Sensasi Terjemahan al-Qur’an Majlis Mujahidin Indonesia (MMI)

Ketika membaca sebuah media majalah Suara Hidayatullah. Terdapat sebuah berita menarik yang berjudul:’’ Polemik Terjemahan Al-Qur’an’’. Berita ini lebih menarik perhatianku, karena seorang tokoh yang bernama Muhammad Tholib mengugat terjemahan al-Qur’an versi Kemenag. Secara bersamaan, Muhammad Tholib ketika menggugat, beliau meluncurkan terjemahan al-Qur’an baru versi MMI. Guga

Front of the Quran

Image via Wikipedia

tan itu isinya menggecam terjemahan Al-Qur’an terjemahan Kemenag RI. Padahal, terjemahan  Al-Qur’an Depag RI itu di telah di tashih  dan diteliliti oleh pentolan-pentolan ulama-ulama’  ahli al-Qur’an Indonesia yang tidak diragukan lagi keilmuannya.

 

Kendati demikian, memang terjemahan itu bukanlah kebal terhadap kritik. Sebab, bahasa itu hidup dan terus berkembang. Bisa jadi, terjemahan yang dilakukan oleh-oleh ulama-ulama terdahulu kurang tepat digunakan pada era sekarang ini. Tetapi, kurang etis jika kemudian mengatakan bahwa terjemahan al-Qur’an memicu terjadinya terorisme dan radikalisme di kalangan umat islam.

Bukti bahwa Muhamamd Tholib benar-benar serius menyalahkan terjemahan al-Qur’an terjemahan Depag RI. Beliua menulis sebuah buku;’’ Koerksi Tarjamah Harfiyah Al-Qur’an Kemenag RI’’ . Buku ini memuat kritik terhadap 170 ayat terjemahan versi Kemenag, dari 3.229 kesalahan yang diterjemahkannya. (Suara Hidayatullah: 12/2011). Ini sangat hebat dan luar biasa, walaupun kebenaranya tuduhan itu perlu dibuktikan lagi.

Ada yang menarik di dalam sebuah pernyataan bahwa sebagian besar kesalahan terjemahan al-Qur’an Depag memicu terorisme dan radikalismue, seperti QS Al-Baqarah (2:191). Dalam benak saya, terlintas sebuah pikiran, jangan-jangan Ust.Baasyir itu salah memahami al-Qur’an, sehingga seringkali di anggap oleh sebagian orang terroris. Terus terjemahan yang digunakan oleh Uts Baasyir itu tidak sama dengan terjemahan Depag.

Walaupun pikiran saya itu salah, tetapi MMI salah satu dari sekian organisasi yang agak ekstrim di bandingkan dengan oragniasi lainnya. MMI sangat lantang, tak segan-segan turun di jalan melakukan demontrasi dan menyuarkan jihad di jalan Allah Swt. Ust Baasyir sendiri juga menyatakan bahwa dirinya tidak cocok dengan Pikiran Muhammad Tholib.

Sangat riskan apa yang dilontarkan oleh Muhammad Tholib, menyalahkan terjemahan al-Qur’an yang di lakukan oleh sederatan ulama besar Indonesia. Padahal, belum tentu terjemahan dirinya juga lebih baik dari pada hasil ulama yang sudah ada sekarang. Lebih lanjut lagi, ada kekhawatiran bahwa gebrakan yang di lakukan oleh Muhammad Tholib itu hanya sekedar sensasi. Alangkah lebih baik, jika semua itu disampaikan kepada Kemenag, kemudian di diskusikan secara baik-baik, agar tidak menimbulkan gejolak yang kurang bagus. Bukan mentang-mentang paling benar sendiri.

Wajar, jika kemudian ada anggapan bahwa senasi itu hanyalah sebuah pencitraan agar supaya karya terjemahan versi MMI lebih tenar dan lebih laku dari pada terjemahan Depag RI. Walaupun, kebenaran anggapan itu tidak mutlak benarnya. Akan tetapi, anggapan itu sering muncul ditenggah-tenggah masyarakat Indonesia yang hitoregen. Wal hasil, masyarakat muslim pada umumnya sekarang sudah memiliki dua pilihan terjemahan al-Qur’an Versi Depag yang di tashih oleh tokoh-tokoh ulama yang kompten, yang kedua terjemahan al-Qur’an yang diterjemahkan oleh Muhammmad Tholib versi Majlis Mujahidin Indonesia (MMI). Silahkan memilih sesuai dengan kemantapanya masing-masing.

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sensasi Terjemahan al-Qur’an Majlis Mujahidin Indonesia (MMI)

  1. asy'ari berkata:

    itu cuma terjemahannya mari kita bawa pemdapat kita masing dalam hal itu jangan kita saling menyalahkan karena masing-masing kita berbeda pemahaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s