Bersedekah di atas Rajang di Malam Ramadhan

Umar Ibn al-Khattab ra salah satu dari sabat Nabi Saw yang kuat, perkasa, serta terkenal dengan nilai kejujurannya. Ketika memeluk islam, Umar langsung mengumumkan kepada masyarakat Makkah, tanpa merasa takut akan mendapat intimidasi dan serangan. Bahkan, Umar menantang siapa-pun yang akan menghalang-halangi dirinya memeluk islam, atau menghalang-halangi dirinya Hijrah ke Madinah. Umar tidak akan segan-segan menghnuskan pedangnya untuk berhadapan langsung dengan dirinya. Kehebatan Umar  benar-benar membuat kawan maupun lawan berfikir ulang ketika berirusan dengan dirinya. Konon, Iblis-pun keder ketika melihat baying-bayang Umar ra.

Namun, dibalik kehebatanya itu, ternyata Umar Ibn al-Khattab sosok lelaki yang tidak kuat ketika melihat wanita cantik nan menarik di depannya. Sebagaimana kisah Ali Ibn Abi Thalib, kadang keluar cairan (Madi) ketika melihat wanita yang mempesona berlenggang di depannya. Begitu juga Umar Ibn al-Khattab, dia tidak kuat saat melihat gadis atau wanita cantik mendekati dirinya. Wajar, jika Umar tidak cukup dengan satu wanita. Karena kondisi libidonya cukup tinggi, maka tidak ada cara lain, kecuali melakukan poligami. Tetapi, tidak dipungkiri, bahwa Umar benar-benar mampu berbuat adil terhadap istri-istrinya.

Suatu ketika, Umar Ibn al-Khatab sedang melaksanakan sholat berjamaah. Kebetulan, masjid waktu tidak belum ada pagarnya, sebagaimana kita saksikan sekarang. Ketika ada orang lewat di depanya bisa terlihat jelas. Kebetulan, ketika sedang sholat secara tidak sengaja, Umar melihat seorang wanita yang berparas jelita nan mempesona sedang melenggang. Seketika itu, Umar menghentikan sholatnya. Kemudian, sang makmum yang berada di belakannya ditarik kedepan untuk mengantikan dirinya sebagai Imam. Kondisi ini menjadikan jamaah bertanya-tanya. Ada apa gerangan, kenapa Amirul Mukiminin membatalkan sholatnya?

Usai sholat, para jama’ah ramai-ramai sengaja datang menghadap Umar ra. untuk menanyakan perihal kenapa membatalkan sholatnya. Umar menjawab dengan tegas dan lugas:’’ lebih baik saya malu dihadapan Allah Swt, dari pada malu dihadapan manusia’’. Lantas, Umar menjelaskan:’’ secara tidak sengaja, ketika saya sedang sholat melihat wanita cantik, sehingga saya keluar cairan (madzi), akibatnya sholat saya batal. Untuk itulah, aku menarik salah satu dari makmum yang dibelakangku, agar supaya menjadi pengantiku. Mendengar penjelasan itu, para hadirin mangut-mangut sambil berbisik:’’ ternyata Umar Ibn al-Khattab benar-benar luar biasa…!

Di jaman modernisasi ini, ketika sedang berangkat ke-masjid, tidak sedikit dari kaum wanita membuka bagian halus kulitnya. Yang namanya, lelaki melihat seperti ini, sulit sekali untuk menghindari, apalagi kadang wanita-wanita itu tidak sungkan-sungkan duduk mendekatinya. Niatnya ingin mendapatkan pahala ketika sedang berangkat ke masjid, tetapi justru mendapat paha- yang halus yang terbuka. Tidak ada yang bisa dilakukan, kecuali meminta kepada tuhan agar supaya iman-nya tetap kuat ketika melihat yang seperti ini dan memaafkan dirinya.

Ketika memasuki puasa ramadhan, pemandangan seperti ini juga tidak jauh berubah. Tanpa sungkan-sungkan, kadang dipelataran masjid, juga ada yang berbusana minimalis. Sebagian wanita yang kurang pengetahuan agamanya, kadang menganggab busana seperti itu sudah tradisi yang tidak mungkin dihindari. Bagi lelaki, ketika menyaksikan seperti ini, detak jantung semakin kencang. Wanita seperti ini, benar-benar tidak tahu diri. Bagi lelaki yang sehat jasmani dan ruhaninya, bulan puasa atau tidak, sama saja ketika melihat menampilan wanita yang mengumbar kelembutan pahalanya.

Ketika sudah tidak kuat lagi, secara tidak sengaja, lelaki itu ngiler (mengeluarkan cairan madzi. Jika lelaki itu dengan sengaja, melihat tampilan-tampilan yang menguncang sahwatnya, kemudian keluar cairan (sperma), secara otomatias puasanya batal dan berdosa kepada-Nya. Tetapi, jika yang keluar itu hanya cairan (madzi), maka puasanya tidak batal, tetapi berdosa kepada Allah Swt. Namun, jika keluarnya cairan (sperma) ketika sedang bermimpi, walaupun di siang hari tidak membatalkan puasa. Akan batal puasanya, jika sedang berpuasa sengaja bemain-main dengan istri, hingga keluar cairan (sperma), walaupun tidak sampai memasuki kawasan terlarang.

Esensi larangan mencegah dari makan, minum, dan berkumpul suami istri, agar supaya manusia benar-benar menjaga anggota tubuhnya dari kenikmatan-kenikmatan duniawi. Dengan tujuan, agar supaya interaksi dengan tuhan semakin bagus dan serius, tanpa ada halangan sedikitpun. Apa artinya puasa, jika panca inderanya belum terjaga. Wajar, jika Nabi Saw menganjurkan banyak Qiyam (tarawih),  membaca al-Qur’an (dengan tadabbur), dan memperbanyak sedekah. Tujuanya, agat supaya hubungan dengan Allah Swt semakin mesra, sedangkan dengan masyarakat sekitarnya semakin akrab. Sebab, manusia adalah mahluk sosial yang tidak akan lepas dari kehidupan sekitarnya. Manakala hubungan dengan Allah Swt dan manusia terjalin bagus, maka dengan mudah tiket surga bisa diraihnya. Dan, bulan puasa ini waktu paling tepat untuk mendidik diri sendiri menjdi berharga dihadapan Allah Swt dan Nabi Saw.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Bulan Suci Ramdhan. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s