Penggaruh BB Terhadap Ke Harmonisan Keluarga

BB singkatan dari BlackBerry, sudah menjadi tren bagi anak muda dan remaja Indonesia, bahkan ibu rumah tangga, atau sang suami tidak bisa lepas dari ketergantungan menggunakan BB. Blackberry benar-benar menjadi salah satu kebutuhan utama setiap manusia. Terasa tidak afdal hidup ini, jika belum memiliki BB, ibarat makan tanpa garam, pasti rasanya tidak enak. Dimana saja berada, seseorang kadang lebih asik menggunakan BB nya dari pada interaksi dengan orang sekitarnya.

Seorang agamawan pernah mengatakan, bahwa setiap barang kesukaan akan menjadi haram, jika keberadaanya seringkali menganggu manusia ber-interaksi dengan tuhan. Blackberry sebuah alat komunikasi yang sangat canggih, akan tetapi jika tidak bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya, maka manusia akan diperbudak oleh alat tersebut. Sebaliknya, jika alat canggih ini digunakan dengan baik, maka akan mendapatkan manfaat yang sebanyak-banyaknya. Ibarat sebuah pisau tajam, jika jatuh ditangan penjahat, maka senjata itu akan digunakan  untuk merampok dan mencuri, jika jatuh pada tangan ibu-ibu, pisau itu akan dipergunakan utuk memotong sayur-sayuran. Dengan BB, seorang penggusaha, sibuk menawarkan barang daganngannya,  dan yang kerja dibidang jasa sibuk dengan menawarkan jasanya.

Ada yang sangat menarik dari penggaruh dari blackberry ini. Tidak sedikit dari suami yang kerjad diperkantoran, yang menjadikan BB seperti istri keduanya. Seorang suami poligami gami dengan Blackberry. Pulang kantor bukanya waktunya untuk anak dan istrinya. Eh, malah sibuk dengan Blakcberrynya. Tangannya tak henti-hentinya menulis status di FB dan Twitternya. Melihat kondisi seperti ini, banyak istri yang sewot, karena merasa tidak mendapatkan perhatian lagi, begitu juga sang anak merasakan hal yang sama. Paling-paling, ketika sahwatnya sudah tidak terkendali, baru menyapa istrinya, karena menyalurkan sahawat tidak bisa melalui Blackberry.

Ibu-ibu muda sepulang dari kantor bukanya memberikan pelayanan terhadap suami dan anaknya yang seharian tidak jumpa. Justru, disibukkan dengan BB-nya. Kondisi seperti ini sangat memprihatinkan, apalagi banyak seorang suami atau istri kadang berselancar lewat BB teman-teman baru yang sangat mengairahkan hatinya. Sehingga kadang lupa, bahwa dirinya telah memiliki pasangan dan sudah dikaruniai seorang anak. Jika demikian, tidak salah kiranya jika keharmonisan sebuah rumah tangga ternoda karena BB, bukan karena orang ke-tiga. Lewat BB inilah kehadiran orang ke-tiga, ke empat yang kemudian menjadikan rumah tangga tidak seindah ketika masa baru kenalan.

Jika demikian, tidak salah jika agamawan berpendapat bahwa BB itu seringkali menjadikan manusia lupa akan tuhannya, dan juga anak istrinya. Kendati demikian, bukan berarti BB menjadi haram. Kembali pada semula, bahwa BB itu hanyalah sebuah alat komunikasi, tetapi bukanlah alat perusak keharmonisan keluarga. Lelaki yang baik, tidak akan mengorbankan pasanganya, dan berusaha menyenangkan dan membahagiaan pasanganya. Akan merasa sedih, jika merasa belum bisa memberikan kebahagiaan terhadap pasangannya. BB yang dimiliki, tidak akan memalingkan dirinya dari rasa cinta dan saying kepada pasangan hidupnya.

Tahun baru, tahun yang sangat menyenangkan bagi sebagian besar manusia. Segelintir manusia menggunakan waktunya untuk membangun kembali rasa cinta dan kasih sayang melalui liburan, bermalam di hotel, pulang kampug, atau menghabiskan waktunya untuk anak-anaknya dirumah. Bahkan, pada malam itu BB sengaja dibiarkan, karena khawatir bisa mengganggu keharmonisan keluarga.

Bahkan, sebagian dari agamawan menjadikan malam tahun baru begitu istimewa dan sakral. Mereka-pun melakukan dzikir bersama kepada Allah Swt, seperti yang terjadi; di Pesantren Nurul Ulum Kacuk, Majlis Rasulullah yang di Asuh Habib Mundir dll. Sebagian lagi hura-hura dengan tontonan uaratnya, dengan melampiasakan hawa nafsunya, serta banyak lagi cara menjadikan malam tahun baru benar-benar memberikan kepuasan.

Tidak demikian bagiku, malam tahun baru harus dipergunakan dengan  membangun cinta dan sayang. Biarkan BB berdering berulang-ulang, karena malam ini sangat indah dan menyenangkan, masak bersama anak dan istri, sambil bercandaria, menikmati indah dan kehamonisakan keluarga. Jangan sampai malam tahun baru jusru disibukkan dengan BB, dengan mengirimkan ucapan selamat, sehingga melupakan mengucapkan selamat tahun baru kepada istri (suaminya) sendiri. Menjelang keheningan malam, memanfaatkan waktu yang tenang dengan bermiajat kepada tuhan lewat alunan kitab suci al-Qur’an dan dzikir. Malam tahun baru, memperbarui rasa cinta kepda tuhan melalui tahajutan, dan memperbaharui cinta melalui berlibur bersama dan makan bersam keluarga.

 

 

http://edukasi.kompasiana.com/2011/12/31/penggaruh-bb-terhadap-ke-harmonisan-keluarga/

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s