Tuhan-pun Kalah dengan BlackBerry

Ketika menunaikan ibadah haji di tanah suci Makkah, hampir semua jamaah haji Indonesia membawa Handphone, dan Blackberry sebagai teman sejati.  Terasa kurang afdol, jika tidak membawa kamera super canggih dengan harga jutaan rupiah untuk mengabadikan setiap moment penting di tanah suci. Alat komunikasi ini seolah-oleh menjadi menjadi penganti tasbih dan kitab suci selama di Makkah dan Madinah.

Betapa tidak…! Lihat saja, sebelum berangkat naik pesawat, semua orang sibuk dengan Blackberry dan Handphone, sambil tanganya otak-atik dan ber-SMS-ria. Sebelum pesawat terbang, semua sibuk menulis status  di-Facebook dan twiternya dengan bermacam-macam. Seperti; Alhamdulillah…berangkat menuju Makkah. Satu lagi menulis:’’ Berangkat….berangkat…! Dan masih banyak lagi status yang dituliskan, sebagai bentuk kegembiraan dan terjemahan isi hatinya.

Sesampai di Jeddah, pesawat belum sempurna mendarat. Semua mulai sibuk membuka BB-nya untuk mengungkapkan perasaan hatinya. Salah satu jamaah yang kurang enak ketika mendapatkan pelayaan dari biro perjalanan haji dan umrah menulis statusnya dengan kasar: Dasar biro ngak professional…! Satu lagi menulis:’’ SubhanaAllah…!ahirnya sampai juga di Jeddah dengan selamat. Adalagi isi statusnya dengan foto-foto narsis dengan ungkapan-ungkan senang. Pokoknya banyak banget….!

Sesampai di Kota suci, kebiasaan Narsis, menulis status dengan komentar-komentar unik menarik, senang, dan susuah menjadi hiasan isi Facebook dan twiter. Hampir setiap saat dan waktu BB menjadi teman setia kemansa saja pergi. Seolah-olah BB menjadi bagian dari hidupnya. Tidak heran jika kemudian ada orang yang berpendapat bahwa BB seringkali melupakan manusia kepada tuhannnya. Walaupun pendapat ini terlalu kerasa dan mengada-ngada.

Status Facebook dan dan Twitter mencerminkan pemiliknya. Seorang agamawan biasanya sering-sering komentar seputar hadis-hadis Nabi Saw, serta petuah-petuah ulama-ulama. Tidak sedikit dihiasi dengan ayat-ayat suci al-Qur’an sebagai bentuk dakwahnya. Yang kurang bisa menulis dan berfatwa, menampilkan foto-foto dengan latar belakang Ka’bah, Hajar Aswad, Makom Ibrahim. Kadang ada juga yang mengenakan pakaian Jubah laksana orang Arab Saudi yang gagah dan hebat. Bahkan, fotonya menjadi profil, biar kelihatan menjadi seorang Agamawan.

Bagi seorang pedangan, biasanya menjual produk-produknya melalu FB-nya. Bagi seorang tokoh yang memiliki komunitas, menyampaikan pesan-pesan melalui FB, seperti; ESQ, Manajemen Kalbu, Sedekah dll. Semua itu merupakan bentuk ekspresi seseorang melalui jejaring sosialnya. Ada juga yang tidak suka dan tidak bisa menulis, bisanya hanyalah Share…!

Begitulah jaman modern dengan tehnologi tinggi. Manusia kadang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan BB-nya dari untuk keluarganya. Kadang sampai dirumah-pun begadang hingga larut malam, bukanya menemani istri dan anaknya yang seharian bekerja, melainkan berselancar di dunia maya melalui BB-nya yang sangat memikat hatinya. Sampai-sampai ada yang mengatakan bahwa seorang lelaki itu menjadikan BB seperti istri mudanya. Tak heran, jika kadangkala seorang istri/ suami yang asli cemburu terhadap pasangan hidupnya.

Tapi apa boleh buat….!itulah realitas yang terjadi yang tidak bisa dibantah lagi. Kecuali, orang-orang yang tetap menjadikan rumah sebagai tempat kembali, serta menjadikan rumah tempat bercanda dan berkasih-sayang dengan pasangannya. Mereka akan menjadikan rumah sebagai tempat istirahat, bercanda, melepas kangen, serta menjadikan rumah sebagai rumah Allah Swt untuk mengambdikan diri kepada-Nya.

Masih berbincang seputar BB. Di Madinah dan Makkah, ketika di Masjid-pun banyak sekali orang disibukkan dengan BB-nya, padahal waktu itu untuk ibadah kepada-Nya. Seorang laki-laki ngetu (sangat sibuk) di depan Baitullah dengan menulis setatus dan SMS-ria, sementara orang-orang membaca al-Qur’an dan mengelilingi rumah Allah Swt. Kalau dihitung dengan jari, tidak cukup, karena jumlah orang yang sibuk dengan BB-nya jauh lebih banyak dengan sepuluh jari…!dengan jari-jari teman-temanpun masih belum cukup, karena begitu banyaknya orang sibuk dengan BB-nya.

Ada juga yang menarik. Suatu ketika, ada orang Arab sedang sholat magrib, tiba-tiba BB-nya berdering. Tiba-tiba lelaki yang sedang sholat itu tangannya merogoh saku dan membuka BB-nya, setelah melihat sejenak, lantas BB-nya dimasuki lagi kesakunya dan meneruskan sholatnya. Dalam bahasa kasarnya, orang ini telah menduakan tuhan dengan BB dalam kondisi sholat. Munkin inilah yang disebut dengan kesyirikan di era tehnologi dan internetisasi. Akan sangat tepat jika setiap jamaah haji yang memasuki Masjidilharam dan Nabawi tidak menggunakan BB dan Hp, karena bisa mempengaruhi ibadah mereka kepada-Nya.

Tidak hanya itu. Para agamawan-pun ketika sedang istighosah bukan sibuk memutar tasbihnya, tetapi sibuk menulis status dan SMS-an dengan rekan-rekanya. Apalagi anggota DPR dan MPR yang sedang rapat, banyak sekali yang lebih sibuk dengan BB-nya. Padahal mereka duduk di kursi empuk di bayar oleh rakyat. Sampai-sampai politisi PKS ada yang ketangkap basah sedang online dengan tontonan kurang pantas dilihat.

Sungguh…! BB benar-benar merubah dunia. Tidak masalah ber-BB-ria, asalkan tahu waktu. Ketika sedang ber-ibadah, focus kepada Allah Swt, ketika dirumah, gunakan waktu untuk anak dan istrinya. Ketika sedang dikantor, jadikan BB untuk membangun komunikasi kerja. Ketika sedang berada di Masjid, matikanlah BBi itu. Karena waktu itu kewajiban bagi setiap orang menghidupkan hati dan fikirannya. Apalagi ketika sedang ditanah suci Makkah dan Madinah, jangan sampai waktu habis percuma dengan menggunakan BB, lantas tidak membuka kita suci sama sekali.

http://sosbud.kompasiana.com/2012/01/17/allah-pun-kalah-dengan-blackberry/

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Seputar Haji. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tuhan-pun Kalah dengan BlackBerry

  1. Nofiar Rachman berkata:

    Apakah judul diatas tidak berlebihan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s