, sesuai dengan tuntunan Nabi Saw bahwa gerakan sholat itu akan sangat besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Bisa dikatakan, sholat yang benar itu akan lebih canggih daripada yoga, atau senam kesehatan lainya. Saat ini sudah mulai banyak bermunculan penelitian-penelitian seputar gerakan sholat, dengan tujuan mengembangkan teknik gerakan sholat ini secara ilmiah. Belum lagi manajemen yang terkandung dalam bacaan sholat. Seperti doa iftitah yang berarti mission statement (dalam manajemen strategi). Sedangkan makna bacaan Alfatihah yang kita baca berulang sampai 17 kali adalah objective statement. Tujuan hidup mana yang lebih canggih dibandingkan tujuah hidup di jalan yang lurus, yaitu jalan yang penuh kebaikan seperti diperoleh para orang-orang shaleh seperti nabi dan utusan Allah Swt?

Dr. Gustafe le Bond mengatakan bahwa Islam merupakan agama yang paling sepadan dengan penemuan-penemuan ilmiah.Perkembangan ilmu pengetahuan dan etika sains harus didukung dengan kekuatan iman. Semoga sholat kita makin terasa manfaatnya

b-      Kajian Bacaan Sholat Terhadap Ketentraman Keluarga.

Di dalam bacaan sholat, Nabi Saw pernah menyampaikan, sholat itu tidak sah (tidak diterima), kecuali dengan membaca surat al-Fatihah. Ternyata benar, Nabi Saw benar-benar mengi-informasikan bahwa bacaan surat al-Fatihah itu merupakan interkasi khusus dengan sang sholik. Ketika sholat, seolah-olah manusia berbisik kepada Allah Swt. Dan, namnya berbisik (munajat) merupakan tanda bahwa orang tersebut itu benar-benar dekat dengan Allah Swt.

Di dalam sebuah hadis Qudsi dijelaskan bahwa ora ng sholat itu seolah-olah sedang ber-dialog interaktif dengan-Nya. Karena interaksi khusus, maka secara dhohir hendaknya harus bersih lahir dan batin Nabi Saw pernah menyampaikan:’’

Nabi Saw pernah menuturkan:’’ barang siapa yang telah berwudu dengan sempurna, kemudian pergi menuju masjid untuk melaksanakan sholat berjama’ah, maka dosa-dosanya akan diampuni oleh Allah Swt. Hadis lain, Nabi Saw menjelaskan:’’ ketika sedang membaca ‘’al-Hamdulillahi Rabbi al-Alamian’’ Allah Sw menjawab:’’ hambaku telah memujaku’’. Ketika membaca:’’ Al-Rahman al-Rahiim’’, Allah Swt menjawab:’’ hambaku telah memuji-ku’’. Ketika seseorang melanjutkan:’’ Maliki Yaumi al-Diin’’. Allah Swt menjawab:’’ hamba-ku telah mengagungkan diri-ku’’. Ketika sesorang membaca:’’ Iyyaka Na’budu Wa Iyyaka Nastaiin’’, Allah Swt menjawab:’’ ini antara saya dengan hambaku, bagi hambku apa yang diminata? Selanjutnya, ketika seseorang mengucapkan:’’ Ihdina al-Sirotol Mustaqim, Siroto al-Ladzina an-Amna Alaihim, Ghoril Magdzubi Alaihim Waladdzoolin’. Maka, Allah Swt menjawab:’’ semuanya bagi hambaku, apa yang akan diminta? (H.R Malik: Al-Muwatto’).

Hadis Qudsi ini meng-informasikan kepada para pencinta Nabi Saw, bahwa sesungguhnya sholat itu merupakan interkasi khusus dengan Allah Swt. Ketika interaksi itu berjalan dengan benar dan lancar, syarat rukunnya juga sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad Saw, maka tuhan akan menjawab setiap permintaaan, dan menuntun setiap langkah kaki hamba-hamba-Nya. Oleh karena itu, hendaknya setiap keluarga heendaknya menjaga interaksi ini dengan melaksanakan sholat berjamaah secara rutin dan tepat waktu. Ke-sakinahan sebuah keluarga, juga bisa ditentukan sejauh mana dirinya menjaga ibadah sholat. Sholat yang bagus, akan melahirkan keluarga yang sakinah dan penuh cinta.

KH Suyuti Dahlan setiap memberikan ceramah pada Walimatulularsiselalu mengajak jamaah, khususnya pengantin baru agar supaya menjaga sholatnya. Ketika saya mengucapkan janji suci, beliau juga tidak lupa memberikan tausiyah agar supaya menjaga sholat lima waktu dengan sebaik-baiknya. Sholat itulah yang akan menjadikan keluarga semakin berkualitas. Kemakmuran ekonomi dan ketentraman batin sebuah keluarga, juga tidak terlepas dari sejauh mana keluarga itu menjaga sholat lima waktu. Ini berlaku bagi setiap keluarga yang beragama islam. Sholat juga akan menjadi perekat kuat antara keluarga dengan Allah Swt, sehingga rumahtangga akan semakin berkah dan dijaga oleh Allah Swt setiap saat dan waktu


[1] . HR Nasai.

[2] . HR Bukhori

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s