Ramadhan :Berbuka Dengan Tetangga Beda Agama.

Nabi Saw. mengajarkan kepada semua pengikutnya agar selalu menghormati dan menghargai orang lain yang berbeda agama dan keyakinan, dimanapun saja berada. Nabi Saw menganjurkan sesama tetangga agar tetap saling menghormati dan melengkapi, bahkan saling membantu dalam kebaikan. Ketika membincangkan tetangga, beliau Saw tidak pernah membedakan agama dan keyakinannya yang di anutnya. Nabi Saw, hanya melarang keras, agar supaya para pengikutnya tidak kerja urusan ubudiyah (ibadah, seperti; melaksanakan kebaktian di gereja). Dalam sebuah pernytaanya, beliau Saw menyampaikan:’’ barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari ahir, maka mulyakanlah tetangganya’’. Ketika menwanti-wanti melalui hadis ini, Nabi Saw tidak pernah menyebutkan agama dan keyakinan tetangga.

Negara Indonesia memang satu-satunya Negara paling besar jumlah penduduknya yang memeluk agama islam. Ketika memasuki bulan suci, Ramadhan umat yang lain-pun juga ikut serta merasakan kehangatan Indahnya bulan suci ini. Walaupun, tidak dipungkiri, sebagian pemeluk islam Indonesia agar sedikit kaku dan keras hingga kebablasan (teroris), tetapi, karakteristik umat islam tidak demikian. Islam garis keras itu merupakan bagian kecil dari aliran-aliran timur tenggah yang menyelinap di negeri ini. Tetapi, dampaknya sangat besar dan membahayakan kehidupan bermasyarakat di Negeri ini.

Di sebagian perumahan negeri ini, ternyata kehidupan masyarakat berlainan agama rukun dan tentram hidupa berdampingan. Saling membantu, bahkan tidak jarang berbuka bersama. Banyak sekali perusahaan yang secara sengaja memberikan kesempatan terhadap orang islam untuk melakukan puasa, dan mengajak buka bersama dan dilanjutkan sholat tarawih berjamaah. Islam yang demikianlah yang sangat menarik, wajar jika diberbagai belahan dunia, islam dan dakwah gaya Indonesia menarik. Sebab, penampilan islam Indonesia begitu santun dan menarik. Di Belanda misalnya, setiap menjelang magrib, orang-orang Indonesia membuka bazaar dengan menampilkan berbagai jenis makanan daerah, seperti; kolak, sate, dll. Kesantunan islam Indonesia, mencerminkan para penyebarnya (wali songgo), atau yang lebih populer dalam Bahasa Arab disebut dengan ‘’al-Duatu al-Tis’ah’’ Sembilan Dai.

Ketika membincangkan buka bersama. Saya teringat dengan anak-anak tetanggaku yang beragama Katolik. Kadang-kadang, menjelang magrib ikut serta berbuka bersama dengan anak kecilnya. Kondisi seperti menjadi kesempatan berharga. Karena saya dapat mengenalkan tradisi puasa dan berbuka bersama. Di sisi lain, saya bisa mengenalkan bagaimana toleransi yang bagus di bumi nusantara ini. Bertetangga dengan berlainan agama dan keyakinan bukanlah sebuah masalah besar, selama saling menghormati dan pengertian.

Ketika anakku mengajak kedua temannya berdo’a bersama. Saya sampaikan kepada anak kecilku:’’sayang…!do’anya temanmu berbeda, karena keduanya berbeda agama’’. Ketika kujelaskan kepada Si kecil. Putranya ahirnya mengetahui, bagaiman cara menghormati agama dan keyakinan orang lain. Selanjutnya, tetanggaku itu juga berdoa’a sesuai dengan agamanya. Terasa indah dan menyenangkan, berbuka bersama dengan tetangga yang berbeda agama dan keyakinan. Buka bersama itu tetap dalam kehangatan bulan suci Ramadhan.

Bulan Ramadhan, merupakan bulan rahmat, dimana Allah Swt menurunkan rahmat sebanyak-banyak kepada hamba-Nya. Sudah saatnya, membumikan nilai-nilai al-Qur’an dibumi nusantara ini, terkait dengan toleransi beragama. Bulan suci ini, merupakan moment paling berharga untuk mengajarkan makna al-Qur’an yang terkait dengan menghormati tetangga yang berbeda agama dan keyakinan. Al-Qur’an diturunkan untuk umat islam, akan tidak sempurna ke-imanan seseorang, ketika masih belum bisa memulyakana tetangganya.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Bulan Suci Ramdhan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s