Rahasia Mimpi Nabi Yusuf as

Seringkali orang mengatakan bahwa mimpi itu adalah bunganya orang tidur. Adalagi yang mengatakan:’’ Jangan percaya dengan mimpi’’, karena bisa menyebakan syirik. Memang benar, jika percaya dan yakin terhadap mimpi seratus persen. Tetapi, akan menjadi lain jika percaya bahwa mimpi itu adalah bagian dari petunjuk Allah Swt. Kendati demikian, tidak semua mimpi itu petunjuk dan isarat dari-Nya. Kadang mimpi itu merupakan ajakan Syetan, jika yang bermimpi terjadi pada orang yang menyekutukan Allah Swt. Atau ketika beranjak ketempat tidur dalam ke-adaan tidak besuci. Nabi Saw tidak pernah beranjak ketempat tidur, keucali mengawalinya dengan bersuci dan berdo’a terlebih dahulu kepada Allah Swt.

Secara khusus, Nabi Muhammad Saw membagi mimpi menjadi dua bagian penting.

1-       Mimpi yang bagus (al-Ru’ya al-Hasanah) yang di maksud dengan mimpi yang bagus ialah,seperti bermimpi sedang thowaf, menunaikan ibadah haji, atau sedang minum air zam-zam. Sedangkan, ketika sedang bermimpi dalam kondisi suci, serta dengan hati yang bening dan fikiran yang bening. Akan bermakna lain, jika bermimpi bagus, tetapi dalam kondisi tidak bersuci, atau dalam fikiran yang kalut. Ibnu Sirrin pernah berpendapat bahwa orang yang bermipin Adzan berarti akan segera menunaikan ibadah haji, sedangkan bagi pencuri bermimpi Adzan, bermakan akan segera mendapat hukuman potong tangan.

2-      Al-Ru’ya al-Sayyi’ah (mimpi yang jelek), istilah hadisnya’’ al-Hulm’’.  Yang di maksud dengan mimpi yang jelek, seperti; dikejar-kejar anjing. Jika mimpi ini terjadi pada seorang mukmin, bisa jadi,mimpi mengisaratkan orang tersebut telah meninggalkan salah satu rukuan islam, seperti sholatnya sedang bolong, atau enggan berjamaah. Jika mimpi itu terjadi pada orang yang menyekutukan Allah Swt, bisa berarti isarat negative pada kehidupan keluarga dan pribadinya.

Di dalam sebuah hadis Nabi Saw, beliau dengan tegas dan jelas menuturkan seputar sebuah mimpi.

الرُّؤْيَا الْحَسَنَةُ مِنَ اللَّهِ ، فَإِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مَا يُحِبُّ فَلاَ يُحَدِّثْ بِهِ إِلاَّ مَنْ يُحِبُّ ، وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ فَلْيَتَعَوَّذْ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّهَا ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَلْيَتْفِلْ ثَلاَثًا وَلاَ يُحَدِّثْ بِهَا أَحَدًا فَإِنَّهَا لَنْ تَضُرَّهُ (رواه البخاري)

Artinya:’’ Mimpi yang bagus berasal dari Allah Swt, jika di antara  kalian bermimpi sesuatu yang bagus (disukai), jangan sekali-kali menceritakan kepada yang lain, kecuali pada orang yang engkau sukai (dipercaya). Jika di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak engkau sukai, maka mohonlah pertolongan Allah dari kejelekan mimpi itu, dan juga dari kejelekan syetan, dan meludahlah tiga kali (ke-kiri), selanjutnya tidak diceritakan kepada siapapun perihal mimpi itu. Niscaya mimpi itu tidak akan berpenggaruh.[1]

Di dalam keterangan hadis lain, Nabi Saw menuturkan bahwa sesungguhnya mimpinya orang-orang sholih adalah setara  dengan mimpinya kenabian (H.R Bukhori). Mimpi itu sangat penting, dan jangan sampai meremehkan sebuah mimpi. Jika yang bermimpi orang-orang sholih, rajin beribadah, dan menghindari beragam maksiat, sudah barang tentu mimpi itu merupakan sebuah isarah (sinyal) penting dari tuhan. Sebab, orang-orang Sholih itu sinyalnya sangat kuat dan nyambung terus dengan Allah SWT selama 24 jam, baik ketika sedang sholat atau di luar sholat……(bersambung…………)


[1] . H.R Bukhori

Tentang Abdul Adzim

Abdul Adzim Irsad, telah menyelesaikan pendidikan sarjana bahasa Arab di Umm Al-Qura University Makkah, sekarang sedang menempuh program S3, jurusan pendidikan bahasa Arab di Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Pos ini dipublikasikan di Pendidikan dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s