Bentuk Teror Pemerintah Terhadap Pemeluk Agama

Astagfirullah…Pemerintah Tajikistan Bakal Larang Pemuda Masuk Masjid

Sabtu, 23 Juli 2011 07:39 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,DUSHANBE–Kekhawatiran pemerintahan sekuler Tajikistan terhadap perkembangan syiar Islam di bekas negara pecahan Uni Soviet itu kian nyata. Kamis kemarin, parlemen Tajikistan telah sepakat untuk mengesahkan Undang-undang Tanggung Jawab Orang Tua.

Bila undang-undang itu disahkan, secara otomatis, mereka yang di bawah usia 18 tahun di larang untuk mengunjungi masjid dan mewajibkan mereka untuk belajar di sekolah-sekolah pemerintah yang umumnya sekular. Pemberlakukan Undang-undang tersebut hanya butuh tandatangan Presiden Tajikistan, Emomali Rahmon.

“Undang-undang ini bertujuan untuk melindungi kepentingan generasi mendatang Tajikistan,” kata ketua majelis tinggi parlemen, Makhmadsaid Ubaydullayev, seperti dikutip AFP, Jum’at (22/7).

Sebelumnya, pemerintah Tajikistan berdalih Undang-undang Tanggung Jawab Orang Tua merupakan kebutuhan mendesak yang perlu dipenuhi. Sebab, ada semacam kekhawatiran bahwa perkembangan aktivitas keagamaan, utamanya perkembangan syiar Islam akan beresiko menyebabkan penyebabaran ajaran fundamentalisme.

“Ini adalah hari yang kelam bagi umat Islam. Bahkan pada masa Uni Soviet, undang-undang yang mengarah pada penganiayaan agama tidak ada,” papar Ulama Muslim terkemuka Tajikistan, Turadzhonzoda Akbar, yang juga merupakan mantan wakil perdana menteri.

Dikatakan Akbar,  kekhawatiran pemerintah tidak beralasan. Bahkan ia menyindir pemerintah perlu mempertanyakan keimanan mereka.. “Negara seolah tidak berkenan masyarakatnya beriman,” kritik dia.

Seperti diberikan sebelumnya, geliat Islam di negeri yang berlokasi di Asia Tengah itu begitu pesat. Kondisi itu tidak terlepas dari bubarnya Uni Soviet. Namun, pemerintahan Tajikistan yang berhaluan sekuler menganggap aktivitas keagamaan, utamanya syiar Islam, berisiko menyebabkan peningkatan aktivitas radikalisme di negara itu.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s